Mengulas Debut Zinedine Zidane Sebagai Pelatih Prancis: Posisi Mbappe, Kesempatan Cherki, Fondasi Tim

Debut Zinedine Zidane bersama Prancis berakhir dengan kemenangan atas Turki. Tiga keputusan penting mulai terlihat dari laga pertamanya.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 26 September 2026, 10:31 WIB
Para pemain Prancis bertepuk tangan ke arah suporter mereka usai laga UEFA Nations League antara Turki vs Prancis di Izmit, Turki, Jumat, 25 September 2026. (AP Photo/Khalil Hamra)

Bola.com, Jakarta - Zinedine Zidane mengawali tugasnya sebagai pelatih Timnas Prancis dengan kemenangan tipis 1-0 atas Turki. Gol Kylian Mbappe memastikan Les Bleus meraih tiga poin dalam pertandingan pertama UEFA Nations League 2026-27.

Hasil tersebut menjadi pembuka era baru setelah 14 tahun kepemimpinan Didier Deschamps. Namun, kemenangan di Kocaeli Stadium tidak diraih dengan permainan dominan karena Turki mampu membuat Prancis kesulitan sepanjang pertandingan.

Advertisement

Meski masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan besar, pertandingan perdana Zidane memberikan beberapa gambaran mengenai pendekatan yang akan diterapkannya. Ada tiga catatan yang paling menonjol dari kemenangan tersebut.


Mbappe Kembali Menempati Posisi Favorit

Pemain Prancis Kylian Mbappe terbaring di lapangan usai mencetak gol dan mengalami cedera dalam laga UEFA Nations League antara Turki vs Prancis di Izmit, Turki, Jumat, 25 September 2026. (AP Photo/Khalil Hamra)

Zidane langsung mengambil keputusan penting dengan mengembalikan Mbappe ke sisi kiri. Sang kapten sebelumnya lebih sering dimainkan sebagai penyerang tengah, terutama sejak Karim Benzema tidak lagi menjadi pilihan utama di lini depan Prancis.

Pada pertandingan melawan Turki, Dembele menjadi ujung tombak dengan Mbappe bergerak dari sisi kiri. Olise kemudian beroperasi di kanan dan memberikan opsi tambahan bagi Prancis dalam membangun serangan.

Perubahan tersebut akhirnya menghasilkan gol kemenangan. Dembele berhasil memberikan tekanan kepada kiper Turki hingga terjadi kehilangan bola, kemudian Olise melihat ruang di sisi kiri dan mengirimkan umpan kepada Mbappe.

Mbappe menyelesaikan peluang tersebut, tetapi harus ditarik keluar tidak lama kemudian karena mengalami cedera. Situasi itu kini menjadi perhatian bagi Zidane karena absennya sang kapten dapat memaksanya kembali mengubah komposisi lini depan.


Kesempatan untuk Rayan Cherki

Pemain Prancis Ousmane Dembele (tengah) dan Rayan Cherki (kiri) mengikuti sesi latihan di Clairefontaine-en-Yvelines, barat Paris, Selasa, 22 September 2026, tiga hari menjelang laga UEFA Nations League antara Turki vs Prancis. (AP Photo/Thibault Camus)

Zidane juga memberikan kesempatan kepada Rayan Cherki untuk tampil sejak menit awal. Pemain Manchester City itu menjalankan peran sebagai gelandang serang, sementara Olise ditempatkan di sisi kanan.

Pilihan tersebut memperlihatkan keinginan Zidane untuk memainkan lebih banyak pemain dengan kemampuan menciptakan peluang. Cherki dan Olise menjadi dua pemain yang paling sering terlihat mampu memberikan ancaman ketika Turki mempertahankan blok pertahanan yang rapat.

Cherki sebelumnya hanya mendapat peran terbatas bersama Prancis pada Piala Dunia 2026. Kini, Zidane membuka peluang bagi pemain berusia 23 tahun tersebut untuk menjadi bagian penting dari proyek baru Les Bleus.


Fondasi Tim Warisan Deschamps Masih Dipertahankan

Pelatih Prancis Zinedine Zidane memberikan instruksi dalam laga UEFA Nations League antara Turki vs Prancis di Izmit, Turki, Jumat, 25 September 2026. (AP Photo/Khalil Hamra)

Meski membawa pendekatan baru, Zidane tidak melakukan perombakan besar terhadap susunan Prancis. Sebagian besar pemain yang menjadi bagian penting pada era Deschamps tetap dipercaya sebagai starter.

Rabiot dan Manu Kone kembali mengisi lini tengah. Di sektor pertahanan, Kounde serta Upamecano tetap menjadi pilihan, sedangkan Lacroix masuk untuk menggantikan Saliba yang mengalami cedera.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Zidane lebih memilih memaksimalkan materi pemain yang sudah tersedia daripada langsung mengubah struktur tim. Langkah itu juga membuat transisi menuju era baru berjalan tanpa perubahan ekstrem.

Pekerjaan berikutnya adalah meningkatkan ketajaman Prancis. Mereka belum mampu menekan Turki secara konsisten dan kesulitan menciptakan serangan beruntun, meski memiliki banyak pemain kreatif.

Kemenangan tetap menjadi awal yang penting bagi Zidane. Namun, pertandingan pertama juga memperlihatkan bahwa pelatih asal Prancis itu masih harus menemukan formula yang dapat membuat kekuatan lini depan Les Bleus bekerja secara maksimal.

Sumber: Sports Illustrated

Berita Terkait