Bola.com, Jakarta - Manchester City tancap gas di bursa transfer musim panas 2026. The Citizens menggelontorkan dana besar untuk membangun ulang skuad dan mengirim sinyal kuat kepada para pesaing di Premier League.
Mereka tercatat sebagai klub dengan pengeluaran terbesar di liga pada periode ini. Total belanja mencapai sekitar 458 juta poundsterling atau lebih dari Rp 9,7 triliun.
Manuver ini bagian dari proyek perombakan besar. City tidak sekadar menambah kuantitas, tetapi berani menempatkan dana besar untuk pemain yang diproyeksikan jadi fondasi beberapa tahun ke depan.
Langkah paling mencolok terjadi pada hari terakhir bursa. City mengamankan Enzo Fernandez dari Chelsea dengan nilai 125 juta poundsterling. Nilai tersebut menyamai rekor transfer Inggris. Fernandez juga menjadi pemain pertama yang pernah ditransfer dengan nilai lebih dari 100 juta poundsterling sebanyak dua kali dalam kariernya.
Enzo Fernandez Jadi Mahkota Belanja
Kedatangan Fernandez menjadi puncak dari aktivitas transfer Manchester City pada musim panas ini.
Gelandang asal Argentina itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun. Ia kembali bekerja sama dengan Enzo Maresca, yang kini menangani Manchester City setelah sebelumnya menjadi bagian dari Chelsea.
Sepanjang musim 2025/2026 bersama Chelsea, Fernandez mencatat 15 gol dan tujuh assist di semua kompetisi. City memproyeksikannya sebagai penguat krusial di lini tengah.
Transfer Fernandez diumumkan sekitar 30 menit setelah bursa resmi ditutup. Nilainya membuat Manchester City kembali memecahkan rekor transfer klub yang sebelumnya baru saja mereka buat pada musim panas ini.
Elliot Anderson dan Ayyoub Bouaddi Tak Kalah Mahal
Sebelum merekrut Fernandez, Manchester City sudah membuat kejutan dengan mendatangkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest.
Gelandang asal Inggris itu diboyong dengan nilai transfer hingga 116 juta poundsterling. Angka tersebut sempat menjadi rekor klub sebelum disalip oleh transfer Fernandez.
City kemudian menambah kekuatan dengan Ayyoub Bouaddi dari Lille. Nilainya sekitar 86 juta poundsterling.
Dengan tiga akuisisi bernilai mencapai atau mendekati 100 juta poundsterling dalam satu bursa, City menegaskan keseriusan mereka melakukan regenerasi sekaligus memperkuat skuad.
Iliman Ndiaye Menyusul di Deadline Day
Pada deadline day, Manchester City juga merampungkan perekrutan Iliman Ndiaye dari Everton.
Pemain depan asal Senegal tersebut didatangkan dengan nilai sekitar 65 juta poundsterling. Ia meneken kontrak berdurasi lima tahun dan dikenal serbabisa di berbagai posisi lini depan.
Selain empat nama itu, City turut merekrut pemain muda Brasil, Allan Elias, dengan nilai sekitar 40 juta euro.
Jika seluruh transfer musim panas dihitung, Manchester City menjadi klub Premier League dengan pengeluaran terbesar. Totalnya mencapai sekitar 458 juta poundsterling.
Belanja Jumbo Diimbangi Penjualan Besar
Aktivitas City tidak hanya fokus pada pembelian. Klub juga melakukan perombakan besar terhadap skuad lama.
Sejumlah nama seperti Savio, Rodri, Nico Gonzalez, Tijjani Reijnders, James Trafford, dan Nathan Ake meninggalkan klub.
Dari berbagai penjualan tersebut, Manchester City meraup sekitar 280 juta poundsterling. Bernardo Silva dan John Stones juga pergi dengan status bebas transfer.
Artinya, meski pengeluaran sangat besar, ada pemasukan signifikan dari pelepasan sejumlah pemain.
Musim lalu, City finis sebagai runner-up Premier League setelah tertinggal tujuh poin dari Arsenal. Kini, mereka membangun ulang skuad dengan kombinasi pemain berpengalaman, bintang kelas dunia, dan talenta muda.
Kedatangan Fernandez, Anderson, Bouaddi, dan Ndiaye memperlihatkan ambisi besar untuk kembali menguasai Inggris.
Dengan belanja sekitar 458 juta poundsterling, Manchester City bukan hanya paling royal di bursa musim panas 2026. Mereka juga mengirim pesan jelas kepada Arsenal, Liverpool, Manchester United, Chelsea, dan para pesaing lainnya: The Citizens siap kembali berburu gelar.