Jose Mourinho Transformasikan Federico Valverde jadi Deep-Lying Midfielder di Real Madrid

Jose Mourinho mengandalkan Federico Valverde sebagai deep-lying midfielder di Real Madrid musim 2026/2027, namun posisi ini menanti kembalinya Aurelien Tchouame

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 30 Agustus 2026, 09:16 WIB
Selebrasi Federico Valverde dalam laga Real Madrid vs Elche di Liga Spanyol, Minggu (15/3/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho mulai menetapkan peran Federico Valverde di lini tengah Real Madrid. Kapten asal Uruguay itu kini lebih sering ditempatkan sebagai deep-lying midfielder untuk memaksimalkan kemampuannya dalam menjaga keseimbangan permainan.

Valverde memang sudah lama menjadi pemain penting Real Madrid. Fleksibilitasnya membuat ia kerap dimainkan di berbagai posisi, mulai dari bek sayap, gelandang bertahan, gelandang serang, hingga pemain sayap.

Advertisement

Namun, pendekatan Mourinho berbeda. Seperti dilaporkan MARCA, pelatih asal Portugal itu tidak ingin Valverde terus berpindah posisi dan lebih melihatnya sebagai gelandang yang beroperasi dari area lebih dalam.

Pada awal musim 2026/2027, Valverde selalu menjadi starter dalam skema double pivot bersama Bernardo Silva. Peran tersebut memberinya tanggung jawab lebih besar dalam membantu pertahanan sekaligus mengawali pembangunan serangan.


Mourinho Mulai Memaksimalkan Valverde di Tengah

Aksi Jose Mourinho pada laga Real Madrid lawan Espanyol pada pekan ke-2 La Liga 2026/2027 di RCDE Stadium - AP Photo/Joan Monfort

Valverde dikenal sebagai pemain serbabisa yang dapat mengisi berbagai kebutuhan taktik tim. Namun, Mourinho kini memilih untuk membatasi fleksibilitas tersebut dengan menempatkannya secara lebih konsisten di lini tengah.

Menurut laporan MARCA, Mourinho melihat posisi gelandang sebagai area terbaik bagi Valverde. Secara khusus, ia dipercaya mampu memberikan kontribusi maksimal ketika menjalankan peran deep-lying midfielder.

Keputusan tersebut sejauh ini memberikan hasil positif. Dalam skema double pivot bersama Bernardo Silva, Valverde mampu menjalankan tugas defensif sekaligus tetap terlibat dalam fase awal serangan Real Madrid.

Ketika menghadapi Real Sociedad, Valverde mencatatkan tiga aksi bertahan, dua ball recovery, dan satu intersep. Ia juga tidak pernah dilewati lawan dalam situasi dribel, memenangkan dua duel, serta mencatatkan akurasi operan 93 persen.


Kembalinya Tchouameni Jadi Ujian Baru

Aurelien Tchouameni. Thomas COEX / AFP

Performa Valverde juga tidak hanya terlihat dari kontribusi defensif. Ia memberikan assist untuk Kylian Mbappe dan melepaskan dua tembakan ke arah gawang saat menghadapi Sociedad.

Mourinho kini memiliki opsi yang lebih memadai di posisi bek sayap dan sayap kanan. Kondisi tersebut membuat Valverde dapat difokuskan untuk menjalankan peran di lini tengah tanpa harus kembali menjadi pemain serbabisa di berbagai area.

Persoalannya, Aurelien Tchouameni segera kembali setelah mengalami cedera. Gelandang asal Prancis tersebut selama ini menjadi pilihan utama sebagai pivot dan diperkirakan kembali bersaing untuk mengisi salah satu posisi dalam double pivot bersama Bernardo Silva.

Cedera Tchouameni memang memberikan Valverde kesempatan tampil lebih reguler di bawah Mourinho. Namun, ketika sang gelandang Prancis kembali, keputusan Mourinho akan menarik untuk diamati: apakah Valverde tetap dipertahankan sebagai deep-lying midfielder atau harus kembali berbagi menit bermain di lini tengah.

Sumber: Madrid Universal

Berita Terkait