Ruben Amorim Ubah Mentalitas, AC Milan Tundukkan Torino 2-1 di Laga Perdana

AC Milan menang 2-1 di markas Torino pada pembuka Serie A 2026-27. Ruben Amorim menekankan permainan proaktif dan menyoroti aspek fisik skuad.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 24 Agustus 2026, 12:31 WIB
Pelatih AC Milan asal Portugal, Ruben Amorim, memberikan isyarat dari pinggir lapangan dalam pertandingan Serie A Italia antara Torino FC dan AC Milan di Stadion Olimpiade Grande Torino di Turin, Italia utara, pada 24 Agustus 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Bola.com, Jakarta - AC Milan membuka Serie A 2026-27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Hasil ini menjadi awalan penting bagi Rossoneri di era Ruben Amorim.

Tim tamu sempat kesulitan menemukan tempo pada babak pertama. AC Milan bermain sabar, tetapi kurang agresif saat memasuki sepertiga akhir pertahanan Torino.

Advertisement

Kebuntuan pecah pada menit ke-64 melalui Alphadjo Cisse yang menyelesaikan umpan Adrien Rabiot. Tiga menit berselang, Rabiot menambah keunggulan menjadi 2-0, sebelum Torino memperkecil skor lewat aksi akrobatik Che Adams pada menit ke-90+3. Skor akhir tetap 2-1 untuk Milan.


Ruben Amorim Tekankan Mentalitas Menyerang

Gelandang AC Milan asal Prancis bernomor punggung 12, Adrien Rabiot, merayakan gol kedua timnya bersama bek AC Milan asal Serbia bernomor punggung 31, Strahinja Pavlovic, dalam pertandingan Serie A Italia antara Torino FC dan AC Milan di Stadion Olimpiade Grande Torino di Turin, Italia utara, pada 24 Agustus 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Ruben Amorim menilai persoalan utama timnya di babak pertama bukan kualitas permainan, melainkan cara pandang saat menyerang. Menurutnya, para pemain terlalu fokus menjaga kestabilan alih-alih mengejar kemenangan.

“Di babak pertama, fokus para pemain adalah mengendalikan permainan dan menghindari kekalahan, terutama saat transisi, namun kami kurang agresif di sepertiga akhir lapangan," ucap Ruben Amorim dikutip dari DAZN Italia.

Penekanan itu menjadi materi evaluasi di ruang ganti. Amorim meminta skuad tampil lebih berani mengambil inisiatif dan meningkatkan agresivitas dalam membangun serangan.

"Kami membahas hal itu di ruang ganti, dan mereka paham bahwa bukan dengan cara itulah pertandingan bisa dimenangkan," sambung pelatih asal Portugal.

Intinya, Amorim target permainan harus diarahkan untuk menang, bukan sekadar tidak kalah. Pergeseran mentalitas itu ia dorong agar tim lebih proaktif sepanjang laga.


Rabiot dan Modric Ubah Arah Laga

Pemain AC Milan Alphadjo Cisse merayakan gol dalam laga Serie A antara Torino vs Milan di Turin, Italia, Minggu, 23 Agustus 2026. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Perubahan permainan Milan kian terasa setelah Adrien Rabiot dan Luka Modric masuk. Distribusi bola menjadi lebih progresif dan tekanan terhadap pertahanan Torino meningkat. Amorim menegaskan bahwa pendekatan di paruh kedua memang dirancang lebih proaktif.

"Bukan sekadar bermain imbang atau menunggu lawan bergerak; kita harus proaktif untuk bisa memenangkan pertandingan," kata Amorim.

Dampaknya langsung terlihat pada proses gol. Rabiot mengawali dengan assist untuk Alphadjo Cisse di menit ke-64, lalu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-67 untuk mengantar Milan unggul dua gol.

Meski menang, Amorim menyoroti kondisi fisik tim yang ia nilai belum sepenuhnya ideal. Menurutnya, AC Milan masih membutuhkan waktu agar intensitas pressing bisa dipertahankan sepanjang 90 menit.

"Kami meningkatkan tempo permainan secara signifikan pada 20 menit awal babak kedua, karena sekali lagi, menurut saya kami masih kurang dalam hal fisik saat ini," ulas mantan manajer Manchester United itu.

Sumber: DAZN Italia

Berita Terkait