Kisah Inspiratif Karateka Cok Istri Agung Sanistyarani di Asian Games 2026: Berjuang Melawan Cedera Lutut dan Sabet Medali Perunggu

Update Asian games 2026, kisah choki yang berjuang pulih dari cedera hingga dapat perunggu terakhirnya

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 23 September 2026, 16:15 WIB
Karateka Indonesia yang berlaga di Asian Games 2026, Cok Istri Agung Sanistyarani. (Instagram/Federasi Karate Asia)

Bola.com, Jakarta - Tim Karate Indonesia di Asian Games 2026 sejauh ini sudah mendulang dua medali perunggu dari Leica Al Humaira Lubis yang turun di kelas +68 kg dan Cok Istri Agung Sanistyarani yang turun di kelas kumite -55 kg putri.

Cok Istri Agung, karateka asal Bali yang karib disapa Choki tersebut, meraih perunggu usai menundukkan karateka Singapura, Marissa Hafezan dengan skor 7-3 di Toyohashi City General Gymmnasium, Perfektur Aichi, pada Selasa (22/9/2026).

Advertisement

Sebenarnya ada peluang Indonesia untuk bisa menambah satu medali perunggu pada Rabu (23/9/2026). Namun, karateka Indonesia, Daniel, yang turun di kelas kumite +84 tunduk dari karateka Thailand, Teerawat Kangtong, dengan skor 6-3.

Perunggu yang didapat Choki kali ini adalah yang kedua kalinya selama mengikuti Asian Games. Saat Asian Games Jakarta-Palembang, ia juga berhasil menyabet perunggu.

Namun, di Asian Games 2022, Hangzhou, China, ia gagal meraih medali. Asian Games 2026 kemungkinan menjadi ajang multi event internasional terakhirnya sebagai karateka profesional. Perunggu yang didapat Choki sebenarnya sangat membutuhkan perjuangan untuk karateka berusia 31 tahun tersebut.


Tidak Menyangka Dapat Perunggu

Karateka Bali, Cok Istri Agung Sanistyarani, saat berlatih di GOR Praja Raksaka, Denpasar. Coki berambisi mempertahankan emas di PON 2020 Papua dan menembus Olimpiade Paris 2024. (Bola.com/Maheswara Putra)

Sebelum bertarung di Asian Games 2026, ia masih berjuang untuk pulih 100 persen dari cedera lutut.

“Untuk perunggu yang saya dapat sekarang, jujur sangat senang sekali karena tidak ada target yang dibebankan kepada saya. Saya pribadi juga tidak punya target apa-apa,” terangnya saat dihubungi Bola.com pada Rabu (23/9/2026).

“Menuju Asian Games tahun ini tidak gampang. Saya sempat mengalami cedera lutut dan itu yang membuat saya akhirnya menurunkan target dan ekspektasi,” tambahnya.

Peraih tiga medali emas PON untuk Bali dan satu dua medali emas SEA Games (2017 dan 2021) tersebut setidaknya membutuhkan 3-4 minggu untuk pemulihan cedera.

Bahkan H-1 pertandingan, ia masih melakukan check up ke dokter untuk memantau kondisi cederanya. Selain itu saat 22nd AKF Senior Karate Championship 2026, ia mengaku tidak mendapatkan hasil sesuai target yang membuatnya menurunkan ekspektasi di Asian Games 2026.

Saat itu, Choki hanya mempersembahkan satu perunggu di kelas kumite beregu putri.

“Target saya sebenarnya bagaimana caranya untuk menampilkan yang terbaik untuk Indonesia dan bermain lepas, itu saja. Makanya setelah dapat perunggu, saya benar-benar senang karena sudah melebihi ekspektasi,” bebernya.

 

 

 


Modal ke Karate World Cup 2026

Menurut Choki, perolehan medali itu juga tidak terlepas dari dukungan penuh keluarganya di Bali, termasuk PB FORKI dan Ketua Umum Pengprov FORKI Bali Armand Setiawan yang selalu memberi dukungan penuh.

“Pelatih di pelatnas juga memberikan kepercayaan penuh kepada saya selama ini,” ucapnya.

Perunggu yang didapat Choki kali ini, bisa menjadi modal berharga untuk tampil di Karate World Cup 2026 yang berlangsung di Hangzhou, China, pada 20-22 November mendatang.

 

Berita Terkait