3 Catatan Usai Laga Liverpool 2-2 Nottingham Forest: Andoni Iraola Masih Punya Pekerjaan Rumah

Liverpool kembali imbang 2-2 melawan Nottingham Forest. Tiga catatan penting mencuat, mulai dari lini belakang yang rapuh hingga minimnya opsi serangan.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 30 Agustus 2026, 08:32 WIB
Manajer Liverpool, Andoni Iraola, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat laga Premier League antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park, Newcastle, 23 Agustus 2026. (Paul Ellis / AFP)

Bola.com, Jakarta - Liverpool kembali gagal menang pada pekan kedua Premier League 2026/2027. Menjamu Nottingham Forest di Anfield, Sabtu (29/8/2026) malam WIB, The Reds harus puas bermain imbang 2-2.

Hasil tersebut menjadi pengulangan dari laga pekan pertama saat Liverpool juga bermain 2-2 melawan Newcastle United. Dua kali tertinggal, dua kali pula Liverpool mampu bangkit untuk mengamankan satu poin.

Advertisement

Alexander Isak sempat membawa Liverpool menyamakan kedudukan setelah menyelesaikan umpan Cody Gakpo. Forest kembali unggul melalui penalti Morgan Gibbs-White sebelum Victor Munoz menyelamatkan The Reds lewat tembakan keras.

Pertandingan ini sekaligus mengungkap sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi Andoni Iraola. Berikut tiga catatan penting dari laga Liverpool kontra Nottingham Forest.


Jacquet dan Masalah Lini Belakang

Pelatih Liverpool Andoni Iraola (kanan) berbicara dengan bek Konstantinos Tsimikas (kiri) pada babak pertama laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Jeremy Jacquet mengawali laga dengan cukup baik dengan sejumlah aksi defensif penting. Namun, konsentrasinya menurun ketika Liverpool kebobolan gol pertama.

Jacquet membuat Igor Jesus tetap onside saat menerima umpan jauh Matz Sels. Ia kemudian meninggalkan ruang yang dimanfaatkan Ndoye, sementara koordinasi Frimpong dan Cody Gakpo juga tidak ideal.

Situasi tersebut menunjukkan organisasi pertahanan Liverpool masih belum solid. Masalah koordinasi ini menjadi pekerjaan penting Iraola setelah persoalan serupa terlihat ketika menghadapi Newcastle.


Isak Melempem, Lalu Menjawab

Striker Liverpool Alexander Isak rayakan gol ke gawang Nottingham Forest pada laga Liga Inggris 2026/2027. (AFP/Oli Scarff)

Alexander Isak menghadapi tekanan besar setelah Liverpool membayar £125 juta untuk mendatangkannya. Ia dituntut segera membuktikan kualitas setelah musim sebelumnya terganggu cedera dan persoalan pramusim.

Selama satu jam pertama, Isak belum banyak memberikan ancaman. Ia bahkan sempat kehilangan bola saat berduel dengan Jair Cunha dan kesulitan menemukan ruang di lini belakang Forest.

Namun, peluang dari Gakpo diselesaikan dengan baik untuk menjadi gol. Momen tersebut menjadi sinyal positif, meski Isak masih perlu meningkatkan kontribusi di luar penyelesaian akhir.


Iraola Kekurangan Daya Gedor

Pelatih Liverpool Andoni Iraola berteriak kepada para pemainnya pada babak kedua laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Iraola menggunakan seluruh lima pergantian pemain untuk mengejar ketertinggalan. Ngumoha, Tsimikas, Gravenberch, Araujo, dan Nyoni masuk, tetapi opsi tersebut belum mampu mengubah daya serang Liverpool secara signifikan.

Komposisi pergantian itu memperlihatkan terbatasnya pilihan ofensif Iraola. Bahkan, Szoboszlai harus bergeser menjadi bek kanan ketika Liverpool membutuhkan gol.

Tembakan keras Munoz akhirnya menyelamatkan Liverpool dari kekalahan. Namun, dua hasil imbang 2-2 menunjukkan Iraola masih harus memperbaiki organisasi pertahanan dan menambah daya gedor tim sebelum bursa transfer ditutup.

Sumber: The Mirror

Berita Terkait