3 Tahun Deco Jadi Direktur Olahraga Barcelona: Dari Mantan Pemain hingga Arsitek Era Baru Blaugrana

Tiga tahun menjabat, Deco membuat strategi transfer Barcelona lebih tertutup dan terukur, selaras dengan batas finansial La Liga, termasuk manuver 2026.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 07 September 2026, 19:52 WIB
Sports Director F Barcelona, Anderson de Souza Deco (kiri) dan public relations Real Madrid, Emilio Butragueno menghadiri acara penghormatan untuk mendiang mantan presiden FC Porto, Jorge Nuno Pinto da Costa di Stadion Dragao, Porto, Portugal pada 17 Februari 2025. Pinto da Costa, menjabat sebagai presiden FC Porto dari tahun 1982 hingga 2024 dan meninggal dunia pada usia 87 tahun. (AFP/Miguel Riopa)

Bola.com, Jakarta - Tiga tahun setelah ditunjuk sebagai Direktur Olahraga Barcelona, Deco mulai memperlihatkan jejak perubahan dalam cara klub Catalan mengelola sektor sepak bola. Mantan pemain Blaugrana itu mengambil jabatan tersebut pada 16 Agustus 2023 tanpa pengalaman konvensional sebagai pengelola departemen olahraga klub besar.

Deco memang tidak melewati jalur karier seperti kebanyakan direktur olahraga. Ia tidak mengawali perjalanan dari departemen scouting atau rekrutmen, tetapi membawa pengalaman sebagai pemain elite serta jaringan luas yang dibangunnya setelah beralih menjadi agen pemain.

Advertisement

Pengalaman tersebut menjadi modal ketika Barcelona memberikan tanggung jawab besar kepadanya. Selama tiga tahun terakhir, Deco tidak hanya dituntut menemukan pemain yang tepat, tetapi juga harus memahami persoalan finansial yang sangat menentukan aktivitas transfer Barcelona.

Perubahan paling mencolok terlihat dalam pendekatan klub terhadap bursa transfer. Barcelona kini berusaha menjalankan proses perekrutan dengan lebih tertutup sekaligus menyusun setiap langkah berdasarkan kebutuhan teknis dan kemampuan finansial.


Deco Mengubah Cara Barcelona Beroperasi di Bursa Transfer

Gabriel Jesus resmi bergabung dengan Barcelona (Dok. FC Barcelona)

Ketika Deco ditunjuk pada 2023, ia datang tanpa pengalaman mengelola departemen olahraga klub profesional. Namun, pengalaman panjang sebagai pemain Barcelona dan sejumlah klub elite serta kiprahnya sebagai representasi pemain membuatnya memiliki pemahaman mendalam mengenai sepak bola dan jaringan transfer.

Sebelum mendapatkan jabatan tersebut, Deco juga telah bekerja secara informal dengan Joan Laporta. Ia bahkan menjadi perwakilan Raphinha ketika pemain asal Brasil itu pindah dari Leeds United ke Barcelona.

Salah satu perubahan yang terlihat pada musim panas 2026 adalah tingkat kerahasiaan Barcelona dalam menjalankan aktivitas transfer. Perekrutan Anthony Gordon, Karim Adeyemi, Gabriel Jesus, dan Rodri disebut melalui tahap penting tanpa banyak informasi yang bocor ke media.

Pendekatan tersebut menjadi perubahan penting bagi Barcelona yang selama ini kerap menghadapi sorotan besar setiap kali membidik pemain. Deco bekerja bersama Hansi Flick, Bojan Krkic, dan Joan Laporta melalui komunikasi intensif selama berbulan-bulan untuk menyusun strategi transfer klub.


Dari Memburu Pemain hingga Mengelola Batas Finansial

Deco, direktur olahraga Barcelona. (Doc Barca)

Tantangan Deco tidak berhenti pada menentukan pemain yang dibutuhkan Barcelona. Selama sebagian besar masa jabatannya, ia juga harus bekerja di tengah batasan finansial ketat yang membuat setiap perekrutan membutuhkan perhitungan matang.

Barcelona harus memperhitungkan gaji, biaya transfer, prosedur pendaftaran, hingga dana yang tersedia sebelum pemain baru benar-benar bisa bergabung. Karena itu, sebuah transfer harus memberikan alasan yang kuat dari sisi kebutuhan di lapangan sekaligus masuk akal secara finansial.

Pada awalnya, Deco lebih dikenal sebagai sosok dengan jaringan luas dan kemampuan menilai bakat. Namun, tiga tahun menjalankan tugas sebagai direktur olahraga membuatnya harus memahami secara langsung cara bekerja di bawah regulasi finansial La Liga.

Situasi tersebut ikut mengubah perencanaan Barcelona di bursa transfer. Dalam kondisi tertentu, klub harus menjual pemain sebelum membeli, sementara pada kesempatan lain pembaruan kontrak pemain penting menjadi prioritas, sehingga setiap keputusan harus ditempatkan dalam urutan yang tepat.

Musim panas 2026 memberikan ruang gerak yang lebih besar setelah Barcelona kembali ke aturan 1:1. Klub kini dapat menginvestasikan kembali sebagian besar dana yang dihasilkan, tetapi pengalaman dari periode sulit sebelumnya tetap menjadi pertimbangan dalam setiap langkah.

Sumber: Barca Universal

Berita Terkait