Bola.com, Jakarta - Leandro Paredes akhirnya angkat bicara setelah FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain 10 pertandingan kepadanya.
Gelandang Timnas Argentina itu menilai sanksi tersebut berlebihan dan masih bisa dikurangi melalui proses banding.
Hukuman tersebut diberikan menyusul insiden yang melibatkan Paredes dengan sejumlah pemain Timnas Spanyol setelah final Piala Dunia 2026.
Argentina kalah 0-1 dari Spanyol setelah Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu.
Paredes menyampaikan komentarnya setelah memperkuat Boca Juniors pada akhir pekan ini.
Ia mengaku terkena pukulan dari pemain muda Spanyol, Gavi, yang dalam kasus tersebut hanya menerima larangan bermain satu pertandingan.
"Menurut saya, ini berlebihan. Yang juga aneh, Gavi hanya mendapat satu pertandingan, padahal dia yang memukul dada saya. Namun, sekarang kami harus mengajukan banding. Orang-orang yang memahami persoalan ini akan melihat apakah hukuman tersebut bisa dibatalkan. Bagi saya, sanksi ini berlebihan dan saya pikir bisa dikurangi," ujar Paredes seperti dikutip Goal.com.
Sanksi AFA
Selain menjatuhkan hukuman kepada sejumlah pemain dan ofisial, FIFA memberikan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).
AFA dijatuhi denda sebesar 321 ribu dolar AS karena dianggap melanggar sejumlah pasal dalam Kode Disiplin FIFA.
Pelanggaran tersebut mencakup penggunaan pertandingan untuk demonstrasi yang tidak berkaitan dengan olahraga, perilaku buruk tim, diskriminasi dan tindakan rasis, serta kegagalan memastikan ketertiban dan keamanan selama pertandingan.
FIFA menjatuhkan sanksi tersebut terkait nyanyian dan gestur diskriminatif yang dilakukan pendukung Argentina selama Piala Dunia 2026.
Sanksi Denda
Selain denda, AFA diwajibkan menggelar dua pertandingan kandang berikutnya dengan jumlah penonton terbatas.
Hanya 50 persen kapasitas stadion yang boleh digunakan karena pelanggaran terkait diskriminasi dan tindakan rasis
FIFA juga menetapkan 100 ribu dolar AS dari total denda tersebut harus dialokasikan untuk program yang bertujuan memerangi diskriminasi.
Namun, sebagian hukuman tersebut ditangguhkan dalam masa percobaan. Satu di antaranya adalah pembatasan penonton untuk satu dari dua pertandingan kandang, termasuk denda 100 ribu dolar AS.
FIFA juga menjatuhkan sanksi individu berdasarkan laporan dari Jaksa Disiplin dan Etika terkait berbagai insiden dalam final Piala Dunia 2026.
Paredes Dihukum 10 Pertandingan
Paredes mendapat hukuman larangan bermain dalam 10 pertandingan, sedangkan Nahuel Molina dijatuhi sanksi tujuh laga. Keduanya juga masing-masing didenda 90 ribu dolar AS.
Thiago Almada menerima larangan bermain satu pertandingan dan denda 30 ribu dolar AS. Sementara itu, asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, dihukum tiga pertandingan dan denda 30 ribu dolar AS.
Dari kubu Spanyol, Gavi juga menerima larangan bermain satu pertandingan serta denda 30 ribu dolar AS.
Berdasarkan Pasal 69 ayat 2 a) dan 3 Kode Disiplin FIFA, hukuman larangan bertanding tersebut akan diberlakukan pada pertandingan berikutnya yang dijalani masing-masing tim nasional.
FIFA menyatakan pihak-pihak yang terkena sanksi telah menerima pemberitahuan mengenai keputusan tersebut pada Kamis. Mereka memiliki waktu 10 hari untuk meminta keputusan yang disertai alasan.
Keputusan tersebut masih dapat diajukan banding sesuai Pasal 61 Kode Disiplin FIFA.
Sumber: NDTV