Bola.com, Jakarta - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menuntaskan perjuangannya pada ajang Moto3 Aragon 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan. Dalam perlombaan yang berlangsung pada Minggu (30/8/2026), Veda harus puas finis di posisi ke-20.
Hasil tersebut menempatkan Veda dengan selisih waktu 30,0197 detik dari sang juara, Maximo Quiles. Pembalap asal Spanyol itu tampil dominan dan berhasil mengamankan podium tertinggi pada gelaran tersebut.
Veda Ega Pratama sebenarnya memulai balapan dari urutan ke-22. Meski berada di posisi start yang cukup jauh, pembalap asal Gunung Kidul ini sempat menunjukkan performa yang menjanjikan pada awal perlombaan.
Perjuangan Veda Ega di Lintasan Aragon
Selepas lap pertama, Veda berhasil memperbaiki posisinya dengan naik ke urutan ke-18. Tren positif tersebut sempat berlanjut hingga memasuki lap kesepuluh, di mana ia mampu menempati posisi ke-16.
Namun, setelah mencapai titik tersebut, posisi Veda perlahan mulai melorot. Ia sempat turun ke urutan ke-18 dan bahkan sempat terpental dari jajaran 20 besar pembalap tercepat.
Menjelang akhir balapan, Veda kembali menunjukkan daya juangnya. Ia akhirnya mampu mengamankan peringkat ke-20 setelah memenangi persaingan sengit dengan pembalap asal Jepang, Ryusei Yamanaka, pada lap terakhir.
Dominasi Maximo Quiles di Barisan Depan
Sementara itu, persaingan di barisan depan menyajikan drama yang cukup intens antara Maximo Quiles dan David Almansa. Almansa sempat tampil solid dengan memimpin jalannya balapan hingga sepuluh lap awal.
Quiles sempat melakukan kesalahan pada lap kelima saat melebar di tikungan 15, yang membuat Almansa kembali mengambil alih posisi terdepan. Meski demikian, Quiles tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit dan merebut kembali posisi puncak.
Setelah berhasil melewati Almansa pada lap ke-10, Quiles terus memimpin hingga garis finis. Kemenangan ini membuat Quiles semakin kokoh di puncak klasemen pembalap Moto3 2026 dengan total raihan 256 poin.