Cara Kerja Sanksi Larangan Bermain dan Aturan Baru Kartu Kuning di Liga Champions 2026/2027

UEFA membuat kebijakan larangan bermain dan perubahan peraturan dalam kartu kuning di Liga Champions 2026/2027.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 07 September 2026, 15:30 WIB
Wasit Michael Oliver menunjukkan kartu kuning kepada Dani Olmo dalam laga Liga Champions antara Barcelona vs PSG di Lluis Companys Olympic Stadium, 1 Oktober 2025. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Bola.com, Jakarta - Liga Champions dimulai tengah pekan ini, dengan Paris Saint-German yang mengemban juara bertahan turnamen ini.

Beberapa tim top Eropa telah memperkuat skuad dengan mengeluarkan biaya setidaknya 100 juta poundsterling (Rp2,38 triliun) untuk satu pemain.

Advertisement

Manchester United dan Aston Villa juga turut meramaikan ajang Si Kuping Besar tahun ini.

Namun, ada hal yang harus diwaspadai oleh ke-36 tim, yakni menghindari skorsing merugikan.

Maka dari itu, perlunya untuk masing-masing tim memahami beberapa regulasi yang telah diubah UEFA.


Sanksi Larangan Bertanding

Wasit Daniel Siebert berbicara dengan bek Spanyol Atletico Madrid #24, Robin Le Normand, selama pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Arsenal dan Atletico Madrid di Stadion Emirates di London utara pada 5 Mei 2026. (Adrian Dennis/AFP)

Pemain atau staff yang mendapat kartu kuning dua kali atau kartu merah akan diganjar skors untuk pertandingan selanjutnya dalam kompetisi UEFA.

Itu berarti, kartu merah yang diterima di Liga Champions juga akan berujung pada larangan bermain di Liga Europa atau Liga Conference jika itu adalah pertandingan berikutnya pemain tersebut di Eropa.

UEFA juga berhak untuk memperluas hukuman ke kompetisi lain jika terjadi pelanggaran serius, meskipun hal itu akan diputuskan oleh badan disiplin UEFA.


Aturan Baru Kartu Kuning

Bek Real Madrid, Sergio Ramos (tengah) menerima kartu kuning dari wasit Daniele Orsato saat melawan Chelsea dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2020/2021 di Stamford Bridge, London, Rabu (5/5/2021). Real Madrid kalah 0-2 dari Chelsea. (AP/Alastair Grant)

Pada musim-musim sebelumnya, pemain akan mendapatkan sanksi larangan tampil satu pertandingan setelah mengoleksi tiga kartu kuning tanpa menerima kartu merah.

Setelah menjalani hukuman tersebut, akumulasi kartu kuning kembali dihitung dan pemain akan kembali terkena skorsing setelah menerima dua kartu kuning berikutnya.

Namun, UEFA kini menerapkan kebijakan baru terkait akumulasi kartu kuning. Pemain baru akan mendapatkan sanksi larangan bermain setelah mengoleksi empat kartu kuning dalam satu kompetisi UEFA.

Setelah menjalani hukuman, sanksi berikutnya akan diberikan setiap kali pemain mencapai jumlah kartu kuning genap. Artinya, kartu kuning keenam, kedelapan, dan kesepuluh masing-masing akan berujung pada larangan tampil satu pertandingan.


Diputihkan Mulai Semifinal

Ada pula aturan khusus terkait babak akhir kompetisi. Akumulasi kartu kuning akan dihapus setelah perempat final sehingga tidak dibawa ke semifinal.

Meski demikian, pemain yang mendapatkan kartu kuning keempat pada leg perempat final tetap akan menjalani hukuman pada salah satu leg semifinal.

Sementara itu, kartu kuning yang diterima di semifinal tidak akan membuat pemain terkena skorsing untuk final. Dengan demikian, satu-satunya cara seorang pemain absen di partai final akibat hukuman adalah jika ia mendapat kartu merah.

Berita Terkait