Roberto Mancini Kembali, Italia Bidik Kemenangan atas Belgia di Nations League

Roberto Mancini kembali melatih Italia dan menargetkan kemenangan atas Belgia di Stadio Olimpico pada UEFA Nations League, Sabtu (26/9) dini hari WIB.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 25 September 2026, 20:09 WIB
Namun Roberto Mancini mengaku masih lapar gelar bersama timnas Italia. Sang juru taktik justru berambisi bisa mengawinkan gelar juara Euro 2020 dengan trofi UEFA Nations League. (AFP/Franck Fife)

Bola.com, Jakarta - Roberto Mancini akan menandai comeback sebagai pelatih Timnas Italia dengan menghadapi Belgia pada laga UEFA Nations League. Pertandingan tersebut digelar di Stadio Olimpico, Sabtu (26/9) dini hari WIB.

Mancini kembali dipercaya menangani Azzurri setelah menggantikan Gennaro Gattuso. Ia ingin debut keduanya bersama Italia berujung kemenangan untuk mengobati kekecewaan setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia.

Advertisement

Pelatih berusia 61 tahun itu bukan sosok asing bagi publik Italia. Pada periode pertamanya, Mancini membawa Azzurri menjuarai Piala Eropa dan mencatat rekor tidak terkalahkan dalam 37 pertandingan.

Kini, tantangan lebih berat sudah menanti karena Italia tergabung di Grup A1 bersama Belgia, Prancis, dan Turki. Mancini menyadari persiapan singkat membuat laga pembuka tidak mudah, tetapi kemenangan dinilai penting untuk membangun kembali kepercayaan diri tim.


Mancini Minta Italia Langsung Tancap Gas

Para pemain Italia berdiri untuk lagu kebangsaan menjelang pertandingan final kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 1 April 2026. (Elvis BARUKCIC/AFP)

Mancini sebelumnya memimpin Italia sejak 2018 hingga 2023. Dalam periode tersebut, ia membawa Azzurri meraih 38 kemenangan dari 58 pertandingan, dengan 12 hasil imbang dan delapan kekalahan.

Salah satu pencapaian terbesar Mancini adalah mengantarkan Italia menjuarai Piala Eropa lima tahun lalu. Azzurri mengalahkan Inggris melalui adu penalti pada partai final untuk merebut trofi tersebut.

Italia juga pernah mencatat 37 pertandingan tanpa kekalahan di bawah Mancini. Catatan itu menjadi rekor Eropa sebelum akhirnya dilampaui Spanyol setelah kemenangan mereka atas Argentina di final Piala Dunia.

"Bermain bagus sejak awal, sesuatu yang tidak mudah mengingat kami hanya punya waktu dua hari untuk mempersiapkan pertandingan ini," ujar Mancini.


Kemenangan Jadi Obat Bagi Azzurri

Roberto Mancini (tengah), menjalani tugas perdananya sebagai pelatih Timnas Arab Saudi dalam laga uji coba melawan Timnas Kosta Rika yang berlangsung di St James Park, Inggris, Sabtu (9/9/2023) dini hari. Setelah melepas jabatan sebagai pelatih Timnas Italia, kini Mancini menjadi pelatih terkaya dengan nilai kontrak menembus 20 juta euro per tahun. (AFP/Oli Scarff)

Italia datang dengan ambisi memperbaiki pencapaian mereka di Nations League. Azzurri dua kali finis di peringkat ketiga, masing-masing pada edisi 2020-21 dan 2022-23.

Mancini memahami bahwa laga melawan Belgia akan menjadi ujian awal yang penting. Terlebih, Italia hanya memiliki waktu singkat untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan tersebut.

"Seperti inilah sepak bola internasional. Kami harus bergerak cepat dan meraih hasil. Itulah satu-satunya obat bagi masalah yang kami hadapi," kata Mancini.

Mancini juga memasang target membawa Italia kembali ke babak empat besar Nations League. Ia mengakui persaingan Grup A1 sangat berat, tetapi tetap menatap laga perdana dengan antusias.

"Kami berharap bisa mencapai babak empat besar Nations League. Ini grup yang berat sehingga tidak akan mudah, tetapi kami akan berusaha. Saya tidak sabar mendengar lagu kebangsaan dikumandangkan," tegas Mancini.

Sumber: FotMob

Berita Terkait