Dugaan Pelanggaran Integritas, PBSI Tarik Dua Ganda Campuran dari Kejuaraan Dunia 2026

PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia di sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 04 Agustus 2026, 15:15 WIB
Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu berusaha mengembalikan kok ke arah wakil Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong dalam babak 32 besar Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (03/06/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia di sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan tidak akan tampil pada ajang bergengsi tersebut.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari langkah organisasi untuk memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet Indonesia pada turnamen internasional berjalan sesuai regulasi serta mekanisme yang berlaku.

Advertisement

PP PBSI menegaskan penyesuaian tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjalankan tata kelola yang baik dan mematuhi seluruh aturan yang ditetapkan oleh federasi internasional.

Di sisi lain, PP PBSI juga mengungkapkan bahwa Badminton World Federation (BWF) saat ini sedang menjalankan proses peradilan independen (judicial proceedings) terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.


Menjaga Integritas

Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu merayakan kemenangan atas wakil Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong dalam babak 32 besar Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (03/06/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Federasi bulutangkis nasional menyatakan menghormati sekaligus mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulutangkis di tingkat internasional.

PP PBSI menegaskan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara yang sedang diproses.

Hal itu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dalam proses peradilan independen BWF, termasuk tidak mengaitkan proses tersebut dengan atlet tertentu sebelum ada keputusan resmi.

"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF," demikian pernyataan resmi PP PBSI.


Koordinasi dengan BWF

Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil menyingkirkan Lee Jong Min/Lee Yu Lim dari Korea Selatan lewat laga sengit pada babak 16 besar Indonesia Masters 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1). (foto: PBSI)

PP PBSI juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan BWF dalam setiap perkembangan yang ada.

Organisasi berkomitmen menjalankan setiap langkah sesuai prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak-hak atlet, serta menjaga integritas olahraga bulutangkis Indonesia.

Berita Terkait