Man City Bersalah Langgar 114 Peraturan Keuangan, MU Mulai Hitung Tagihan Kompensasi

Manchester United (MU) dikabarkan mulai menghitung potensi kerugian yang mungkin mereka alami terkait pelanggaran finansial yang dilakukan Manchester City di Premier League.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 26 September 2026, 20:30 WIB
Dilansir dari Manchester Evening, Ratcliffe merupakan pemilik klub Liga Prancis, OGC Nice sebelum kabar tentang keinginnanya membeli klub yang berjuluk Setan Merah tersebut mencuat. (AFP/Valery Hache)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) dikabarkan mulai menghitung potensi kerugian yang mungkin mereka alami terkait pelanggaran finansial yang dilakukan Manchester City di Premier League.

Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League dalam putusan yang diumumkan pada Jumat (25/9/2026).

Advertisement

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan Manchester City pada periode 2009 hingga 2018. Sanksi yang akan dijatuhkan kepada The Citizens hingga kini belum diketahui.

City berpotensi mendapatkan hukuman berupa denda, pengurangan poin, hingga kemungkinan dikeluarkan dari Premier League. Ada pula spekulasi mengenai pencabutan gelar yang diraih klub selama periode tersebut.

Menurut laporan The Athletic, seperti dikutip The Sun, Sabtu (26/9/2026), Manchester United menjadi salah satu klub yang telah melakukan penilaian internal untuk melihat kemungkinan kerugian ekonomi yang dapat dikaitkan dengan pelanggaran Manchester City.

Penilaian tersebut disebut berfokus pada musim-musim ketika MU dianggap terdampak secara langsung oleh hasil kompetisi.

 


MU Pernah Gagal Juara dan Kehilangan Tiket Liga Champions

Manajer Manchester United asal Portugal, Jose Mourinho (tengah), memberikan instruksi kepada gelandang Manchester United asal Armenia, Henrikh Mkhitaryan (kiri), dalam pertandingan Piala Super UEFA antara Real Madrid dan Manchester United pada 8 Agustus 2017, di Philip II Arena, Skopje. (Nikolay DOYCHINOV/AFP)

Salah satu periode yang menjadi perhatian adalah musim 2011/2012 dan 2017/2018. Pada dua musim tersebut, Manchester United harus puas finis di bawah Manchester City.

MU juga finis di posisi kelima pada musim 2015/2016. Saat itu, City menempati peringkat keempat berkat keunggulan selisih gol dan berhak tampil di Liga Champions.

Setan Merah sejauh ini menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Selain MU, sejumlah klub Premier League lainnya juga disebut tengah mempertimbangkan langkah hukum mereka terkait potensi sanksi yang akan diterima Manchester City.

Arsenal, Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Manchester United diketahui telah mengajukan hak untuk menuntut ganti rugi dalam proses hukum sebelumnya.

Liverpool dua kali finis sebagai runner-up di belakang Manchester City pada 2019 dan 2022. Sementara Arsenal menjadi peringkat kedua di bawah City pada 2023 dan 2024.

 


Manchester City Tetap Membantah

Manchester City sejak awal konsisten membantah tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Klub juga diperkirakan segera mengajukan banding atas putusan tersebut.

Dalam pernyataannya kepada The Athletic, juru bicara Manchester City menegaskan bahwa proses hukum masih berlangsung dan sejumlah tahapan penting belum selesai.

Posisi klub, menurutnya, tetap sama seperti pernyataan yang dikeluarkan pada Februari 2023. Manchester City juga menyatakan telah menghormati proses hukum selama delapan tahun.

Kasus ini bermula setelah surat kabar Jerman, Der Spiegel, menerbitkan dokumen keuangan yang bocor pada November 2018. Premier League kemudian membawa perkara tersebut ke komisi independen untuk diputuskan.

Dalam periode yang menjadi objek tuduhan, Manchester City berhasil meraih tiga gelar Premier League, dua trofi FA Cup, empat Piala Liga Inggris, dan tiga Community Shield.

Kemungkinan pencabutan gelar sempat mencuat setelah putusan tersebut. Namun, laporan yang beredar menyebut pengurangan poin pada musim ketika sanksi dijatuhkan lebih mungkin menjadi salah satu bentuk hukuman.

Manchester City juga menghadapi potensi denda dalam jumlah besar, yang nilainya bisa mencapai 100 juta poundsterling.

Sumber: The Sun

Berita Terkait