BRI Super League: Jean-Paul van Gastel Ingatkan PSIM, Setiap Pertandingan Punya Tantangan Berbeda

PSIM Yogyakarta menghadapi tantangan berat pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 09 September 2026, 08:45 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel saat memberikan instruksi di pinggir lapangan ketika melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta menghadapi tantangan berat pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9/2026) malam WIB.

Laskar Mataram datang dengan modal hasil imbang 1-1 kontra Persita Tangerang pada pertandingan pembuka di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026) sore WIB.

Advertisement

Hasil itu sekaligus memperpanjang catatan kurang apik PSIM saat bersua Persita. Musim lalu, Laskar Mataram dua kali menelan kekalahan dari Pendekar Cisadane, masing-masing dengan skor 0-4 dan 0-1.

Namun, pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, enggan menjadikan hasil musim lalu sebagai patokan. Menurutnya, situasi pada musim ini sudah berbeda.


Musim Baru, Cerita Berbeda

Adrian Purzycki (kanan), pemain anyar PSIM Yogyakarta pada laga pertama BRI Super League melawan Persita di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5-9-2026). (Dok. ileague.id)

Van Gastel mengatakan PSIM harus memulai semuanya dari awal. Hasil yang diraih pada musim lalu tidak bisa dijadikan pembanding karena kondisi tim dan kompetisi tidak sama.

"Kami mulai dari awal lagi. Sama halnya seperti musim lalu saat kami membuka musim di kandang Persebaya dan menang 1-0, hal itu tidak dihitung sekarang karena ini pertandingan yang berbeda," ujar Van Gastel.

"Musim lalu kami memang kalah dua kali dari Persita. Namun ini musim baru, tim yang berbeda dan biasanya pelatihnya juga berbeda. Jadi pertandingan ini tidak bisa dibandingkan," sambungnya.

Di sisi lain, PSIM memiliki memori positif saat melawat ke GBT pada musim lalu. Ketika itu, Laskar Mataram sukses mencuri kemenangan 1-0 atas Persebaya berkat gol Ezequiel Vidal.


Nermin Haljeta Jadi Pilihan

Pemain PSIM Yogyakarta, Nermin Haljeta saat timnya melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Menghadapi Persebaya, Van Gastel juga harus menentukan komposisi lini depan. Pada laga kontra Persita, penyerang Nermin Haljeta dimainkan pada babak kedua dan mendapat apresiasi dari sang pelatih.

Sementara itu, dua rekrutan asing anyar PSIM, Marvin Loria dan Mauro Caballero, belum dapat dimainkan. Keduanya masih terkendala proses administrasi yakni persoalan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

"Mengenai Nermin, klub belum mendaftarkan Mauro dan Marvin. Saya juga punya Nermin yang tampil sangat baik," kata Van Gastel.

"Alasan Mauro dan Marvin tidak masuk skuad adalah karena mereka memang belum terdaftar," lanjut pelatih asal Belanda berusia 54 tahun tersebut.

Berita Terkait