Pesona Alphadjo Cisse, Pemain 19 Tahun yang Antar AC Milan Menang 2-1 di Kandang Torino

AC Milan buka Serie A 2026-27 dengan menang 2-1 di markas Torino. Cisse cetak gol debut, Rabiot ikut sumbang gol. Amorim beri catatan soal fisik tim.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 24 Agustus 2026, 12:15 WIB
Pemain AC Milan Alphadjo Cisse merayakan gol dalam laga Serie A antara Torino vs Milan di Turin, Italia, Minggu, 23 Agustus 2026. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - AC Milan mengawali Serie A 2026-27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Debutan 19 tahun, Alphadjo Cisse, menjadi pembeda berkat gol perdananya di ajang resmi.

Cisse memecah kebuntuan pada menit ke-64 setelah menerima umpan Adrien Rabiot. Tiga menit berselang, Rabiot turut mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Rossoneri unggul 2-0.

Advertisement

Milan sempat membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainan. Masuknya Adrien Rabiot dan Luka Modric dari bangku cadangan membuat permainan lebih agresif dan tekanan ke pertahanan Torino meningkat.

Upaya tuan rumah baru membuahkan hasil lewat tendangan akrobatik Che Adams pada menit ke-90+3. Gol itu datang terlambat, dan AC Milan tetap mengamankan tiga poin dari Turin.


Kematangan Alphadjo Cisse di Mata Ruben Amorim

Gelandang Italia AC Milan bernomor punggung 70, Alphadjo Cisse (kiri), berebut bola dengan bek Norwegia Torino bernomor punggung 16, Marcus Pedersen (kanan), dalam pertandingan Serie A Italia antara Torino FC dan AC Milan di Stadion Olimpiade Grande Torino di Turin, Italia utara, pada 24 Agustus 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Ruben Amorim telah menaruh kepercayaan pada Cisse sejak awal, dan sang penyerang membayar lunas di laga pembuka musim. Bagi Amorim, kontribusi Cisse tidak berhenti pada gol semata.

"Bukan hanya soal golnya, tetapi kualitas yang ditunjukkan Cisse sepanjang pertandingan," jelas Amorim kepada DAZN Italia.

Pelatih asal Portugal tersebut menilai Cisse tampil dewasa sejak babak pertama.

"Di babak pertama, dia bermain layaknya pemain paling berpengalaman di tim kami, terutama caranya membawa permainan ke depan," sambungnya.

Cara Cisse mengalirkan bola dan membantu mengembangkan serangan menjadi aspek yang menonjol. Penampilannya memberi fondasi penting bagi serangan Milan saat momentum beralih seusai jeda.


Catatan Fisik AC Milan dan Kesiapan Pramusim

Pelatih AC Milan asal Portugal, Ruben Amorim, memberikan isyarat dari pinggir lapangan dalam pertandingan Serie A Italia antara Torino FC dan AC Milan di Stadion Olimpiade Grande Torino di Turin, Italia utara, pada 24 Agustus 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Kemenangan ini tetap meninggalkan evaluasi bagi Amorim, khususnya terkait kebugaran tim pada fase akhir laga ketika Torino meningkatkan tekanan. Ia menilai Rossoneri belum sepenuhnya konsisten selama 90 menit.

"Saya rasa kita melihat satu wajah tim selama 75 menit pertama, lalu wajah yang berbeda di akhir laga; kami mengalami kendala fisik. Untuk bisa melakukan pressing sesuai keinginan kami selama 90 menit penuh, kami sebenarnya membutuhkan lebih banyak pertandingan pramusim," ucap Amorim.

"Kami sedang mengembangkan kemampuan beberapa pemain; banyak pemain yang baru menjalani pramusim saat ini, namun kami akan terus bekerja keras membenahi tim sepanjang pekan ini," tegasnya.

Kondisi fisik pemain yang belum seragam menjadi perhatian utama. Milan akan memanfaatkan sesi latihan pekan ini untuk menajamkan pressing dan menjaga intensitas hingga peluit akhir.

Berita Terkait