Komite Wasit Akui Lee Kang-in Seharusnya Kartu Merah, Wasit Ortiz Arias Bikin Blunder di Derbi Madrid?

CTA menilai Lee Kang-in seharusnya kartu merah atas tekel ke Federico Valverde dalam derbi Atletico vs Real Madrid. Huijsen merah, Romero tidak.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 21 September 2026, 15:26 WIB
Wasit Miguel Angel Ortiz Arias mengeluarkan kartu kuning untuk gelandang asal Inggris milik Real Madrid, #05 Jude Bellingham (tidak terlihat dalam foto), saat pertandingan Liga Spanyol antara Atletico Madrid dan Real Madrid di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 20 September 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Derbi Madrid antara Atletico Madrid dan Real Madrid pada pekan ketujuh La Liga 2026/2027 meninggalkan persoalan besar di luar hasil pertandingan. Kemenangan 2-1 Atletico diwarnai sejumlah keputusan wasit Ortiz Arias yang memicu protes keras dari kubu Real Madrid.

Kini, kontroversi tersebut kembali mencuat setelah Komite Teknis Wasit (CTA) memberikan penilaian terhadap sejumlah insiden penting dalam pertandingan. Salah satunya adalah tekel Lee Kang-in terhadap Federico Valverde yang dinilai seharusnya berujung kartu merah.

Advertisement

Menurut laporan AS, CTA menilai pelanggaran gelandang Atletico Madrid itu cukup serius untuk membuatnya langsung dikeluarkan dari lapangan. Keputusan tersebut menjadi sorotan karena insiden terhadap Valverde tidak mendapatkan hukuman dari Ortiz Arias dan juga tidak ditinjau melalui VAR.

Penilaian CTA juga mencakup insiden lain yang melibatkan Dean Huijsen dan Cristian Romero. Namun, komite tersebut memiliki pandangan berbeda terhadap kedua kejadian tersebut, sehingga kontroversi keputusan Ortiz Arias dalam derbi Madrid semakin kompleks.


CTA Nilai Lee Kang-in Layak Kartu Merah Langsung

Bek Real Madrid Dean Huijsen melanggar gelandang Atletico Madrid Giuliano Simeone sehingga mendapat kartu merah pada laga Liga Spanyol 2026/2027 di Estadio Metropolitano, Minggu (20/9/2026) malam WIB. (AP Photo/Bernat Armangue)

Pengakuan paling tegas dari CTA berkaitan dengan pelanggaran Lee Kang-in terhadap Valverde. Tekel tersebut menyebabkan pemain Real Madrid mengalami cedera, tetapi Ortiz Arias tidak memberikan hukuman selama pertandingan.

Insiden tersebut juga tidak memicu intervensi VAR sehingga permainan terus berlanjut tanpa kartu untuk Lee Kang-in. Setelah melakukan peninjauan, CTA menilai pelanggaran itu cukup serius untuk diganjar kartu merah langsung.

CTA juga menyatakan keputusan berbeda untuk insiden yang melibatkan Huijsen dan Giuliano Simeone. Bek Real Madrid tersebut dinilai memang layak mendapat kartu merah setelah menarik lawannya tanpa berupaya memainkan bola.

Ortiz Arias awalnya memberikan penalti kepada Atletico Madrid, tetapi tidak langsung mengusir Huijsen dari lapangan. VAR kemudian melakukan intervensi dan setelah peninjauan, kartu merah akhirnya diberikan kepada bek Real Madrid tersebut.


Pandangan CTA Berbeda untuk Kasus Cristian Romero

Jude Bellingham dari Real Madrid dan Cristian Romero dari Atletico Madrid meringis kesakitan di lapangan setelah terlibat benturan dalam pertandingan La Liga Spanyol antara Atletico Madrid dan Real Madrid di Madrid, Minggu, 20 September 2026. (Foto AP/Bernat Armangue)

Sementara itu, penilaian CTA terhadap insiden Cristian Romero memiliki konteks yang berbeda. Ortiz Arias sempat memberikan kartu kuning kepada Bellingham setelah menganggap gelandang Real Madrid itu melakukan pelanggaran.

Intervensi VAR kemudian memastikan bahwa pelanggaran sebenarnya dilakukan oleh Romero. Situasi tersebut selanjutnya ditinjau sebagai kemungkinan pelanggaran yang dapat berujung kartu merah bagi pemain Atletico Madrid.

Namun, Ortiz Arias akhirnya memutuskan tidak mengeluarkan Romero dari pertandingan. Menurut laporan *AS*, CTA menerima keputusan tersebut dan tidak sepenuhnya menyalahkan sang wasit karena menilai insiden itu membingungkan.

Rangkaian keputusan tersebut membuat Ortiz Arias mendapat sorotan setelah dipercaya memimpin salah satu pertandingan terbesar di La Liga. Derbi Madrid yang seharusnya menjadi panggung pertandingan elite justru menghasilkan tiga insiden besar yang membutuhkan peninjauan, dengan dua di antaranya sampai melibatkan VAR.

Sumber: Madrid Universal

Berita Terkait