Bola.com, Jakarta - Arsenal menelan kekalahan pertama pada pramusim 2026 setelah takluk 1-3 dari Real Betis di Aviva Stadium, Dublin. Hasil ini hadir beberapa hari setelah kemenangan 4-1 atas Girona dan langsung menjadi bahan evaluasi.
Skema uji coba kali ini mempertemukan Mikel Arteta dengan tim yang tampil agresif sejak awal. Real Betis memimpin cepat lewat Rodrigo Riquelme dan Nelson Deossa sebelum Piero Hincapié memangkas jarak untuk Arsenal.
Momentum itu tidak bertahan lama karena Pablo Fornals memperlebar keunggulan wakil Spanyol tersebut jelang turun minum. Pada babak kedua, The Gunners gagal menambah gol meski Arteta melakukan banyak pergantian pemain.
Walau statusnya laga persahabatan, kekalahan ini menyisakan sejumlah catatan penting. Evaluasi di Dublin menjadi referensi awal sebelum Arsenal memasuki kompetisi resmi.
Kepa Disorot di Bawah Mistar
Kepa Arrizabalaga gagal memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya. Penampilannya diwarnai dua kesalahan yang berujung gol untuk Real Betis.
Ia keliru mengantisipasi sepak pojok yang menghasilkan gol Rodrigo Riquelme. Distribusi bolanya yang kurang baik juga menjadi awal terciptanya gol spektakuler Nelson Deossa.
Performa tersebut muncul di tengah rumor yang menyebut masa depan Kepa di Arsenal belum sepenuhnya aman. Jika ingin tetap menjadi pelapis utama David Raya, Kepa harus segera memperbaiki performanya karena kesalahan seperti ini sulit ditoleransi saat kompetisi resmi dimulai.
Lini Tengah Arsenal Kehilangan Keseimbangan
Absennya Declan Rice, Martín Zubimendi, dan Martin Ødegaard memaksa Arteta merombak komposisi gelandang. Myles Lewis-Skelly, Ethan Nwaneri, dan Kai Havertz mendapat porsi tugas yang tidak biasa.
Konsekuensinya, Arsenal kesulitan mengendalikan permainan pada babak pertama. Real Betis leluasa membangun serangan dan berkali-kali mengancam gawang Kepa hingga tiga gol bersarang sebelum jeda.
Minimnya tekanan dari blok tengah membuat pertahanan The Gunners mudah ditembus. Situasi ini menegaskan pentingnya kehadiran para gelandang utama untuk menjaga keseimbangan permainan saat musim kompetisi dimulai.
Belum Waktunya Panik Jelang Musim Baru
Terlepas dari hasil yang tidak memuaskan, kekalahan di Dublin belum menjadi alasan untuk panik. Arsenal masih belum tampil dengan kekuatan terbaiknya.
Sejumlah pemain inti seperti David Raya, Bukayo Saka, dan Noni Madueke belum kembali memperkuat tim. Faktor ini berpengaruh pada performa kolektif sepanjang uji coba.
Arsenal juga pernah menelan hasil buruk pada pramusim sebelum menjalani musim yang sukses, sehingga uji coba tidak selalu mencerminkan performa di kompetisi resmi. Arteta masih memiliki tiga laga pramusim untuk menyempurnakan organisasi permainan sebelum Premier League dimulai.
Sumber: FotMob