Kasus Kematian Pemain Bola di Jerman: Rekan Setim Ditangkap karena Dugaan Racun

Seorang pemain sepak bola berusia 35 tahun di Jerman ditangkap karena diduga meracuni rekan setimnya hingga meninggal dunia.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 08 September 2026, 22:00 WIB
Petugas layanan darurat, warga, dan polisi berada di lokasi penembakan di Kota Stade, Jerman, Senin (29/6/2026). (Dok. NWM-TV via AP)

Bola.com, Jakarta - Seorang pemain sepak bola berusia 35 tahun di Jerman ditangkap karena diduga meracuni rekan setimnya hingga meninggal dunia.

Pria bernama Marius tersebut ditangkap pada Selasa (8/9/2026) terkait kematian Philipp, rekannya di klub amatir Jerman, TuS Rockenberg.

Advertisement

Kasus ini bermula ketika para pemain TuS Rockenberg melakukan perjalanan ke Dresden untuk merayakan akhir musim pada Juni 2025.

Dalam perjalanan tersebut, Philipp tiba-tiba merasa tidak enak badan dan memilih pulang ke rumah. Kondisinya kemudian memburuk hingga keluarganya harus menghubungi layanan darurat.

Philipp segera dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia meninggal dunia pada 16 Juni 2025.


Diduga Keracunan

Keluarga Philipp sempat menduga kondisi tersebut disebabkan oleh keracunan makanan setelah tim mengonsumsi ikan dalam perjalanan.

Namun, penyelidikan lebih lanjut menemukan fakta berbeda. Penyebab resmi kematian Philipp disebut sebagai gagal organ multipel septik akibat keracunan.

Marius kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelidikan tersebut dan ditangkap lebih dari setahun setelah kematian Philipp.

Jaksa penuntut umum senior, Thomas Hauburger, mengatakan pihaknya menduga tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk balas dendam.

"Kami berasumsi bahwa ini adalah tindakan balas dendam," ujar Hauburger seperti dikutip Sport Bible.


TuS Rockenberg Pilih Bungkam

Penangkapan Marius membuat TuS Rockenberg kembali terpukul. Klub sebelumnya sudah kehilangan Philipp secara mendadak pada tahun lalu.

Dalam pernyataan resmi, klub menyebut perkembangan terbaru tersebut membuat seluruh anggota mereka terdiam.

"Setelah harus menghadapi kematian mendadak seorang rekan tim di departemen sepak bola kami tahun lalu, peristiwa Selasa lalu sekali lagi membuat kami terdiam," tulis TuS Rockenberg.

Klub menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang. Mereka juga meminta media tidak menghubungi pemain, pelatih maupun anggota dewan untuk mendapatkan komentar mengenai kasus tersebut.

Saat Philipp meninggal dunia, TuS Rockenberg mengenangnya sebagai seorang teman, petarung di lapangan, dan sosok yang memiliki hati besar.

Keluarganya juga menggambarkan Philipp sebagai pribadi yang memiliki tawa ceria, sikap tenang, serta hati yang besar.

Sementara itu, Marius masih berada dalam tahanan dan penyelidikan kasus tersebut terus berlanjut.

Marius belum dinyatakan bersalah atas kematian Philipp. Hingga artikel ini ditulis, ia maupun kuasa hukumnya juga belum memberikan tanggapan publik mengenai tuduhan tersebut.