Manchester City Abaikan Tanda Bahaya Enzo Fernandez, Kini Hadapi 3 Masalah

Manchester City resmi mendatangkan Enzo Fernandez dari Chelsea dengan nilai transfer Rp3 triliun. Namun, keputusan tersebut dinilai menyisakan tiga persoalan bagi Manchester City, yakni dari sisi finansial, temperamen, dan taktik.

BolaCom | Fauzi Ananta DharmawanDiterbitkan 02 September 2026, 13:15 WIB
Enzo Fernandez resmi tinggalkan Chelsea dan gabung Manchester City di bursa transfer musim panas 2026. (Dok. X @ManCity)

Bola.com, Jakarta - Enzo Fernandez menjadi bagian dari proyek perombakan lini tengah Manchester City setelah klub kehilangan sejumlah pemain penting. Ia resmi dilepas Chelsea dan gabung Man City, Rabu (2/9/2026) dini hari WIB. 

Ia akan kembali bekerja sama dengan Enzo Maresca yang kini menangani The Citizens.  Sebelumnya keduanya pernah bahu membahu di Chelsea.

Advertisement

Di Manchester City, Fernandez akan bergabung dengan Elliot Anderson dan Ayyoub Bouaddi sebagai bagian dari perubahan besar di lini tengah.

Keputusan Manchester City merekrut Fernandez juga menarik perhatian. Klub kaya raya tersebut harus mengeluarkan dana sangat besar untuk pemain yang performanya di Chelsea belum sepenuhnya sebanding dengan nilai transfernya.

Meski begitu, Fernandez memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi besar. Ia mencetak 15 gol pada musim lalu untuk Chelsea yang hanya finis di posisi ke-10 Premier League.

Ia juga beberapa kali menunjukkan kemampuannya mencetak gol pada momen penting bersama Timnas Argentina, termasuk gol kemenangan pada injury time melawan Mesir dan gol penyama kedudukan pada semifinal melawan Inggris.


Peran Fernandez Jadi Pertanyaan

Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Burnley dalam laga lanjutan Premier League 2025/2026 di Turf Moor, Sabtu (22/11/2025). (ANDY BUCHANAN / AFP)

Seperti dikutip dari Independent, Salah satu persoalan utama berada pada aspek taktik. Performa terbaik Fernandez bersama Chelsea muncul ketika ia bermain sebagai gelandang nomor 10 atau nomor 8 dengan kebebasan untuk membantu serangan.

Ketika dimainkan sebagai gelandang bertahan pada awal kariernya di Chelsea, Fernandez tidak selalu tampil optimal. Ia kemudian dipasangkan dengan Moises Caicedo dan terlihat lebih nyaman ketika memiliki pemain lain yang dapat mengambil sebagian besar pekerjaan defensif di lini tengah.

Fernandez juga pernah bermain bersama Andrey Santos, Romeo Lavia, atau Reece James yang membantunya dalam menjalankan tugas tersebut. Beberapa penampilan terbaiknya bersama Chelsea bahkan terjadi ketika Cole Palmer tidak bermain.

Chelsea menyebut kepindahan Fernandez sebagai konsekuensi dari keinginannya untuk hengkang. Namun, dengan Palmer yang sudah fit dan Morgan Rogers bergabung, tidak banyak ruang bagi Fernandez dalam formasi 3-4-2-1 yang digunakan Xabi Alonso.

Manchester City justru merekrut Fernandez bersama Anderson dan Bouaddi yang bernilai Rp2 triliun untuk mengisi lini tengah lebih dalam, di belakang Rayan Cherki atau Phil Foden, sebagai pengganti Rodri dan Bernardo Silva.

Manchester City sebenarnya sudah memiliki rencana untuk menggantikan Kevin De Bruyne, salah satunya melalui keberhasilan Rayan Cherki. Karena itu, keputusan menempatkan Fernandez lebih dalam di lini tengah menjadi pertanyaan.

Anderson didatangkan dengan nilai Rp2,8 triliun. Duet Anderson dan Fernandez berpotensi tidak sekuat kombinasi Rodri dan Bernardo Silva. Rodri merupakan pemenang Ballon d'Or sekaligus peraih Golden Ball Piala Dunia, sedangkan Silva menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam keberhasilan Manchester City.


Karakter Fernandez Jadi Sorotan

Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, memberikan kartu merah kepada gelandang Argentina #24 Enzo Fernandez pada pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 19 Juli 2026. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Persoalan kedua berkaitan dengan temperamen Fernandez. Ia dinilai dapat menunjukkan sikap kekanak-kanakan, egois, dan tidak disiplin.

Sebagai contoh, Enzo Fernandez terlibat insiden dengan Anderson saat Argentina menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia. Ia kemudian mendapat kartu merah pada final Piala Dunia setelah melakukan tekel keras.

Rekan-rekan Fernandez juga terlibat kontroversi setelah pertandingan final. Sementara itu, Fernandez menulis unggahan di Instagram yang menyebut Timnas Argentina telah menjalankan turnamen dengan sikap "bangga" dan "rendah hati".

Karakter Fernandez menjadi semakin menarik karena Manchester City sebelumnya memiliki banyak pemain dengan reputasi sebagai profesional yang tenang dan minim masalah. Nama-nama seperti Rodri, Bernardo Silva, Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne, Nathan Ake, Manuel Akanji, dan Ruben Dias menjadi contoh pemain yang dianggap memiliki kepribadian positif.

Guardiola juga diketahui sangat menyukai Silva bukan hanya karena kemampuan teknisnya, tetapi juga karena kepribadiannya. Karena itu, keputusan mengeluarkan Rp3 triliun untuk Fernandez menimbulkan pertanyaan mengenai kecocokan karakternya dengan lingkungan Manchester City.

Fernandez juga memiliki sejarah mendorong kepindahannya dari klub. Ia meninggalkan Benfica dan kemudian Chelsea ketika masih memiliki kontrak jangka panjang. Kedua kepindahan tersebut tampaknya juga berkaitan dengan peluang mendapatkan bayaran yang lebih besar.

Maresca mungkin melihat komentar Fernandez yang membuat Chelsea menjatuhkan skorsing dua pertandingan sebagai bentuk kesetiaan kepada mantan sekaligus calon manajernya. Namun, pihak lain menilai komentar tersebut menunjukkan ketidaksetiaan.

Fernandez juga pernah mengisyaratkan keinginannya bergabung dengan Real Madrid. Namun, klub Spanyol tersebut kemudian secara terbuka membantah akan merekrutnya. Semua hal tersebut seharusnya menjadi tanda bahaya bagi Manchester City, tetapi klub tetap memutuskan untuk memboyongnya.


Nilai Transfer Fernandez Dipertanyakan

Enzo Fernandez resmi tinggalkan Chelsea dan gabung Manchester City di bursa transfer musim panas 2026. (Dok. X @ManCity)

Persoalan terakhir berkaitan dengan aspek finansial. Fernandez memang tampil luar biasa bersama Argentina, tetapi performanya selama tiga setengah tahun di Chelsea dinilai belum sebanding dengan biaya yang dikeluarkan klub London tersebut.

Chelsea memenangkan Piala Dunia Antarklub. Namun, periode Fernandez di London secara keseluruhan dinilai sebagai masa yang banyak diwarnai kegagalan memenuhi ekspektasi.

Nilai transfer Fernandez juga dinilai tidak sebanding dengan performanya bersama Chelsea. Klub London tersebut sebelumnya mengeluarkan Rp2,6 triliun untuk memboyongnya dari Benfica.

Chelsea sempat menetapkan tenggat 14 Agustus untuk penjualan Fernandez. Namun, klub tersebut tetap bersedia melepas sang gelandang pada hari terakhir bursa transfer. Kondisi itu menjadi indikasi bahwa Chelsea sudah lelah dengan situasi yang melibatkan Fernandez.

Meski demikian, Chelsea mampu memperoleh keuntungan dari penjualan tersebut setelah Manchester City membayar Rp3 triliun untuk Fernandez.

Pada akhirnya, Fernandez tidak memberikan Chelsea nilai yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan untuknya. Kini Manchester City justru membayar lebih mahal untuk mendapatkan sang gelandang.

Sumber: Independent

 

Berita Terkait