Kelemahan Fatal Liverpool Terungkap: Belanja Besar di Bursa Transfer, tapi Lupa Satu Posisi Penting

Liverpool bermanuver agresif di bursa transfer musim panas 2026.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 30 Agustus 2026, 20:45 WIB
Pelatih Liverpool Andoni Iraola (kanan) berbicara dengan bek Konstantinos Tsimikas (kiri) pada babak pertama laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Bola.com, Jakarta - Liverpool bermanuver agresif di bursa transfer musim panas 2026. Namun, belanja besar The Reds ternyata belum sepenuhnya menutup semua kelemahan dalam skuad.

Di tengah gempuran rumor perburuan penyerang sayap dan gelandang baru, satu area krusial di dalam skuad Liverpool justru terlihat sangat rapuh. Sektor tersebut membutuhkan pembenahan mendesak sebelum bursa transfer musim panas resmi ditutup pekan ini.

Advertisement

Dua laga awal Liverpool di bawah era kepelatihan Andoni Iraola menunjukkan pola masalah yang serupa.

Hasil 2-2 saat bertandang ke markas Newcastle United dan ketika menjamu Nottingham Forest memperlihatkanThe Reds selalu tertinggal di babak pertama sebelum harus berjuang keras menyamakan kedudukan menjelang laga usai.

Seperti dikutip dari Sport Illustrated, Minggu (30/8/2026), benang merah paling mengkhawatirkan dari dua laga tersebut adalah merosotnya performa dua bek sayap utama mereka, Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez.

 

 


Kehilangan Sosok Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson.

Bek Liverpool asal Skotlandia bernomor punggung 26, Andrew Robertson (kiri), dan bek Liverpool asal Inggris bernomor punggung 66, Trent Alexander-Arnold, merayakan kemenangan dengan trofi Liga Inggris di akhir pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Crystal Palace di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 25 Mei 2025. Liverpool menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melawan Crystal Palace. (Paul ELLIS/AFP)

Liverpool kehilangan dua sosok penting di sektor bek sayap. Melihat penampilan buruk duo bek sayap tersebut, para pendukung Liverpool tentu merindukan era kejayaan Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson.

Trent Alexander-Arnold pindah ke Real Madrid, sedangkan Andy Robertson meninggalkan Anfield untuk bergabung dengan Tottenham Hotspur secara gratis.

Kini, era keemasan tersebut seolah lenyap ditelan waktu. Musim ini menjadi kali pertama bagi Liverpool mengarungi kompetisi tanpa kehadiran salah satu dari Trent maupun Robertson dalam sembilan tahun terakhir.

Penurunan kualitas di sektor bek sayap ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas tim secara keseluruhan.

Secara matematis, keputusan memboyong Frimpong dan Kerkez dengan nilai total 95 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 1,6 triliun awalnya terlihat logis.

Frimpong tampil sangat impresif saat membawa Bayer Leverkusen meraih gelar domestik pada musim 2023/2024, sementara Kerkez digadang-gadang sebagai suksesor ideal Robertson berkat kecepatan dan agresivitasnya.

Sayangnya, performa kedua pemain di awal musim 2026–2027 ini justru memicu kekhawatiran besar.

Lini pertahanan Liverpool tampak sangat terbuka. Frimpong kerap kesulitan dalam duel bertahan akibat terbiasa bermain sebagai wing back serang, sedangkan Kerkez sering melakukan kecerobohan posisi yang merepotkan lini belakang.

Masalah Liverpool tidak hanya berhenti di sektor pertahanan, melainkan juga berimbas pada tumpulnya penyerangan dari sisi lapangan.

Jika era Trent dan Robertson mampu mencatatkan puluhan assist dan gol setiap musimnya, kombinasi Frimpong dan Kerkez sejauh ini sangat minim memberikan kontribusi nyata dalam skema penyerangan.

 


Kedalaman Skuad Liverpool Mengkawatirkan

Duel sengit Newcastle United vs Liverpool di St James' Park, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. (AP/Ian Hodgson)

Manajemen Liverpool sejatinya aktif di bursa transfer musim panas ini dengan mendatangkan sejumlah nama di posisi penyerang dan bek tengah, seperti Bradley Barcola, Victor Muñoz, Jeremy Jacquet, hingga Ronald Araújo.

Namun demikian, keputusan untuk menelantarkan pembenahan di sektor bek murni berpotensi menjadi bumerang.

Keputusan tidak membeli bek kanan baru mungkin dapat dimaklumi karena klub masih menaruh harapan pada Conor Bradley yang sedang memulihkan cedera.

Namun, membiarkan pos bek kiri tanpa tambahan amunisi berkualitas setelah kepindahan Robertson ke Tottenham Hotspur jelas merupakan sebuah perjudian besar.

Dengan hanya menyisakan Kostas Tsimikas sebagai pelapis Kerkez sekembalinya dari masa peminjaman yang kurang impresif di Roma, kedalaman skuad Liverpool di posisi bek kiri terlihat sangat mengkhawatirkan.

Jika manajemen tidak segera bertindak sebelum tenggat transfer 1 September, celah ini dapat berujung ancaman serius bagi ambisi Iraola di musim perdananya.

Sumber: Sport Illustrated

Berita Terkait