Jakarta Hybrid Race 2026, Ajang Pemanasan Atlet Hybrid Fitness Indonesia Jelang HYROX Singapura dan Malaysia

Jakarta Hybrid Race 2026 menjadi ajang pemanasan atlet hybrid fitness Indonesia sebelum berlaga di HYROX Singapura dan Kuala Lumpur.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 24 September 2026, 21:27 WIB
Konferensi pers acara Jakarta Hybrid Race 2026 yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). (Bola.com/Juventus Filadelfia)

Bola.com, Jakarta - Jakarta Hybrid Race 2026 akan digelar pada 7-8 November 2026 di 20FIT Arena, Jakarta Pusat. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah simulasi bagi peserta yang mempersiapkan diri menuju sejumlah race internasional, termasuk HYROX Singapore dan HYROX Kuala Lumpur.

Atlet hybrid fitness Indonesia, Standy Tjandra, menilai kompetisi dengan format dan fasilitas yang representatif penting untuk menguji kesiapan sebelum tampil di ajang internasional.

Advertisement

Standy mulai mengenal HYROX saat mengikuti ajang di Singapura pada Juni 2025. Saat itu, ia hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk melakukan persiapan khusus setelah lebih banyak menekuni olahraga lari dan maraton.

"Saya ketemu HYROX waktu itu pertama di Singapura, Juni 2025. Dan itu saya cuma latihnya sebulan karena enggak ada waktu dan coba-cobain saja, enggak terlalu latihan spesifik," kata Standy dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). 

 

 


Tantangan Hybrid Race

Konferensi pers acara Jakarta Hybrid Race 2026 yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). (Bola.com/Juventus Filadelfia)

Menurut Standy, tantangan utama dalam HYROX bukan hanya kemampuan berlari atau menyelesaikan station dengan cepat. Atlet juga harus mampu menjaga keseimbangan antara pacing saat berlari dan kemampuan mengeluarkan tenaga ketika menyelesaikan setiap station.

Format tersebut membuat peserta harus berulang kali berpindah dari lari ke station, kemudian kembali berlari dalam kondisi fisik yang sudah terkuras.

"Kalau di HYROX itu bagaimana kita bisa balance antara pacing dan juga push di station. Satu kali lari, satu station, satu kali lari, satu station," ujarnya.

Atlet berumur 27 tahun itu menyebut kemampuan untuk kembali berlari setelah menyelesaikan station dengan beban berat menjadi salah satu tantangan yang membuat hybrid fitness berbeda dari lari biasa.

"Bagaimana kita bisa setelah station, dengan kaki setelah push berat, masih bisa lari lagi. Itu the enjoyment yang saya dapat dari situ. Walaupun memang sakit, tapi tetap enjoy," tutur Standy.

 

 


Jakarta Hybrid Race Hadir dengan Format Half Run

Konferensi pers acara Jakarta Hybrid Race 2026 yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). (Bola.com/Juventus Filadelfia)

Jakarta Hybrid Race 2026 akan hadir dengan format half run, yakni jarak lari 500 meter dalam setiap putaran. Peserta akan menjalani tiga lap di track utama, sementara seluruh station tetap dilakukan secara penuh.

Ajang ini akan mempertandingkan kategori single dan double, serta kelas open dan pro. COO 20FIT Group, Novi Eastiyanto, mengatakan format tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara meningkatkan standar kompetisi, termasuk dari sisi rules dan judges.

"Kami tidak hanya sederhana membuat race, tetapi harapan kami bisa menghadirkan sebuah venue yang representatif, fasilitas yang bagus, dan kompetisi yang akhirnya bisa menghadirkan personal best baru," kata Novi.

Penulis: Juventus Filadelfia