Bola.com, Jakarta - Borussia Monchengladbach mengawali Bundesliga 2026/2027 dengan hasil minor. Dua kekalahan beruntun mereka dapatkan, yakni dihajar RB Leipzig (0-3) dan dipecundangi tim promosi Elversberg (3-4).
Dua kekalahan tersebut membuat Borussia Monchengladbach semakin terbenam di papan bawah klasemen Bundesliga. Pasukan Eugen Polanski berada di posisi terbawah kedua, di atas Hamburg SV dengan sama-sama memiliki nilai nol.
Bek andalan Monchengladbach dan juga Timnas Indonesia, Kevin Diks angkat bicara mengenai hasil jeblok yang ditelan Die Fohlen dalam dua pertandingan awal musim ini.
"Tentu saja kami mengharapkan awal musim yang berbeda. Pada pertandingan pertama melawan Leipzig, kami bermain bagus di awal laga, namun akhirnya tetap kalah. Saat melawan Elversberg, kami berhasil menjalankan rencana permainan di sebagian besar jalannya laga, tetapi sayangnya itu juga berakhir dengan kekalahan," tutur Kevin Diks seperti dikutip dari laman resmi klub, Rabu (9/9/2026).
"Dalam beberapa hari terakhir, kami telah menganalisis apa yang keliru dan apa yang perlu kami perbaiki. Kini saatnya menerapkan pelajaran tersebut pada akhir pekan nanti," lanjut pemain 29 tahun.
Pikul Tanggung Jawab
Dua kekalahan beruntun yang didapat Borussia Monchengladbach menjadi pukulan telak, sebab mereka dalam persiapan yang cukup apik selama masa pramusim. Parahnya adalah gawang Gladbach sudah kebobolan tujuh kali hanya dalam dua pertandingan.
Tiga gol saat melawan RB Leipzig, ditambah empat yang disarangkan tim promosi Elversberg, menjadi peringatan keras untuk Monchengladbach dalam misinya memperbaiki prestasi musim ini. Musim lalu mereka finis di peringkat ke-12, lolos dari ancaman degradasi di pekan-pekan terakhir.
Hasil kali ini jauh lebih buruk dari musim lalu, saat gawang Monchengladbach hanya kemasukan satu gol di dua pekan pertama Bundesliga. Kekalahan dari Leipzig dan Elversberg, membuat gawang Moritz Nicolas kebobolan rata-rata 3,5 kali di setiap pertandingan.
Dari dua laga tersebut, gawang Monchengladbach dibombardir 11 kali tembakan tepat sasaran oleh Leipzig, dan 10 kali shots on target oleh pemain Elversberg. Sebuah statistik yang cukup memprihatinkan bagi Tim Kleindienst Cs.
"Jelas, sebagai bek, kami memikul tanggung jawab besar untuk meminimalkan jumlah gol yang bersarang di gawang kami. Di saat yang sama, kami bertahan sebagai satu kesatuan tim," lanjut Kevin Diks.
"Kami perlu bekerja sama untuk mengenali situasi tertentu dan bereaksi dengan tepat. Jika kami mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan, posisi kami sangat bagus untuk mengamankan tiga poin. Kami ingin melanjutkan tren positif itu sekaligus memastikan pertahanan kami menjadi lebih kukuh," tegas eks pemain Fiorentina dan FC Copenhagen.
Saatnya Bangkit
Setelah mengawali musim ini dengan negatif, tak ada cara lagi bagi Monchengladbach selain berbenah dan tampil lebih solid, terutama untuk lini belakang dalam pertandingan berikutnya.
Monchengladbach akan ditantang tuan rumah SC Freiburg di Europa-Park Stadion, Sabtu (12/9/2026) malam WIB. Kevin Diks membeberkan hal-hal apa saja yang bisa diperbaiki untuk menyambut pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Kami harus mengurangi kesalahan sebagai tim. Kesalahan individu pasti akan selalu terjadi dalam sepak bola. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan kami sebagai tim untuk mengenali tindakan yang tepat dalam situasi apa pun, baik saat sedang unggul, tertinggal, maupun dalam kedudukan imbang," ujarnya.
Kami harus lebih baik dalam membaca permainan dan bereaksi lebih cerdas di momen-momen krusial. Sebagai contoh, jika kami sedang unggul 3-1, kami harus mengendalikan permainan demi memastikan hasil akhir yang positif," jelas pemilik 12 caps bersama Timnas Indonesia.
Sumber: Borussia Monchengladbach