Beban Berat Enzo Fernandez di Manchester City, Pakai Nomor Keramat Peninggalan Kevin De Bruyne

Enzo Fernandez menghadapi tantangan besar setelah memilih mengenakan nomor punggung 17 yang sebelumnya menjadi milik legenda Manchester City, Kevin De Bruyne.

BolaCom | Fauzi Ananta DharmawanDiterbitkan 03 September 2026, 11:45 WIB
Enzo Fernandez resmi tinggalkan Chelsea dan gabung Manchester City di bursa transfer musim panas 2026. (Dok. X @ManCity)

Bola.com, Jakarta - Tidak hanya menjadi salah satu pemain dengan nilai transfer termahal dalam sejarah Liga Inggris, Enzo Fernandez kini memilih tantangan yang lebih berat setelah mengenakan nomor punggung 17 yang sebelumnya menjadi milik legenda Manchester City, Kevin De Bruyne.

Setelah saga transfer yang berlangsung cukup panjang dan hampir berakhir dengan situasi yang tidak menyenangkan, Fernandez akhirnya meninggalkan Chelsea dengan nilai transfer mencapai 125 juta poundsterling atau sekitar Rp3 triliun.

Advertisement

Pemain Timnas Argentina itu belum pernah mengenakan nomor 17 sepanjang karier profesionalnya di level klub. Ia lebih sering menggunakan nomor 13 dan 8 saat memperkuat River Plate, Benfica, hingga Chelsea.

Namun, karena kedua nomor tersebut sudah digunakan di Manchester City, Fernandez harus mencari nomor baru di Etihad Stadium. Sebenarnya, terdapat beberapa nomor yang tersedia setelah skuad Man City mengalami banyak perubahan pada musim panas ini. Fernandez menjadi bagian dari wajah baru lini tengah The Citizens.

Alih-alih memilih nomor yang lebih umum seperti 4, 7, atau bahkan nomor 16 yang ditinggalkan Rodri, Fernandez justru mengambil tantangan untuk mengikuti jejak salah satu pemain terbaik dalam sejarah modern Manchester City.


Warisan Besar Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne sukses membawa kemenangan untuk Man City saat menjamu Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2021/22, Rabu (06/04/2022) dini hari WIB. Satu-satunya gol atas nama dirinya tersebut menjadi modal penting bagi The Cityzens untuk leg kedua nanti. (AP/Dave Thompson)

Selama memperkuat Manchester City, De Bruyne telah mencatatkan 422 penampilan, dengan torehan 108 gol dan 177 assist. Ia juga membantu The Citizens meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk 1 Liga Champions, 1 Piala Dunia Antarklub, 6 gelar Liga Inggris, 2 Piala FA, dan 5 Piala Carabao.

Ketika De Bruyne pertama kali mendapatkan nomor 17 di Manchester City pada 2015, belum ada jaminan dirinya akan meraih kesuksesan besar.

Meski tampil impresif bersama Wolfsburg di Bundesliga, banyak orang di Inggris masih mengingat pemain asal Belgia itu sebagai pemain yang gagal saat memperkuat Chelsea beberapa tahun sebelumnya.

Namun, hanya dalam beberapa bulan, pandangan tersebut berubah drastis.

“Jelas, ini sangat memuaskan. Saya datang ke sini dengan pandangan orang-orang yang sangat berbeda dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa banyak hal bisa berubah dalam satu tahun,” ujar De Bruyne menjelang akhir musim pertamanya.

Pada musim tersebut, De Bruyne mencetak 16 gol dan 12 assist.

“Semua orang punya pandangan tentang bagaimana saya meninggalkan Chelsea. Jadi, ya, saya merasa puas karena orang-orang telah mengubah pandangan mereka,” lanjutnya.

De Bruyne kemudian menceritakan kembali pertemuan pertamanya dengan Guardiola. Sang pelatih saat itu memberikan keyakinan besar kepadanya.

“Kevin, dengar. Kamu bisa dengan mudah menjadi salah satu dari lima pemain terbaik di dunia,” ujar De Bruyne, mengingat ucapan Guardiola kepadanya.

Prediksi tersebut terbukti benar. Belum diketahui apakah Enzo Maresca akan memiliki keyakinan yang sama terhadap Fernandez. Namun, keduanya jelas memiliki rasa saling menghormati yang besar.


Fernandez Ungkap Alasan di Balik Transfernya

Enzo Fernandez resmi tinggalkan Chelsea dan gabung Manchester City di bursa transfer musim panas 2026. (Dok. X @ManCity)

Enzo Fernandez tidak merahasiakan keinginannya meninggalkan Chelsea pada akhir musim lalu. Namun, tujuan utamanya saat itu jelas Real Madrid. Pemain kelahiran Buenos Aires tersebut bahkan pernah mengungkapkan bahwa Madrid merupakan kota yang ingin ia tinggali.

“Pemain tinggal di mana pun yang mereka inginkan. Saya akan tinggal di Madrid. Saya bisa bertahan menggunakan bahasa Inggris, tetapi saya akan lebih nyaman berbicara dalam bahasa Spanyol,” kata Fernandez.

Kini, Fernandez harus terus menggunakan bahasa Inggris selama berada di Manchester. Namun, ia setidaknya bisa berkomunikasi dengan Maresca dalam bahasa Spanyol. Sang pelatih pernah bermain selama total enam tahun di Spanyol.

“Dia benar-benar pelatih top,” ujar Fernandez mengenai Maresca.

“Saya pernah bekerja dengannya di klub sebelumnya. Itu merupakan momen yang luar biasa. Saya belajar banyak darinya. Dia sangat mirip dengan orang-orang Amerika Latin, sangat bersemangat. Jadi, bagi saya, merupakan sebuah kehormatan bisa bekerja bersamanya dan menikmatinya,” lanjut Fernandez.

Fernandez juga mengapresiasi peran Maresca dalam proses kepindahannya ke Manchester City. Ia menyebut sang pelatih ikut berusaha meyakinkan pihak klub agar transfer tersebut terealisasi, sehingga keduanya sama-sama menginginkan kepindahan itu terjadi meski prosesnya tidak mudah.

“Beberapa hari terakhir terasa sangat panjang, tetapi pada akhirnya saya berada di sini dan sangat bahagia bisa bergabung dengan klub ini,” pungkasnya.

Sumber: SI

Berita Terkait