Inter Milan Tajam di Depan, Keropos di Belakang

Inter Milan menang 5-3 atas Udinese, tetapi Cristian Chivu masih melihat masalah di lini belakang. Ia meminta Nerazzurri menemukan keseimbangan permainan.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 15 September 2026, 07:32 WIB
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu memberikan instruksi dalam pertandingan Liga Italia melawan Udinese di Giuseppe Meazza, Italia, Selasa (15/9/2026). (AP Photo/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Inter Milan kembali meraih kemenangan dalam lanjutan Liga Italia 2026/2027 dengan menundukkan Udinese 5-3. Meski produktif di lini serang, Cristian Chivu masih melihat sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi timnya.

Bermain di Stadio Giuseppe Meazza, Selasa (15/9/2026) dini hari WIB, Inter harus bekerja keras untuk mengamankan tiga poin. Udinese sempat unggul dua gol melalui James Abankwah dan Jurgen Ekkelenkamp sebelum tuan rumah membalikkan keadaan.

Advertisement

Carlos Augusto, Nicolo Barella, Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny menjadi pencetak gol Inter dalam laga tersebut. Udinese sempat menambah satu gol melalui Idrissa Gueye, tetapi Inter tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Hasil itu membuat Inter Milan mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan sekaligus menjaga rekor sempurna mereka. Nerazzurri kini menempati posisi kedua klasemen sementara Liga Italia dengan jumlah poin yang sama seperti AS Roma.


Chivu Minta Inter Temukan Keseimbangan

Pemain Inter Milan Marcus Thuram merayakan gol ketiga timnya dalam pertandingan Liga Italia melawan Udinese di Giuseppe Meazza, Italia, Selasa (15/9/2026). (AP Photo/Antonio Calanni)

Produktivitas Inter belum sepenuhnya membuat Chivu puas. Pelatih asal Rumania tersebut menilai timnya masih perlu memperbaiki keseimbangan permainan setelah kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan terakhir.

Dalam periode tersebut, Inter juga kemasukan gol saat menghadapi Napoli dan Real Madrid sebelum kembali tiga kali kebobolan dari Udinese. Chivu menyadari karakter permainan agresif yang diterapkan timnya membawa konsekuensi, tetapi ia tetap ingin Inter berkembang.

"Kami tidak sempurna, dan kami bahkan tidak ingin menjadi sempurna, tetapi itulah kualitas kami. Kami tahu kami bisa tampil lebih baik," kata Chivu.

"Kami perlu menemukan keseimbangan," lanjutnya.


Inter Bangkit Setelah Awal yang Buruk

Pemain Inter Milan Ange-Yoan Bonny (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan Liga Italia antara Inter Milan dan Udinese di Giuseppe Meazza, Italia, Selasa (15/9/2026). (AP Photo/Antonio Calanni)

Kemenangan atas Udinese menjadi comeback kedua Inter secara beruntun di Liga Italia. Chivu mengakui anak asuhnya membutuhkan waktu untuk menemukan permainan terbaik setelah kesulitan menghadapi tekanan pada fase awal pertandingan.

Udinese mampu memanfaatkan situasi tersebut dan menciptakan keunggulan dua gol. Namun, Inter kemudian meningkatkan intensitas permainan hingga mampu membalikkan skor dan menunjukkan respons yang diapresiasi Chivu.

"Hari ini, dalam 25 menit pertama ketika kami mencoba menciptakan banyak peluang, kami tidak bermain dengan baik. Udinese memanfaatkan kurangnya kecepatan kami, kemudian kami mulai masuk ke dalam pertandingan dan memberikan respons," ujar Chivu.

"Kami tidak kehilangan kebanggaan, dan saya senang dengan hal itu. Namun, saya juga harus mengevaluasi apa yang tidak berjalan dan apa yang belum mampu saya sampaikan kepada tim pada pekan ini," tegasnya.


Chivu Tetap Pertahankan Identitas Inter

Liga Italia - Inter Milan Vs Udinese (Bola.com/Adreanus Titus)

Chivu tidak menutup mata terhadap risiko yang muncul dari permainan agresif Inter. Namun, ia menilai pendekatan tersebut tetap penting karena menjadi karakter yang ingin ditampilkan Nerazzurri di atas lapangan.

Inter berhasil mencetak lima gol dalam kemenangan atas Udinese dan menunjukkan keberanian untuk terus menyerang meski beberapa kali berada dalam situasi sulit. Bagi Chivu, risiko tersebut merupakan bagian dari identitas permainan yang tidak ingin begitu saja ditinggalkan.

"Kami mengambil sejumlah risiko dan kami memang harus bermain dengan gaya seperti ini, tetapi saya menyukainya karena gaya tersebut menggambarkan kami. Ini adalah bagian dari identitas kami," jelas Chivu.

"Kami membuka diri terhadap banyak risiko. Saya suka melihat pergerakan seperti yang menghasilkan gol 3-2," pungkasnya.


Persaingan Sengit di Liga Italia

Berita Terkait