Karim Adeyemi dan Langkah Cerdas Deco: Transfer Harga Terjangkau yang Mulai Berbuah di Barcelona

Barcelona menebus Karim Adeyemi €22 juta plus add-ons, kontrak hingga 2031. Winger 24 tahun itu memberi dampak di kemenangan 7-2 atas Racing Santander.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 22 September 2026, 15:06 WIB
Pemain Barcelona Raphinha (kiri) merayakan gol bersama Karim Adeyemi dalam laga La Liga Spanyol antara Elche vs Barcelona di Elche, Spanyol, Minggu, 23 Agustus 2026. (AP Photo/Alberto Saiz)

Bola.com, Jakarta - Bursa transfer sering kali bukan tentang siapa yang sedang berada di puncak performa, melainkan siapa yang memiliki potensi untuk mencapai level lebih tinggi. Barcelona tampaknya memahami prinsip tersebut ketika Deco mengambil keputusan merekrut Karim Adeyemi pada awal musim 2026/2027.

Penyerang asal Jerman itu datang ke Camp Nou setelah periode yang tidak selalu mudah bersama Borussia Dortmund. Meski tetap menghasilkan angka yang cukup baik, Adeyemi belum mampu memenuhi ekspektasi besar yang sempat melekat kepadanya sejak bersinar bersama RB Salzburg.

Advertisement

Barcelona justru melihat situasi tersebut sebagai peluang. Dengan usia baru 24 tahun, pengalaman di Bundesliga dan Liga Champions, serta karakter permainan yang mengandalkan kecepatan, Adeyemi dinilai memiliki modal yang cocok untuk berkembang dalam sistem Hansi Flick.

Sinyal awalnya mulai terlihat ketika Barcelona menghadapi Racing Santander. Dalam kemenangan 7-2 tersebut, Adeyemi memang tidak mencetak gol, tetapi kontribusinya di sepanjang pertandingan memberikan gambaran mengapa Deco berani mengambil risiko terhadap pemain yang nilai pasarnya sempat meredup.


Deco Berani Membeli Potensi Adeyemi

Penyerang Borussia Dortmund, Karim Adeyemi melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Chelsea selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Signal Iduna Park, Jeramn, Kamis (16/2/2023). Dortmund menang atas Chelsea dengan skor tipis 1-0. (AP Photo/Martin Meissner)

Adeyemi pernah dianggap sebagai salah satu prospek penyerang paling menjanjikan di Eropa ketika tampil bersama RB Salzburg. Namun, empat musim di Borussia Dortmund menghadirkan perjalanan yang lebih berliku dengan performa yang terkadang memukau, tetapi juga diwarnai inkonsistensi.

Catatan Adeyemi sebelum meninggalkan Dortmund sebenarnya tidak buruk. Pada musim 2025/2026, ia mencetak tujuh gol dan empat assist dalam 28 penampilan Bundesliga, sedangkan secara keseluruhan ia membukukan 36 gol dari 146 pertandingan di semua kompetisi bersama klub tersebut.

Angka itu cukup solid, tetapi belum sesuai dengan ekspektasi terhadap pemain yang sebelumnya diprediksi memiliki masa depan luar biasa. Ketika sorotan publik mulai bergeser, Barcelona melihat kesempatan untuk mendapatkan pemain yang masih memiliki ruang besar untuk berkembang.

Barcelona membayar biaya tetap sebesar €22 juta ditambah sejumlah biaya tambahan (add-ons) untuk mengamankan Adeyemi hingga 2031. Deco tidak perlu menemukan pemain yang sama sekali belum dikenal pasar, melainkan mencoba menghidupkan kembali kualitas yang sebelumnya membuat Adeyemi begitu menarik perhatian.


Adeyemi Mulai Menjawab Kepercayaan Barcelona

Pemain Barcelona Karim Adeyemi merayakan gol dalam laga Liga Champions antara Barcelona vs Feyenoord di Barcelona, Spanyol, Rabu, 9 September 2026. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Pertandingan melawan Racing Santander menjadi salah satu gambaran awal mengapa Adeyemi bisa menjadi bagian penting dalam permainan Barcelona. Pada kemenangan 7-2 tersebut, ia memang tidak mencetak gol, tetapi kontribusinya justru terlihat dari berbagai aspek permainan.

Adeyemi melepaskan delapan tembakan, mencatat enam dribel sukses, menciptakan empat peluang, serta membukukan lima ball recovery. Ia juga mendapatkan dua penalti dan menyumbangkan satu assist dalam penampilan yang memperlihatkan agresivitasnya ketika membawa bola.

Kecepatan menjadi senjata utama Adeyemi ketika menghadapi pertahanan Racing. Ia mampu menerima bola di sisi lapangan, menusuk ke tengah, menyerang ruang kosong, dan memaksa bek lawan mengubah arah pergerakan untuk mengantisipasi aksinya.

Adeyemi kembali memperlihatkan ancaman tersebut menjelang akhir laga. Ia melesat memanfaatkan ruang sebelum memberikan umpan kepada Lamine Yamal yang kemudian mencetak gol ketujuh Barcelona, sebuah aksi yang memperlihatkan bagaimana kecepatannya dapat menjadi senjata dalam skema permainan Flick.

Sumber: Barca Universal

Berita Terkait