Chelsea Menang Dramatis atas Brighton, Joao Pedro Malah Dicibir karena Selebrasi Gol

Striker andalan Chelsea, Joao Pedro, mendadak menjadi sorotan tajam dan mendapat kritik dari publik.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 31 Agustus 2026, 13:15 WIB
Skuad Chelsea merayakan gol Joao Pedro ke gawang Fulham di pekan ketiga Premier League 2025/2026 di Stamford Bridge, Sabtu (30/08/2025) malam WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Bola.com, Jakarta - Striker andalan Chelsea, Joao Pedro, mendadak menjadi sorotan tajam dan mendapat kritik dari publik. Kritikan itu muncul setelah ia melakukan aksi selebrasi gol yang dinilai kontroversial saat The Blues menang dramatis 4-3 atas Brighton & Hove Albion dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (30/8/2026). 

Pemain berkebangsaan Brasil tersebut dituding tidak menghormati mantan klubnya sendiri yang telah membesarkan namanya di panggung sepak bola Inggris.

Advertisement

Pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge tersebut sejatinya menjadi momen manis bagi tim asuhan manajer Xabi Alonso.

Kemenangan atas Brighton tersebut memperpanjang rekor impresif The Blues yang sukses mencatatkan tiga kemenangan beruntun di awal musim. Hasil itu sekaligus mendongkrak posisi klub London Barat itu ke peringkat ketiga klasemen sementara Premier League jelang laga krusial kontra Arsenal pekan depan.

Empat gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak oleh Romeo Lavia, Pedro Neto, Joao Pedro, serta Cole Palmer.

Namun, pertandingan berjalan sangat sengit lantaran tim tamu sempat memberikan perlawanan sengit dan mengancam comeback melalui gol Malick Yalcouye, gol bunuh diri dari Joao Pedro, serta gol telat Pascal Gross sebelum peluit panjang dibunyikan.


Selebrasi di Depan Tribune Fans Brighton

Pemain Chelsea Joao Pedro bereaksi dalam laga Premier League Inggris antara Chelsea vs Brighton di London, Minggu, 30 Agustus 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Di balik gemuruh suka cita pendukung tuan rumah menyambut hujan tujuh gol tersebut, atmosfer panas justru menyelimuti sudut tribune suporter tamu.

Sepanjang laga, para pendukung Brighton tanpa henti menyoraki dan mengejek Joao Pedro yang pernah berseragam Brighton  selama dua musim sebelum memutuskan hijrah ke Chelsea pada bursa transfer Juli 2025.

Tekanan dan cemoohan fans lawan kian memuncak ketika penyerang bernilai mahal itu membuang peluang emas di awal babak pertama dengan menembak bola menyamping dari jarak dekat.

Tetapi, Pedro berhasil menebus kesalahannya pada babak kedua dengan mencetak gol ketiga bagi Chelsea.

Bukannya memilih menahan diri atau tidak merayakan gol sebagai bentuk penghormatan kepada mantan timnya, Joao Pedro justru berlari langsung menuju tribune pendukung Brighton dan melakukan selebrasi provokatif di hadapan mereka.

Di pertengahan laga ia juga tertangkap kamera membalas siulan fans lawan dengan menunjuk ke arah emblem Piala Dunia Antarklub di jerseynya serta papan skor stadium.


Klarifikasi Joao Pedro

Aksi provokasi tersebut langsung menyulut kemarahan di media sosial, termasuk dari mantan penggawa Brighton, Anthony Knockaert.

Melalui unggahan di Instagram Story miliknya, Knockaert mengecam keras sikap Pedro dan mengingatkan sang pemain agar tidak berprilaku seperti kacang yang lupa pada kulitnya setelah sukses bersama tim besar.

Menanggapi ancaman yang mengarah padanya, Joao Pedro memberikan klarifikasi seusai laga. Dia menegaskan tidak ada niat jahat sedikit pun di balik selebrasinya tersebut.

"Saya hanya merayakan gol, itu bisa terjadi menghadapi fans mana pun dan tim mana pun. Saya hanya ingin melakukan selebrasi saya sendiri tanpa bermaksud merendahkan siapa pun,"ujar Pedro saat diwawancarai oleh BBC Sport.

Pemain yang mencatatkan 70 penampilan dan 30 gol selama membela Brighton itu menambahkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga konsistensi performa bersama Chelsea.

Sumber: Sportbible

 

 

Berita Terkait