Bola.com, Jakarta - Juventus melanjutkan start sempurna di Serie A 2026/2027. Bianconeri mengalahkan Parma 2-0 di Allianz Stadium, Minggu (30/8/2026) dini hari WIB pada pekan kedua.
Kemenangan tersebut membuat Juventus mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Sebelumnya, tim asuhan Luciano Spalletti menang 1-0 atas Frosinone pada laga pembuka.
Namun, kemenangan atas Parma tidak diraih dengan mudah. Juventus sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan sebelum Nico Gonzalez dan Teun Koopmeiners, yang masuk sebagai pemain pengganti, mengubah jalannya pertandingan.
Hasil positif itu menjaga Juventus di papan atas bersama AC Milan. Di sisi lain, Spalletti masih melihat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki meski menilai penampilan timnya tetap solid.
Pergantian Pemain Jadi Pembeda
Juventus kesulitan menciptakan peluang pada babak pertama. Jonathan David bahkan mendapat cemoohan ketika digantikan, tetapi perubahan yang dilakukan Spalletti akhirnya membawa dampak positif.
Nico Gonzalez langsung memberikan ancaman setelah masuk. Sepakannya mengenai tiang sebelum ia memanfaatkan bola pantul untuk membawa Juventus unggul.
Gonzalez kemudian kembali berperan dalam gol kedua. Tekanan tingginya membantu menciptakan situasi yang berujung pada gol Koopmeiners pada menit-menit akhir.
Penampilan Gonzalez juga memperkuat penilaian Spalletti terhadap sang pemain. Sebelumnya, pelatih Juventus itu menyebut Gonzalez selalu mampu memberikan kontribusi maksimal di posisi mana pun.
Spalletti Puas, tetapi Masih Ada Evaluasi
Juventus kini mengantongi enam poin dari dua laga dan menjaga rekor sempurna. Mereka juga berbagi posisi puncak klasemen bersama AC Milan yang sama-sama memenangi dua pertandingan.
Spalletti tetap menilai Juventus tampil baik meski sempat mendapat cemoohan dari suporter. Ia menyoroti tekanan dan intensitas permainan timnya, meski mengakui efektivitas serangan masih perlu ditingkatkan.
"Kami melakukan 25 umpan silang di babak pertama namun tidak ada satu pun yang berhasil disambut dengan sundulan," ujar Spalletti kepada DAZN.
"Itu adalah penampilan yang solid, dengan tujuan, motivasi, kualitas, dan tekanan konstan yang tepat. Jelas, Anda membutuhkan momen penyelesaian akhir untuk menuntaskannya, tetapi menurut Anda, apa pun yang tidak berujung gol dianggap negatif. Saya senang bisa terus menekan lawan dalam durasi waktu selama itu," imbuh Spalletti.