Gugur di 16 Besar Kejuaraan Dunia BWF, Jonatan Christie Masih Berpeluang Jadi Peringkat 1

Jojo tersingkir di 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Peluang nomor satu dunia kini bergantung hasil rival.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 21 Agustus 2026, 16:15 WIB
Ekspresi tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, pada babak pertama Kejuaraan Dunia BWF 2026 di India, Selasa (18/8/2026). (PBSI

Bola.com, Jakarta - Jonatan Christie menutup langkah di babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Hasil itu membuat peluangnya menuju peringkat satu dunia pekan depan menipis.

Persaingan tunggal putra dalam 12 bulan terakhir berlangsung ketat. Setidaknya enam pemain masih berpeluang menguasai puncak rangking usai turnamen ini.

Advertisement

Jonatan tetap berada di jalur kompetitif berkat konsistensi. Namun skenario menuju takhta kini sangat dipengaruhi hasil para rival di sisa pertandingan.


Peta Persaingan Menuju Puncak Rangking BWF

Reaksi tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, setelah mencetak satu poin melawan Panitchaphon Teeraratsakul dari Thailand pada pertandingan semifinal turnamen badminton Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Jonatan Christie masih memimpin akumulasi poin hingga saat ini. Namun posisinya dibayangi tiga nama utama: Kunlavut Vitidsarn, Anders Antonsen, dan Chou Tien Chen.

Peluang Jonatan menjadi nomor satu dunia akan tertutup jika Vitidsarn atau Antonsen menembus semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sementara itu, Chou harus mencapai partai final.

Artinya, kelolosan Vitidsarn atau Antonsen ke empat besar otomatis memupus skenario Jonatan pekan ini. Jika Chou melaju ke final, jalan Jojo juga tertutup.

Situasi ini terjadi di tengah persaingan yang merata sepanjang setahun terakhir. Enam pemain masih dalam orbit puncak setelah gelaran dunia 2026 berakhir.

Dengan Jonatan sudah kandas di 16 besar, semua mata tertuju pada bracket sisa. Hasil semifinal dan final akan menentukan wajah rangking terbaru pekan depan.


Konsistensi Jojo dan Posisi Poin Sementara

Jonatan atau Jojo menegaskan konsistensi dalam setahun terakhir. Ia meraih tiga gelar pada musim lalu: Korea Open, Denmark Open, dan Hylo Open.

Musim ini, Jonatan dua kali mencapai final. Ia tampil sebagai finalis di India Open dan Indonesia Open.

Rangkaian hasil tersebut membuat Jonatan masih menjadi pemain dengan akumulasi poin tertinggi hingga saat ini. Ia berada di atas Shi Yu Qi yang sebelumnya berstatus juara dunia.

Adapun posisi Shi terancam setelah tersingkir pada babak pertama Kejuaraan Dunia 2026. Hasil awal itu mengubah peta poin di papan atas.

Kendati demikian, pengumuman rangking BWF baru akan keluar pekan depan. Perubahan tetap bergantung pada capaian para pesaing hingga partai puncak.


Faktor Penentu di Perempat Final: Alwi Farhan vs Chou Tien Chen

Jonatan berpeluang terbantu dari sesama wakil Indonesia. Chou Tien Chen dijadwalkan menghadapi Alwi Farhan di perempat final, Jumat (21/8/2026).

Jika Alwi mampu mengalahkan Chou, salah satu pesaing utama Jonatan akan tersingkir. Kondisi itu jelas menguntungkan Jojo dalam perburuan takhta.

Laga perempat final tersebut menjadi salah satu penentu peta persaingan. Hasilnya bisa memperlebar atau menutup ruang Jonatan menuju nomor satu dunia.

Di sisi lain, kans Jonatan akan tertutup jika Vitidsarn atau Antonsen menjejak semifinal. Untuk Chou, syarat penutupnya adalah melangkah ke final.

Dengan variabel itu, sisa pertandingan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 memegang peran krusial. Kesimpulan baru pada pekan depan akan menjawab nasib Jojo.

Berita Terkait