Nadeo Argawinata Gemilang di Persija, Luciano Leandro Bicara Perbedaan Performa dengan Timnas Indonesia

Nadeo Argawinata mengawali kiprah bersama Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027 dengan performa impresif.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 09 September 2026, 22:30 WIB
Nadeo Argawinata menjalani latihan keras bersama Persija Jakarta di Thailand jelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. (Dok. Persija)

Bola.com, Jakarta - Nadeo Argawinata mengawali kiprah bersama Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027 dengan performa impresif. Menghadapi Borneo FC, ia bermain solid di bawah mistar.

Kiper berusia 29 tahun itu jadi salah satu kunci kemenangan Persija dengan skor 1-0. Ia tercatat melakukan sembilan penyelamatan untuk menjaga gawang Macan Kemayoran tetap aman.

Advertisement

Selain sigap mengantisipasi tembakan lawan, Nadeo juga tampil cukup baik dalam distribusi bola. Ia melepaskan 18 umpan sukses dengan akurasi operan mencapai 78 persen.

Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai penampilan Nadeo bersama Persija memperlihatkan kualitas sang kiper.

"Menurut saya, kita harus melihat situasinya secara berbeda. Nadeo adalah penjaga gawang yang memiliki kualitas, pengalaman, dan mental yang bagus," ujar Luciano kepada Bola.com, Rabu (9/9/2026).

"Sembilan penyelamatan melawan Borneo menunjukkan bahwa dia memiliki konsentrasi dan kemampuan membaca pertandingan yang sangat baik," lanjutnya.


Berbeda dengan Situasi di Timnas Indonesia

Kiper Timnas Indonesia Nadeo Argawinata melompat untuk mengamankan bola hasil tendangan pemain Vietnam pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Timnas Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam dan turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A. (KLY/Budy Santoso)

Menurut Luciano, kondisi yang dialami Nadeo di level klub dan Timnas Indonesia berbeda. Di klub, seorang pemain memiliki waktu lebih banyak untuk berlatih dan memahami sistem yang diterapkan pelatih.

"Di klub, pemain biasanya memiliki waktu lebih banyak bersama pelatih, memahami sistem permainan, mengenal karakter pemain di depannya dan mendapatkan ritme pertandingan secara lebih konsisten. Itu bisa membuat seorang kiper merasa lebih nyaman dan percaya diri," katanya.

"Sementara di tim nasional tekanan tentu berbeda. Ekspektasi masyarakat sangat besar dan setiap kesalahan bisa langsung menjadi perhatian," imbuh mantan pemain Persija itu.

Performa Nadeo bersama Timnas Indonesia memang tidak selalu mendapat respons positif. Terbaru, kiper kelahiran Kediri itu menjadi sorotan saat membela skuad Garuda di Piala AFF 2026 pada Agustus lalu.


Bukan Berarti Nadeo Buruk

Aksi Nadeo Argawinata saat memperkuat Persija Jakarta dalam laga uji coba melawan Chiangrai United di Thailand, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Persija)

Luciano enggan terburu-buru menyimpulkan Nadeo tampil buruk ketika membela Tim Garuda. Kiper berpostur 188 cm itu cuma membutuhkan situasi yang tepat untuk mengeluarkan kemampuan terbaik.

"Jadi saya tidak ingin mengatakan bahwa Nadeo bermain buruk di Timnas. Menurut saya, dia hanya membutuhkan kontinuitas, kepercayaan, dan sistem yang membuat dia bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya," tutur Luciano.

Pria asal Brasil itu punya pandangan tersendiri mengenai indikator kiper berkualitas. Ia mengatakan, kemampuan penjaga gawang tidak bisa hanya diukur dari jumlah penyelamatan.

"Sebagai mantan pemain dan pelatih, saya percaya kiper yang bagus bukan hanya dinilai dari jumlah penyelamatan tetapi juga dari komunikasi, positioning, pengambilan keputusan dan kemampuannya memberikan ketenangan kepada lini pertahanan," pungkasnya.

Berita Terkait