Bola.com, Jakarta - Bagi lifter muda Indonesia, Ricko Saputra, sosok Eko Yuli Irawan bukan sekadar senior di pelatnas. Lebih dari itu, Eko menjadi cermin, motivasi, sekaligus gambaran bagaimana seorang atlet menjaga konsistensi dan semangat bertanding sepanjang karier.
Ricko bahkan menyimpan tekad untuk suatu hari nanti menggantikan posisi Eko dalam estafet regenerasi angkat besi Indonesia.
"Mas Eko itu bagaimana ya, di umurnya sekarang, tenaganya masih ada saja. Saya sebagai juniornya melihat itu sebagai salah satu motivasi. Saya sangat respect kepada Mas Eko. Saya juga tidak mau menyerah," ujar Ricko seusai tampil pada Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center.
Menurut Ricko, perbedaan usia dengan Eko justru menjadi pemacu untuk bekerja lebih keras. Ia ingin membuktikan generasi muda juga mampu meneruskan tongkat estafet yang selama ini dipegang para senior.
"Kalau ada perbedaan umur seperti ini, saya sebagai yang lebih muda harus bisa lebih baik lagi. Insyaallah, ke depannya saya bisa menggantikan posisi Mas Eko. Karena memang ada regenerasi dan kami disiapkan untuk itu," kata Ricko, melalui rilis dari NOC Indonesia.
Sempat Keluar dari Pelatnas
Perjalanan Ricko untuk menjadi bagian dari generasi penerus angkat besi Indonesia tidak selalu mulus.
Ia sempat keluar dari pelatnas dan menjalani latihan di daerah selama kurang lebih satu tahun. Situasi tersebut justru menjadi titik balik bagi Ricko untuk bekerja lebih keras demi merebut kembali tempatnya di pelatnas.
"Dari situ saya berpikir bagaimana caranya supaya bisa masuk pelatnas lagi. Ada kejuaraan di Yogyakarta, saya kejar di sana. Kemudian ada kejuaraan di Singapura, saya juga berangkat," tuturnya.
"Setelah itu ada seleksi SEA Games. Saya ikut dan akhirnya bisa masuk lagi," lanjut Ricko.
Kini, lifter berusia 26 tahun itu berada dalam fase penting dalam perjalanan kariernya.
Pada Asian Games 2026, Ricko turun di kelas 60 kg putra. Ia finis di peringkat keempat dengan total angkatan 298 kg, hasil dari snatch 130 kg dan clean and jerk 168 kg.
Medali emas menjadi milik lifter China, Yang Yang, dengan total angkatan 304 kg. Perak diraih Un Chl Pang dari Korea Utara dengan total 301 kg, sedangkan lifter Thailand, Theerapong Silachai, membawa pulang perunggu setelah membukukan total angkatan 299 kg.
Bukan Sekadar Persaingan
Setelah Asian Games 2026, Ricko akan kembali berhadapan dengan tantangan besar. Ia bakal bersaing dengan seniornya, Eko Yuli Irawan, di kelas 65 kg dalam rangkaian kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Bagi Ricko, persaingan dengan Eko bukan semata-mata soal siapa yang lebih unggul.
Ada misi yang lebih besar di baliknya, memastikan estafet regenerasi angkat besi Indonesia terus berjalan.
Ricko sadar suatu saat Eko akan meninggalkan panggung kompetisi. Saat momen itu tiba, ia ingin menjadi salah satu lifter yang siap meneruskan perjuangan sang senior sekaligus menjaga tradisi prestasi angkat besi Indonesia.
"Insyaallah, ke depannya saya bisa menggantikan posisi Mas Eko," ucap Ricko.