PSIM Tak Pulang ke Yogyakarta, Pilih Bertahan di Surabaya hingga Jelang Duel Kontra Madura United

PSIM Yogyakarta memilih menetap di Surabaya seusai melawan Persebaya pada lanjutan BRI Super League.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 16 September 2026, 11:45 WIB
Adrian Purzycki (kanan), pemain anyar PSIM Yogyakarta pada laga pertama BRI Super League melawan Persita di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5-9-2026). (Dok. ileague.id)

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta memilih menetap di Surabaya seusai melawan Persebaya pada lanjutan BRI Super League 2026/2027. Keputusan itu diambil demi menjaga kondisi fisik pemain sebelum melakoni laga tandang berikutnya.

Laskar Mataram baru saja menghadapi Persebaya Surabaya dalam pekan kedua di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026). PSIM kalah tipis 0-1 dalam laga tersebut.

Advertisement

Lima hari berselang, PSIM sudah harus bertanding lagi. Mereka akan menyambangi markas Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9/2026).

"Manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk menetap di Surabaya demi mencegah kelelahan pemain akibat perjalanan. Setelah menjalani pertandingan melawan Persebaya, para pemain sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup," ujar Manajer PSIM, Iksan Mahar, pada Selasa (15/9/2026).


Lebih Efisien

Bek PSIM Yogyakarta asal Republik Ceko, Ondrej Rudzan (Dok PSIM)

Iksan menyebut tim sengaja menghindari perjalanan panjang dalam waktu singkat. Menurutnya, kondisi fisik pemain perlu dijaga setelah melakoni pertandingan berat kontra Persebaya.

Selain faktor kebugaran, efisiensi perjalanan juga menjadi pertimbangan PSIM. Dari Surabaya, trip menuju Pamekasan dinilai lebih praktis ketimbang kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu.

"Dengan menetap di Surabaya tim juga memiliki waktu lebih panjang dalam mempersiapkan laga selanjutnya. Jika dipaksakan kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu, beban fisik akan bertambah dan berisiko menurunkan performa," katanya.

"Sisa waktu ini kami optimalkan sepenuhnya untuk pemulihan fisik, pengawasan asupan gizi, dan pematangan taktik," lanjut pria berusia 34 tahun tersebut.


Bidik Poin Maksimal

Bek PSIM Yogyakarta asal Republik Ceko, Ondrej Rudzan (kanan). (Dok PSIM)

Laskar Mataram berharap masa transit di Kota Pahlawan bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mempersiapkan duel versus Madura United.

"Kami ingin memastikan skuad dalam kondisi bugar seratus persen dan siap bertanding pada Jumat mendatang untuk meraih poin maksimal," ucap Iksan.

Madura United jadi lawan yang tidak mudah bagi PSIM. Laskar Sape Kerrab tengah berada dalam tren positif selepas meraih dua kemenangan beruntun pada dua laga awal musim ini.

Sementara itu, PSIM baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan. Laskar Mataram bermain imbang 1-1 kontra Persita Tangerang sebelum takluk dari Persebaya.

Hasil tersebut membuat skuad asuhan Jean-Paul van Gastel itu menempati peringkat ke-12 klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 dengan koleksi satu poin.

Berita Terkait