Bola.com, Jakarta - Yogyakarta kembali akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jogja Run'nShine 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18-20 September 2026. Ajang ini memasuki tahun kedua penyelenggaraan dengan target partisipasi mencapai 3.500 peserta.
Jogja Run'nShine tahun ini tetap menggabungkan aktivitas olahraga dengan seni, budaya, musik, dan kuliner. Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi peserta saat berada di Yogyakarta.
Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan kelanjutan dari semangat yang telah dibangun sejak edisi pertama.
Menurutnya, kegiatan tersebut berupaya menghadirkan ruang yang mempertemukan olahraga, seni, dan berbagai unsur kehidupan masyarakat Yogyakarta.
"Jogja Run'nShine kami hadirkan bukan hanya sebagai sebuah ajang lari, tetapi sebagai ruang untuk merayakan Yogyakarta secara lebih utuh, sejalan dengan makna Renaissance yang menjadi inspirasi penyelenggaraannya," ujar Alfatika.
"Tahun ini, kami ingin perluas lagi pengalaman tersebut dengan harapan, siapa pun yang datang tidak hanya berlari untuk hidup sehat, tetapi juga menemukan pengalaman, berinteraksi, dan membawa pulang cerita baru tentang Yogyakarta," lanjutnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini tersedia dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K. Rute yang disiapkan dirancang untuk memperkenalkan berbagai sisi Yogyakarta melalui kawasan pendidikan, wilayah bersejarah, pusat aktivitas ekonomi, perkampungan, hingga ruang publik.
Sinergi 5K
Konsep tersebut merupakan bagian dari Sinergi 5K yang menjadi tema utama acara. Melalui pendekatan itu, peserta diajak melihat beragam elemen yang membentuk identitas Yogyakarta selama mengikuti lomba.
"Jogja Run'nShine 2026 mengajak peserta mengenal Yogyakarta melalui rute yang menghubungkan lima elemen pembentuk identitas kota, yaitu kawasan pendidikan, kawasan bersejarah, pusat ekonomi, perkampungan, hingga ruang publik yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Melalui rute tersebut, peserta diajak menikmati cara baru menjelajahi Yogyakarta sambil berlari," kata Alfatika.
Selain lomba lari, penyelenggara juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung yang akan berlangsung selama rangkaian acara. Beberapa di antaranya adalah konser musik pagi, pameran kuliner, serta pameran gaya hidup aktif.
Aspek seni juga menjadi bagian dari penyelenggaraan tahun ini melalui pameran bertajuk Mampir Gelanggang yang berlangsung pada 18 September hingga 12 Oktober 2026 di Galeri Bulaksumur. Pameran tersebut melibatkan 18 seniman dengan total 63 karya yang akan dipamerkan kepada publik.
Direktur Sedekat Imaji Rupa, Galih Satrio, menilai konsep yang diusung Jogja Run’nShine berupaya menghadirkan keseimbangan antara aktivitas fisik dan pengalaman artistik. Berbagai unsur seni turut dilibatkan dalam keseluruhan rangkaian acara.
"Manusia yang utuh adalah mereka yang merawat raga dan rasanya secara berimbang. Semangat tersebut yang dibawa Run’nShine, di mana festival ini merupakan perwujudan olahraga dan olah rasa. Di sini, seni ikut berlari, musik ikut bernapas, dan rasa ikut merayakan, semua bertemu dalam satu ruang perayaan utuh," ucap Galih.
Kolaborasi Berbagai Elemen
Ketua KAHGAMA, Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M., mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan Yogyakarta. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan adanya semangat bersama untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Kolaborasi lintas elemen melalui Sinergi 5K menjadi cerminan bagaimana berbagai pihak dapat mengambil peranan. Kami ingin kontribusi alumni Hukum UGM tidak hanya hadir melalui ruang akademik dan profesional, tetapi juga melalui kegiatan yang sehat, kreatif, dan mampu memperkuat kebersamaan serta rasa cinta terhadap Yogyakarta," ucap Paripurna.
Sekjen KAHGAMA, Mandela Sinaga, menambahkan bahwa Jogja Run’nShine telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai unsur kehidupan di Yogyakarta. Ia berharap keterlibatan komunitas, pelaku kreatif, dan masyarakat dapat terus bertambah pada penyelenggaraan berikutnya.
"Bagi kami, Jogja Run'nShine bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang kolaborasi yang mempertemukan banyak pihak dengan semangat yang sama, yaitu memajukan Yogyakarta. Kami harap kolaborasi ini terus berkembang dari tahun ke tahun, sehingga semakin banyak komunitas, pelaku kreatif, maupun masyarakat yang terlibat untuk menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi yang hidup, sehat, dan penuh kreativitas," imbuh Mandela.