Kai Havertz Tetap Jadi Pilihan Arteta, Viktor Gyokeres Harus Menunggu

Kai Havertz masih menjadi pilihan utama Arsenal di bawah Mikel Arteta meski Viktor Gyokeres menawarkan karakter penyerang berbeda. Kekalahan dari Brighton kemba

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 20 September 2026, 15:18 WIB
Gelandang Arsenal asal Jerman, nomor punggung 29 Kai Havertz, merayakan gol pembuka dalam pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Burnley di Stadion Emirates di London pada 18 Mei 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kai Havertz masih mendapat kepercayaan Mikel Arteta sebagai ujung tombak Arsenal meski Viktor Gyokeres memiliki karakter penyerang tengah yang lebih konvensional. Kekalahan telak 0-3 dari Brighton membuat keputusan tersebut kembali dipertanyakan.

Sebelum pertandingan di Amex Stadium, Arsenal mampu menyapu bersih empat laga pertama Liga Inggris 2026/2027 dengan kemenangan. Havertz selalu dipercaya tampil sejak menit awal dan menyumbang dua gol dalam rangkaian tersebut.

Advertisement

Performa Arsenal kemudian merosot ketika mereka menghadapi Brighton. Havertz melewatkan peluang penting, sementara Gyokeres yang baru dimainkan pada menit ke-73 tidak banyak terlibat dan hanya mencatat enam sentuhan bola.

Hasil itu kembali memunculkan perdebatan mengenai siapa yang seharusnya menjadi penyerang utama Arsenal. Gyokeres punya keunggulan dalam kekuatan fisik dan pergerakan menuju kotak penalti, tetapi Arteta melihat peran Havertz dalam skema tim lebih luas daripada sekadar mencetak gol.


Mengapa Arteta Memilih Havertz?

Kai Havertz dari Arsenal, tengah, melakukan selebrasi setelah mencetak gol pembuka pada pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Coventry City di London, Sabtu (22-8-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Peran Havertz dalam sistem Arsenal tidak terbatas pada mencari ruang untuk menerima umpan di depan gawang. Ia juga diminta turun ke area tertentu, membantu sirkulasi bola, memenangkan duel udara, dan menyesuaikan posisinya ketika Arsenal melakukan tekanan.

Arteta menilai kecerdasan Havertz dalam membaca situasi pertandingan sebagai salah satu kelebihan terbesarnya. "Kai sangat cerdas; itu kualitas terbesarnya," kata Arteta.

"Ia memahami permainan. Ia tahu apa yang terjadi, tidak perlu memikirkannya, dia langsung bertindak, dan itu membuat pemain di sekitarnya menjadi lebih baik," lanjut Arteta. Pergerakan tersebut memungkinkan Havertz menciptakan ruang yang kemudian dapat dimanfaatkan Bukayo Saka, Martin Odegaard, maupun pemain Arsenal lainnya.


Gyokeres Punya Senjata Berbeda

Viktor Gyokeres dari Arsenal (kiri) beraksi dalam North London Derby pertama yang digelar di luar Inggris antara Arsenal dan Tottenham dalam ajang Hong Kong Football Festival di Stadion Kai Tak, Hong Kong, Kamis, 31 Juli 2025. (AP Photo/Chan Long Hei)
Striker Arsenal Viktor Gyokeres merayakan golnya ke gawang Atletico Madrid di matchday 3 league phase Liga Champions 2025/26 di Emirates Stadium, Rabu (22/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Alastair Grant)

Gyokeres menawarkan profil yang berbeda dari Havertz sebagai penyerang. Pemain asal Swedia itu memiliki kekuatan, kemampuan bergerak di kotak penalti, dan kecepatan dalam menyerang ruang yang dapat membantu Arsenal bermain lebih langsung.

Catatan 21 gol dari 55 pertandingan di semua kompetisi pada musim pertamanya menunjukkan kemampuan Gyokeres dalam mencetak gol. Meski demikian, Havertz tetap berada di depan dalam pilihan Arteta ketika keduanya sama-sama tersedia.

Perbedaan karakter tersebut membuat keduanya tidak sepenuhnya dapat dibandingkan hanya berdasarkan jumlah gol. Havertz mampu keluar dari garis pertahanan lawan dan menciptakan ruang bagi rekan setim, sedangkan Gyokeres memberikan ancaman lebih langsung di area penalti.


Brighton Jadi Pengingat untuk Arteta

Bintang Brighton & Hove Albion Charalampos Kostoulas rayakan gol ke gawang Arsenal pada laga Liga Inggris 2026/2027, Sabtu (19/9/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Kegagalan Arsenal mencetak gol di markas Brighton menjadi ujian terhadap keputusan Arteta mempertahankan Havertz sebagai starter. Sang penyerang tidak mampu memanfaatkan peluang penting yang didapatnya ketika Arsenal kesulitan membongkar pertahanan tuan rumah.

Arteta kemudian memasukkan Gyokeres pada fase akhir pertandingan. Namun, minimnya keterlibatan Gyokeres terlihat dari hanya enam sentuhan bola dalam lebih dari 15 menit berada di lapangan.

Situasi tersebut belum otomatis membuat posisi Havertz tergeser. Di sisi lain, pertandingan melawan Brighton dapat menjadi pertimbangan bagi Arteta untuk memainkan Gyokeres sejak awal ketika Arsenal membutuhkan penyerang dengan pendekatan yang lebih langsung.

Sumber: Sports Mole


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Berita Terkait