Bola.com, Jakarta - Chelsea kembali membuka kemungkinan mengejar Manu Kone setelah gagal memboyongnya pada bursa transfer musim panas. Gelandang AS Roma tersebut masih masuk dalam rencana The Blues untuk memperkuat lini tengah pada tahun depan.
Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa Chelsea sebelumnya telah mengajukan tawaran senilai 60 juta euro untuk Kone. Atletico Madrid juga pernah mengirim proposal 45 juta euro, tetapi kedua pendekatan tersebut ditolak oleh AS Roma.
Situasinya kini menjadi lebih sulit bagi Chelsea karena AS Roma menaikkan tuntutan mereka hingga mendekati 100 juta euro. Klub Serie A tersebut menjadikan transfer sejumlah gelandang mahal seperti Sandro Tonali, Mateus Fernandes, Enzo Fernandez, dan Ayyoub Bouaddi sebagai dasar dalam menentukan harga.
Kone masih memiliki kontrak dengan AS Roma dan posisinya semakin penting di bawah arahan Gian Piero Gasperini. Performa pemain asal Prancis itu pada musim ini juga membuat minat dari klub-klub besar Eropa terus berkembang.
Perkembangan Kone Semakin Pesat
Kone meninggalkan Borussia Monchengladbach untuk bergabung dengan AS Roma pada Agustus 2024. Sejak Gasperini menangani tim, perkembangan gelandang berusia 25 tahun itu semakin terlihat dan ia kini menjadi bagian penting dari lini tengah Roma.
Sepanjang musim 2025/2026, Kone tampil dalam 37 pertandingan di berbagai kompetisi dengan total lebih dari 2.500 menit bermain. Ia menyelesaikan musim tersebut dengan torehan dua gol dan tiga assist.
Kone kemudian melanjutkan performa positifnya pada musim 2026/2027. Ia sudah mengumpulkan 375 menit bermain dalam enam pertandingan dan mencetak dua gol, sekaligus semakin rutin memperkuat Timnas Prancis.
Kebutuhan Chelsea di Lini Tengah
Chelsea sebenarnya sudah berusaha mendapatkan Kone menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Namun, kegagalan tersebut membuat mereka tidak memiliki pengganti langsung setelah Enzo Fernandez meninggalkan klub untuk bergabung dengan Manchester City.
Kondisi lini tengah Chelsea juga belum sepenuhnya ideal. Romeo Lavia masih berusaha mencapai kondisi terbaiknya, Moises Caicedo mengalami masalah cedera yang berulang, Valentin Barco masih beradaptasi dengan Premier League, sedangkan Jordan Henderson sudah memasuki penghujung kariernya.
Kone menawarkan kemampuan fisik sekaligus progresi bola yang sesuai dengan karakter Premier League. Ia juga semakin fleksibel karena Gasperini memainkannya lebih maju, sementara Zidane menempatkannya sebagai gelandang bertahan ketika Prancis menghadapi Turkiye di UEFA Nations League.
Sumber: The Hard Tackle