Arsenal Kalah 1-3 dari Real Betis di Dublin, Tiga Catatan Besar untuk Arteta

Arsenal kalah 1-3 dari Real Betis di Aviva Stadium. Tiga catatan: Kepa disorot, lini tengah belum seimbang, dan belum saatnya panik jelang musim.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 06 Agustus 2026, 16:42 WIB
Wajah bahagia terpancar dari Mikel Arteta setelah Arsenal berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Burnley dalam lanjutan Premier League 2025/2026. Bermain di Emirates Stadium, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB, The Gunners menang tipis 1-0 lewat gol Kai Havertz. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bola.com, Jakarta - Arsenal menelan kekalahan pertama pada pramusim 2026 setelah takluk 1-3 dari Real Betis di Aviva Stadium, Dublin. Hasil ini hadir beberapa hari setelah kemenangan 4-1 atas Girona dan langsung menjadi bahan evaluasi.

Skema uji coba kali ini mempertemukan Mikel Arteta dengan tim yang tampil agresif sejak awal. Real Betis memimpin cepat lewat Rodrigo Riquelme dan Nelson Deossa sebelum Piero Hincapié memangkas jarak untuk Arsenal.

Advertisement

Momentum itu tidak bertahan lama karena Pablo Fornals memperlebar keunggulan wakil Spanyol tersebut jelang turun minum. Pada babak kedua, The Gunners gagal menambah gol meski Arteta melakukan banyak pergantian pemain.

Walau statusnya laga persahabatan, kekalahan ini menyisakan sejumlah catatan penting. Evaluasi di Dublin menjadi referensi awal sebelum Arsenal memasuki kompetisi resmi.


Kepa Disorot di Bawah Mistar

Kepa Arrizabalaga bersama Mikel Arteta saat Arsenal mengalahkan Crystal Palace di perempat final Carabao Cup. (Adrian Dennis / AFP)

Kepa Arrizabalaga gagal memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya. Penampilannya diwarnai dua kesalahan yang berujung gol untuk Real Betis.

Ia keliru mengantisipasi sepak pojok yang menghasilkan gol Rodrigo Riquelme. Distribusi bolanya yang kurang baik juga menjadi awal terciptanya gol spektakuler Nelson Deossa.

Performa tersebut muncul di tengah rumor yang menyebut masa depan Kepa di Arsenal belum sepenuhnya aman. Jika ingin tetap menjadi pelapis utama David Raya, Kepa harus segera memperbaiki performanya karena kesalahan seperti ini sulit ditoleransi saat kompetisi resmi dimulai.


Lini Tengah Arsenal Kehilangan Keseimbangan

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Absennya Declan Rice, Martín Zubimendi, dan Martin Ødegaard memaksa Arteta merombak komposisi gelandang. Myles Lewis-Skelly, Ethan Nwaneri, dan Kai Havertz mendapat porsi tugas yang tidak biasa.

Konsekuensinya, Arsenal kesulitan mengendalikan permainan pada babak pertama. Real Betis leluasa membangun serangan dan berkali-kali mengancam gawang Kepa hingga tiga gol bersarang sebelum jeda.

Minimnya tekanan dari blok tengah membuat pertahanan The Gunners mudah ditembus. Situasi ini menegaskan pentingnya kehadiran para gelandang utama untuk menjaga keseimbangan permainan saat musim kompetisi dimulai.


Belum Waktunya Panik Jelang Musim Baru

Arsenal's Swedish striker #17 Christos Tzolis (R) reacts as Real Betis' Spanish midfielder #08 Pablo Fornals celebrates scoring the team's third goal during the friendly pre-season football match between Arsenal and Real Betis, at the Aviva Stadium in Dublin, Ireland on August 5, 2026. Paul Faith / AFP

Terlepas dari hasil yang tidak memuaskan, kekalahan di Dublin belum menjadi alasan untuk panik. Arsenal masih belum tampil dengan kekuatan terbaiknya.

Sejumlah pemain inti seperti David Raya, Bukayo Saka, dan Noni Madueke belum kembali memperkuat tim. Faktor ini berpengaruh pada performa kolektif sepanjang uji coba.

Arsenal juga pernah menelan hasil buruk pada pramusim sebelum menjalani musim yang sukses, sehingga uji coba tidak selalu mencerminkan performa di kompetisi resmi. Arteta masih memiliki tiga laga pramusim untuk menyempurnakan organisasi permainan sebelum Premier League dimulai.

Sumber: FotMob

Berita Terkait