FIFA Sorot 5 Talenta Muda di ASEAN Cup 2026, Ada Bintang Baru Timnas Indonesia

FIFA menyoroti lima pemain muda Asia Tenggara yang berpotensi bersinar di ASEAN Cup 2026, termasuk Luke Vickery yang baru naturalisasi untuk Indonesia.

BolaCom | Naila AdzkhiaDiterbitkan 25 September 2026, 15:05 WIB
Luke Vickery. (Bola.com/Dokumentasi Stafsus Menkum, Noor Korompot).

Bola.com, Jakarta - FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung bagi pemain muda Asia Tenggara untuk menunjukkan kapasitas di level internasional. Turnamen baru ini menawarkan wadah berharga bagi talenta regional membangun reputasi pada skala yang lebih luas.

Situs FIFA menyoroti lima nama yang dinilai berpotensi mencuri perhatian di FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka berasal dari Filipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Indonesia dengan karakter permainan yang berbeda.

Advertisement

Salah satu yang mencuat adalah Luke Vickery. Pemain berusia 20 tahun itu kini membela Garuda usai memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada Juni lalu.

Selain Vickery, daftar sorotan FIFA juga memasukkan Isaiah Alakiu dari Filipina, Pavithran Gunalan dari Malaysia, Dang Khoa Ngo dari Vietnam, dan Teerapat Pruetong dari Thailand.


Isaiah Alakiu dari Filipina

Ilustrasi FIFA ASEAN Cup 2026. (Bola.com/AI)

Pada usia 17 tahun, Isaiah Alakiu diproyeksikan sebagai bagian penting masa depan Filipina. Namanya lebih dulu dikenal karena berada di bawah naungan klub Premier League, Brighton & Hove Albion.

Berposisi bek tengah yang dapat beroperasi di sisi kanan, Alakiu dinilai FIFA memiliki kemampuan membaca permainan yang baik. Ia juga mampu memainkan umpan dengan kualitas yang menjanjikan.

Catatan performa di level junior membuat Alakiu mulai dipandang sebagai salah satu calon fondasi lini belakang Filipina. Prospek ini menempatkannya di radar untuk ajang internasional mendatang.


Pavithran Gunalan dari Malaysia

Ilustrasi FIFA ASEAN Cup 2026. (Bola.com/AI)

Malaysia mengandalkan Pavithran Gunalan sebagai salah satu penyerang sayap muda yang patut diperhatikan. Winger berusia 21 tahun tersebut tampil impresif di Hyundai Cup dan berperan membantu Harimau Malaya mencapai semifinal.

FIFA menggambarkan Gunalan sebagai pemain dengan perpaduan teknik dan kecepatan. Kombinasi itu mendorong kontribusinya di sektor kreatif lini depan.

Seiring peran yang kian besar, Gunalan berkembang menjadi salah satu sumber kreativitas penting serangan Malaysia. Penampilannya di turnamen regional menjadi tolok ukur berikutnya.


Dang Khoa Ngo dari Vietnam

Ilustrasi FIFA ASEAN Cup 2026, Grup A. (Bola.com/AI)

Dari Vietnam, perhatian tertuju pada Dang Khoa Ngo yang berusia 20 tahun. Ia lahir dan besar di Australia dari orang tua Vietnam sebelum memutuskan pindah ke Vietnam untuk melanjutkan karier sepak bola.

Ngo memperoleh kewarganegaraan Vietnam pada Mei lalu dan menjadi satu dari tiga pemain tanpa caps senior dalam skuad Kim Sang-sik. Atributnya dinilai menjanjikan untuk memperkaya opsi menyerang.

FIFA menilai kecepatan dan kemampuan dribel membuat Ngo menarik untuk disaksikan. Statusnya sebagai talenta menyerang muda menambah dimensi pada lini depan Vietnam.


Teerapat Pruetong dari Thailand

Ilustrasi FIFA ASEAN Cup 2026. (Bola.com/AI)

Thailand membawa generasi mudanya lewat Teerapat Pruetong. Pemain 19 tahun ini sudah cukup sering tampil di level junior dan dua kali mendapat kesempatan bersama tim senior dalam laga persahabatan.

Dikenal sebagai winger kanan dengan kecepatan sebagai salah satu kekuatan utama, Teerapat memperlihatkan konsistensi peran di sisi sayap. Pergerakannya memberi ancaman dari area lebar.

Saat ini, ia berkarier di Jepang bersama Hokkaido Consadole Sapporo dan mulai menjadi pemain reguler klub yang tampil di J2 League. Pengalaman di kompetisi tersebut menjadi modal berharga untuk ajang kawasan.


Luke Vickery dari Indonesia

Luke Vickery berlatih bersama Timnas Indonesia di Stadion Madya, GBK, Jakarta, Rabu (23/9/2026). (Dok. PSSI)

Luke Vickery menjadi wakil Indonesia dalam daftar lima pemain muda sorotan FIFA. Pemain kelahiran Australia itu mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada Juni lalu dan kini membela negara tempat neneknya dilahirkan.

Vickery memiliki fleksibilitas posisi, bisa bermain di lini tengah maupun sektor depan. FIFA menilai ia punya keberanian menghadapi bek lawan, visi menciptakan peluang, serta kemampuan menyelesaikan peluang sendiri.

ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan bagi Vickery untuk mencuri perhatian bersama Timnas Indonesia. Panggung regional ini dapat memaksimalkan potensi yang sudah ia tunjukkan.

Berita Terkait