Kalah 1-3 dari Real Betis, Mikel Arteta Puas dengan Respons Skuad Arsenal

Arsenal kalah 1-3 dari Real Betis di Dublin. Mikel Arteta menilai kemarahan pemain sebagai sinyal positif, meski menegaskan target utama tetap menang.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 06 Agustus 2026, 16:52 WIB
Wajah bahagia terpancar dari Mikel Arteta setelah Arsenal berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Burnley dalam lanjutan Premier League 2025/2026. Bermain di Emirates Stadium, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB, The Gunners menang tipis 1-0 lewat gol Kai Havertz. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bola.com, Jakarta - Arsenal menelan kekalahan 1-3 dari Real Betis pada laga uji coba pramusim di Stadion Aviva, Dublin. Hasil tersebut datang meski tim London utara itu menguasai permainan pada fase awal pertandingan.

Seluruh gol tercipta pada babak pertama. Betis unggul lewat Rodrigo Riquelme, Nelson Deossa, dan Pablo Fornals, sementara Arsenal hanya membalas melalui Piero Hincapie sebelum turun minum.

Advertisement

Mikel Arteta menyoroti reaksi para pemain di ruang ganti usai laga. Menurutnya, kemarahan yang muncul justru menjadi sinyal positif untuk proses pembentukan tim jelang kompetisi resmi.

Di atas lapangan, Arsenal sempat mendominasi penguasaan bola hingga 62,7 persen pada babak pertama. Namun efektivitas menjadi pembeda karena Betis lebih klinis dalam memanfaatkan peluang.


Respons Ruang Ganti Arsenal Menurut Arteta

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Arteta menggambarkan suasana tim setelah peluit akhir sebagai momen penting untuk evaluasi.

"Sangat kesal, situasinya berat. Mereka sangat marah, tapi ini bagus. Itulah yang kita butuhkan," buka Mikel Arteta dikutip dari FotMob.

Ia menegaskan standar klub tetap tertuju pada hasil akhir, meski pertandingan ini berstatus uji coba.

"Hal yang penting adalah menang dan kami gagal menang, jadi tentu saja saya kecewa dengan hasilnya. Memang benar kami menggunakan 25 pemain, jadi kita perlu melihat konteks pertandingannya," imbuh Arteta.


Dominasi Bola, Efektivitas, dan Evaluasi Taktis

Arsenal membutuhkan penyerang baru. Mereka ditinggal penyerang andalannya, Gabriel Jesus karena mengalami cedera lutut saat membela Timnas Brasil di perhelatan Piala Dunia 2022. Ia diperkirakan sembuh pada akhir Februari 2023 mendatang. Kehilangan Jesus menjadi pukulan telak bagi Arsenal. Namun, Mikel Arteta saat ini sedang berusaha untuk mendatangkan penyerang baru di bursa transfer Januari 2023. Berikut daftarnya. (AFP/Adrian Dennis)

Pada babak pertama, Arsenal mencatat 62,7 persen penguasaan bola ketika mayoritas pemain berpengalaman diturunkan. Kai Havertz, Viktor Gyokeres, Christos Tzolis, Ben White, Riccardo Calafiori, Cristhian Mosquera, dan Piero Hincapie tampil sebagai starter.

Meski demikian, Betis tampil lebih efektif dan unggul pada momen-momen krusial. Arteta melihat adanya celah antara cara timnya bermain dan cara timnya berkompetisi di lapangan.

"Di babak pertama, dengan lebih banyak pemain utama, ada dua hal yang sangat berbeda: cara kami bermain dan cara kami berkompetisi, karena kami sempat menunjukkan momen-momen fantastis selama permainan berlangsung," tutur Arteta.

Ia menilai aspek kompetisi, khususnya pada situasi bertahan, masih perlu dibenahi.

"Namun, dalam hal cara kami berkompetisi, terutama di dalam dan sekitar kotak penalti kami, serta terkait standar yang biasa kami terapkan, ada hal-hal yang perlu diperbaiki," tegas Arteta.

Berita Terkait