Bola.com, Jakarta - Manchester United berhasil meraih kemenangan besar 5-2 atas Ipswich Town pada pekan kedua Liga Inggris 2026-27. Meski pesta gol tercipta di Old Trafford, penampilan mereka pada babak pertama belum mencerminkan kualitas para pemain yang diturunkan.
Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Marcus Rashford menjadi trio lini depan dengan dukungan Kobbie Mainoo, Youri Tielemans, serta Bruno Fernandes. Kombinasi tersebut terlihat sangat menjanjikan di atas kertas, tetapi Man Utd masih kesulitan menghasilkan peluang berkualitas secara konsisten sebelum jeda.
Perubahan besar terjadi pada babak kedua dengan empat gol tambahan untuk tuan rumah. Bruno Fernandes menjadi pusat kebangkitan melalui hattrick dan satu assist yang mengubah pertandingan menjadi kemenangan meyakinkan.
Angka Babak Pertama Jadi Pertanyaan
Man Utd memang memiliki xG 0,98 pada babak pertama, tetapi angka tersebut belum menggambarkan dominasi yang diharapkan dari komposisi pemain mereka. Ipswich mampu memberikan perlawanan terbuka dan tidak membiarkan lini serang tuan rumah bergerak dengan leluasa.
Tim tamu bahkan tidak datang dengan pendekatan bertahan total di Old Trafford. Anak asuh Gary O'Neil berani mengambil inisiatif sehingga Man Utd sebenarnya memiliki ruang untuk mengembangkan serangan.
Gol Fernandes menjadi contoh bahwa kesalahan lawan justru membantu membuka peluang besar. Ipswich kehilangan bola dalam situasi yang memungkinkan Man Utd melakukan serangan tiga lawan satu hingga menghasilkan gol penyama kedudukan.
Bruno Fernandes Mengubah Wajah Man Utd
Bruno Fernandes kembali menjadi pemain yang mampu mengangkat permainan Man Utd ketika tim membutuhkan respons. Ia mencetak gol penyama melalui kaki kirinya sebelum kemudian mengeksekusi penalti dengan tenang.
Gol ketiganya lahir berkat kemampuan membaca posisi dan mengantisipasi bola muntah hasil tembakan Mbeumo. Fernandes juga memberikan assist untuk gol Mbeumo yang membuat keunggulan Man Utd semakin besar.
Kontribusi tersebut memperlihatkan betapa pentingnya Fernandes bagi permainan menyerang Man Utd. Ia tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga penghubung yang menjaga intensitas serangan tetap tinggi.
Perubahan Drastis Man Utd Selepas Jeda
Man Utd tampil jauh lebih agresif setelah kembali dari ruang ganti. Expected goals mereka melonjak menjadi 3,82 pada babak kedua, menunjukkan peningkatan kualitas peluang yang sangat signifikan.
Tiga gol tercipta hanya dalam rentang 12 menit ketika tekanan Man Utd mencapai puncaknya. Kecepatan serangan dan keberanian bermain lebih vertikal membuat Ipswich kesulitan mempertahankan organisasi pertahanan.
Kemenangan 5-2 akhirnya memberikan hasil yang dibutuhkan setelah kekalahan dari Hull City pada pekan pertama. Namun, Michael Carrick tetap perlu mencari solusi agar kualitas serangan Man Utd sejak awal pertandingan bisa menyamai performa mereka setelah jeda.
Sumber: Sports Illustrated