Bola.com, Jakarta - Kekalahan Real Madrid 1-2 dari Atletico Madrid pada Derby Madrid memunculkan sorotan tajam terhadap cara main tim. Laga di Riyadh Air Metropolitano, Minggu (20/9/2026), dinilai menyisakan isu yang jauh melampaui skor akhir.
Hasil tersebut membuat Los Blancos semakin tertinggal dari Barcelona di klasemen La Liga. Laga juga diwarnai kontroversi keputusan pengadil.
Jose Mourinho secara terbuka mempersoalkan beberapa insiden yang menurutnya layak berbuah kartu merah untuk pemain Atletico Madrid. Namun kritik dari legenda klub, Claude Makelele, mengarah ke aspek permainan dan koordinasi tim.
Mantan gelandang Timnas Prancis itu menilai problem utama Real Madrid bukan pada keputusan wasit, melainkan struktur permainan dan komunikasi antarpemain yang belum solid.
Minimnya Pemahaman dan Rencana Permainan
Berbicara kepada ESPN, Makelele menilai Real Madrid belum menunjukkan pola bermain yang jelas. Ia juga mendorong Jose Mourinho membangun komunikasi yang lebih efektif dengan para pemainnya.
"Jangan mencari wasit sebagai kambing hitam. Tidak ada pemahaman di antara para pemain, begitu juga antara pemain dan pelatih. Mourinho perlu berbicara dengan mereka," ujar Makelele seperti dikutip dari sejumlah laporan media.
Menurut Makelele, organisasi permainan Los Blancos masih lemah dan minim instruksi yang tegas di lapangan. Ia menilai tim terlalu bertumpu pada kemampuan individu untuk menciptakan peluang.
Makelele bahkan menyampaikan evaluasi yang sangat keras terhadap performa Real Madrid. "Tim ini lemah. Tidak ada rencana permainan, tidak ada apa-apa sama sekali. Tidak ada, tidak ada, tidak ada. Kami harus menuntut lebih dari mereka," katanya.
Masalah Lebih Serius daripada Keputusan Wasit
Kritik Makelele muncul setelah Mourinho menjadikan keputusan wasit sebagai salah satu sorotan utama seusai pertandingan. Fokusnya berbeda: ia melihat persoalan Real Madrid berada pada level ide permainan.
Dalam laga tersebut, Real Madrid bermain dengan 10 orang setelah Dean Huijsen mendapat kartu merah pada awal babak kedua. Atletico kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengendalikan permainan.
Kendati demikian, berbagai analisis pertandingan menunjukkan Atletico sudah lebih dominan bahkan sebelum Real Madrid kehilangan Huijsen. Tim Diego Simeone menciptakan lebih banyak peluang dan menguasai jalannya laga.
Karena itu, Makelele menilai perdebatan soal keputusan pengadil tak akan menyelesaikan akar masalah. "Masalahnya bukan pada wasit. Ada kekurangan yang jelas dalam tim ini dan tidak ada ide atau rencana yang jelas di lapangan," tegasnya.
Pekerjaan Rumah Jose Mourinho di Real Madrid
Kekalahan dari Atletico menjadi pukulan pada awal musim La Liga. Berdasarkan laporan terbaru, Real Madrid kini duduk di posisi keempat dengan 15 poin, sementara Barcelona memimpin klasemen dengan 21 poin.
Kesenjangan tersebut menegaskan pekerjaan rumah besar bagi Mourinho untuk merapikan struktur permainan dan koordinasi tim. Sorotan Makelele mempertegas urgensi pembenahan di internal skuat.
Jeda internasional yang segera tiba bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki detail taktik dan komunikasi di lapangan, sebelum kompetisi kembali berjalan dan persaingan di papan atas semakin ketat.