Bola.com, Tokyo - Atlet balap sepeda Afghanistan, Fariba Hashimi, yang meraih medali perak nomor road race putri Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, Selasa (22/9/2026).
Medali tersebut terasa spesial bagi Hashimi karena perjuangannya di dunia balap sepeda dimulai dengan penuh tantangan. Saat masih remaja, ia terpaksa menyamar sebagai pria agar bisa berlatih dan mengejar impiannya sebagai pesepeda. Ia bahkan pernah mendapat serangan berupa lemparan batu.
Hashimi kemudian meninggalkan Afghanistan setelah Taliban kembali berkuasa pada 2021. Dengan bantuan mantan juara dunia asal Italia, Alessandra Cappellotto, ia pindah ke Italia dan melanjutkan karier sebagai pesepeda profesional.
"Saya lahir di negara tempat perempuan yang bermimpi diserang. Saya sangat bahagia karena sudah berjuang melawan hal tersebut," ujar Hashimi.
Simbol Ketangguhan Wanita
Kembalinya Taliban ke pemerintahan Afghanistan pada 2021 diikuti sejumlah aturan yang membatasi akses perempuan terhadap pendidikan dan kehidupan publik, termasuk olahraga.
Hashimi, yang berasal dari Provinsi Faryab, Afghanistan utara, memilih meninggalkan negaranya setelah Taliban kembali berkuasa.
"Mereka mengambil kebebasan kami, mereka mengambil segalanya dari kami," ujar Hashimi.
Menurutnya, medali perak Asian Games 2026 menjadi simbol ketangguhan perempuan Afghanistan. Ia berharap pencapaiannya dapat menginspirasi jutaan perempuan lain yang memiliki impian serupa.
Setelah meninggalkan Afghanistan, Hashimi mendapat bantuan mantan juara dunia asal Italia, Alessandra Cappellotto. Ia kemudian menetap dan menjalani latihan di Italia.
Bersama sang kakak, Yulduz Hashimi, Fariba sebelumnya tampil pada Olimpiade Paris 2024. Kini, ia membidik kesempatan kembali tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
Hashimi juga mengapresiasi tim Jepang yang membantunya selama Asian Games. Datang tanpa mekanik, ia harus memperbaiki dan mencuci sepedanya sendiri sebelum akhirnya mendapat bantuan dari tim Jepang.
Atlet berusia 23 tahun itu berharap pencapaiannya bisa menjadi inspirasi bagi perempuan Afghanistan dan generasi berikutnya. Ia juga masih memiliki ambisi tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 setelah sebelumnya bersama sang kakak, Yulduz Hashimi, tampil di Olimpiade Paris 2024.
Hashimi juga mengungkapkan perjuangannya di Asian Games 2026 tidak mudah. Ia datang tanpa mekanik dan harus memperbaiki serta mencuci sepedanya sendiri. Beruntung, tim Jepang turut membantu memperbaiki sepedanya sebelum perlombaan.