Jay Idzes Terkesan Dilatih Alberto Aquilani, Akui Punya Ambisi Bikin Sassuolo Melejit di Serie A

Jay Idzes Terkesan Dilatih Alberto Aquilani, Akui Punya Ambisi Bikin Sassuolo Melejit di Serie A

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 30 Agustus 2026, 11:15 WIB
Jay Idzes, bek Sassuolo di Liga Italia Serie A 2025/2026. (Dok. X @SassuoloUS)

Bola.com, Jakarta - Jay Idzes akhirnya melakoni pertandingan pertamanya di musim 2026/2027 untuk Sassuolo. Ia bermain penuh saat Sassuolo menang 2-1 atas Torino pada pekan kedua di Mapei Stadium, Minggu (30/8/2026) dini hari WIB.

Bagi Jay Idzes, laga tadi malam menandai comeback alias kembali bermain untuk Sassuolo dalam lanjutan Serie A 2026/2027 pascacedera. Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia itu sudah menepi sejak akhir musim lalu, kemudian melewatkan masa pramusim hingga pekan pertama Serie A minggu lalu.

Advertisement

Pekan lalu, bek 25 tahun itu hanya berada di bangku cadangan saat timnya kalah 1-2 di markas Atalanta. Setelah pulih total, Jay Idzes diturunkan dan langsung membawa dampak positif untuk Neroverdi.

Gol kemenangan Sassuolo dihasilkan Cristian Volpato dan Domenico Berardi. Sementara satu gol balasan Torino lahir dari sundulan bek Pietro Comuzzo. Dengan hasil ini, Sassuolo untuk sementara nangkring di posisi ke-12 dengan nilai tiga dari dua pertandingan.


Penuh Gagasan

Bek Sassuolo, Jay Idzes, melakukan pemanasan jelang melawan Como, Sabtu (29-11-2025) dini hari WIB, dalam laga pekan ke-13 Serie A 2025/26. (Dok X @SassuoloUS)

Ada yang menarik dari pernyataan terkini Jay Idzes, setelah membawa timnya mengalahkan Torino. Ia mengaku terkesan dengan sosok Alberto Aquilani, pelatihnya saat ini di Sassuolo.

Setelah menunggu waktu dua bulan lebih sejak kedatangan Aquilani melatih Sassuolo, Jay Idzes baru bisa bermain dini hari tadi. Idzes sebelumnya berjuang memulihkan kondisi dari cedera tumit dan hamstring.

Sementara Aquilani ditunjuk menjadi pelatih anyar Sassuolo musim ini sejak tanggal 12 Juni lalu. Ia mengemban tugas menjadi penerus Fabio Grosso yang hijrah ke Fiorentina.

Alberto Aquilani bukanlah sosok asing di sepak bola Italia. Ia pernah bermain untuk AS Roma, Juventus, hingga Timnas Italia saat menjadi pemain. Kemudian dalam karier pelatih, ia pernah membesut Pisa dan Catanzaro sebelum memimpin Sassuolo.

"Saat pelatih datang, saya sempat berbicara dengannya, begitu pula dia dengan kami semua. Dia memiliki gagasan yang jelas, Anda bisa langsung melihat bagaimana gaya permainan yang kami inginkan dan bagaimana sosoknya," tutur Jay Idzes dikutip dari laman Sassuolo News.


Karakter Kuat

Jay Idzes mengakui sosok Alberto Aquilani sebagai orang yang penuh karakter dalam gaya permainan di atas lapangan. Agresivitas tim menjadi prioritas dalam permainan meski tidak harus selalu unggul penguasaan bola.

Hal itu bisa terlihat dari saat mengalahkan Torino. Meski sedikit kalah dalam penguasaan bola, Sassuolo jauh lebih agresif di wilayah pertahanan lawan dengan 19 kali upaya tembakan dengan tujuh di antaranya on target.

Begitu juga di pekan pertama saat kalah 1-2 dari Atalanta. Sassuolo yang kalah ball possession, namun unggul dalam tembakan hingga 22 kali dan 8 di antaranya mengarah ke sasaran.

"Kami menerapkannya dalam latihan minggu ini. Dia selalu ingin kami menguasai bola, dan saat kami tidak memegangnya, dia ingin kami bermain agresif—dan kami ingin terus mempertahankan hal itu."

Selanjutnya, Jay Idzes akan kembali menjadi tumpuan lini belakang Sassuolo saat bertemu Frosinone pada babak 32 besar Coppa Italia tengah pekan nanti, serta duel di markas Bologna pada pekan ketiga Serie A tanggal 6 September mendatang.

Sumber: Sassuolo News

Berita Terkait