Kemenpora Kembangkan Sport in Indonesia, Portal Satu Pintu Olahraga

ISS 2026 dikembangkan Kemenpora jadi portal Sport in Indonesia, satu pintu info industri dan pariwisata olahraga.

BolaCom | Aulia RafaDiterbitkan 11 September 2026, 23:56 WIB
Menpora RI Erick Thohir saat memberikan keynote speech bertema "Sports As An Economic Powerhouse" di hari pertama Indonesia Sports Summit 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (11/9). (Bola.co/Edu Krisnadefa)

Bola.com, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengumumkan pengembangan baru dalam penyelenggaraan Indonesia Sport Summit (ISS) 2026. Forum tersebut kini berevolusi menjadi agregator bernama Sport in Indonesia yang dirancang sebagai pintu masuk terpadu bagi ekosistem olahraga nasional.

Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, menegaskan bahwa Sport in Indonesia akan menjadi portal satu pintu untuk informasi sport industry dan sport tourism. “Di situ menjadi satu pintu portal yang semuanya bisa memberikan akses, ya, untuk sport industry, sport tourism,” ujar Erick Thohir di ISS 2026, Jumat (11/9/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan, pengembangan platform dilakukan dengan pendekatan lebih rinci terhadap potensi olahraga di setiap daerah. Pemerintah tidak lagi melihat wilayah semata sebagai destinasi, melainkan memetakan fasilitas olahraga yang ada serta akses menuju fasilitas tersebut.

Erick mencontohkan cara pandang baru yang lebih mikro terhadap Bali. “Kalau dulu orang melihat hanya Bali, sekarang yang kita exercise itu bukan Bali-nya. Di dalam Bali itu ada beberapa fasilitas olahraga yang aksesnya seperti apa,” katanya. Ketua Umum PSSI tersebut juga menyampaikan bahwa Sport in Indonesia sudah mulai berjalan dan menjadi salah satu loncatan baru dalam penyelenggaraan ISS.


ISS Harus Berkelanjutan

Menpora RI Erick Thohir saat memberikan keynote speech bertema "Sports As An Economic Powerhouse" di hari pertama Indonesia Sports Summit 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (11/9). (Bola.co/Edu Krisnadefa)

Menurut Erick Thohir, ISS adalah milik negara dan tidak terikat pada individu maupun periode jabatan tertentu. Karenanya, ia menekankan agar inisiatif ini terus berlanjut meski terjadi pergantian menteri, sehingga manfaat yang telah dibangun dapat dikembangkan secara konsisten.

“Acara ini makanya bukan milik pribadi. Indonesia Sport Summit ini milik negara,” tegasnya. Erick berharap penyelenggaraan ISS tidak ikut pola lama yang kerap mengganti program setiap ada perubahan pimpinan di kementerian.

Ia menambahkan pentingnya keberlanjutan program agar efeknya semakin besar bagi ekosistem olahraga. “Jangan kita kebiasaan selalu membikin program, ganti menteri ganti program,” ujarnya, menandaskan komitmen untuk merawat kesinambungan agenda yang telah berjalan.

Di sisi lain, Sport in Indonesia sebagai portal dapat diakses masyarakat di dalam negeri maupun pihak dari berbagai negara yang membutuhkan informasi mengenai olahraga di Indonesia. Platform ini telah terhubung dengan sejumlah layanan, seperti visa dan pembeli tiket, dan berfungsi sebagai akses atau pass-through, bukan untuk memungut biaya, guna mempermudah kebutuhan terkait kegiatan olahraga.

Berita Terkait