8 Klub yang Berpotensi Terdampak Putusan Bersalah Manchester City

Putusan bersalah Manchester City berpotensi menimbulkan efek domino bagi sejumlah klub yang pernah bersaing langsung dengan The Citizens di Premier League.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 28 September 2026, 18:00 WIB
Manchester City. Serupa dengan Real Madrid, Manchester City sepanjang tahun 2022 juga berhasil mencetak 37 kemenangan dari total 54 laga di semua ajang domestik maupun Eropa. Klub asuhan Pep Guardiola tersebut hanya berhasil meraih satu trofi sepanjang tahun 2022, yaitu juara Premier League 2021/2022. (AFP/Oli Scarff)

Bola.com, Jakarta - Manchester City menghadapi konsekuensi serius setelah dinyatakan bersalah atas sebagian besar dari 115 tuduhan pelanggaran regulasi Premier League. Putusan tersebut tidak hanya berdampak kepada The Citizens, tetapi juga berpotensi menyeret sejumlah klub lain.

Keberhasilan Manchester City dalam beberapa musim terakhir disebut telah memengaruhi persaingan di Premier League, termasuk perebutan gelar, tiket kompetisi Eropa, hingga final turnamen domestik.

Advertisement

Jika putusan tersebut pada akhirnya menghasilkan sanksi yang mengubah hasil kompetisi atau membuka jalan bagi tuntutan kompensasi, sejumlah klub berpotensi mendapatkan keuntungan.

Berdasarkan laporan yang dikutip Sports Mole, setidaknya ada delapan klub yang dianggap paling terdampak.

 


1. Tottenham Hotspur

Striker Swedia Liverpool #09, Alexander Isak (C), mengalami cedera dalam duel dengan bek Belanda Tottenham Hotspur #37, Micky van de Ven, saat mencetak gol pembuka dalam pertandingan Liga nggris antara Tottenham Hotspur dan Liverpool di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 20 Desember 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Tottenham Hotspur menjadi salah satu klub yang berpotensi mengalami dampak finansial terbesar. Spurs beberapa kali finis di posisi kelima pada periode yang menjadi bagian dari pemeriksaan, termasuk musim 2010/2011, 2012/2013, dan 2014/2015.

Posisi tersebut membuat Tottenham gagal mendapatkan tiket Liga Champions. Dalam sejumlah skenario alternatif, klub asal London itu berpotensi meraih pendapatan lebih besar jika posisi Manchester City berubah.


2. Manchester United

Skuad Manchester United merayakan gol yang dicetak Casemiro seusai memanfaatkan umpan Bruno Fernandes saat melawan Aston Villa dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Minggu (15/3/2026) malam WIB. (Oli SCARFF / AFP)

Manchester United juga memiliki sejumlah momen yang berkaitan langsung dengan dominasi Manchester City.

Pada musim 2011/2012, MU finis sebagai runner-up setelah kalah selisih gol dari City dalam persaingan gelar Premier League. Setan Merah kembali finis di bawah rival sekotanya pada 2017/2018.

MU juga finis di posisi kelima pada musim 2015/2016 ketika Manchester City berada satu tingkat di atas mereka dan mendapatkan tiket Liga Champions.


3. Liverpool

Pemain Liverpool, Florian Wirtz, mencetak gol kedua timnya ke gawang Qarabag dalam pertandingan Liga Champions di Anfield, Inggris, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Darren Staples)

Liverpool pernah menjadi salah satu pesaing terdekat Manchester City dalam perebutan gelar Premier League. Pada musim 2013/2014, The Reds finis hanya dua poin di belakang City.

Liverpool juga kalah dari City pada final Piala Liga Inggris 2016. Selain itu, posisi keenam pada musim 2010/2011 turut disebut sebagai salah satu periode yang berpotensi dikaitkan dengan kerugian pendapatan dari kompetisi Eropa.


4. Arsenal

Striker Arsenal Viktor Gyokeres merayakan golnya ke gawang Atletico Madrid di matchday 3 league phase Liga Champions 2025/26 di Emirates Stadium, Rabu (22/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Alastair Grant)

Arsenal juga masuk dalam daftar klub yang berpotensi terdampak. Pada musim 2016/2017, The Gunners mengakhiri 20 musim beruntun tampil di Liga Champions setelah finis di posisi kelima.

Dalam skenario alternatif, absennya City dari persaingan dapat mengubah posisi Arsenal dan peluang mereka untuk kembali tampil di kompetisi elite Eropa.

Arsenal juga kalah dari Manchester City pada final Piala Liga Inggris 2018.


5. Everton

Logo Everton. (Bola.com/Peter Powell)

Everton beberapa kali berada di sekitar zona kompetisi Eropa selama periode yang diperiksa. Salah satunya terjadi pada musim 2013/2014 ketika mereka finis di posisi kelima.

The Toffees juga tersingkir dari semifinal Piala Liga Inggris 2016 setelah kalah dari Manchester City. Hasil tersebut berpotensi menjadi salah satu pertandingan yang ikut diperhatikan jika dampak putusan meluas ke kompetisi domestik.


6. Chelsea

Sejak mendapat kucuran dana segar dari Roman Abramovich Chelsea menjelma menjadi raksasa Liga Inggris. Dengan bermaterikan pemain berlabel bintang The Blues mampu menjuarai Premier League sebanyak lima kali yakni pada 2005, 2006, 2010, 2015, 2017. (AFP/Carl De Souza)

Chelsea turut disebut sebagai klub yang berpotensi terdampak. Pada musim 2017/2018, The Blues finis di posisi kelima, tepat di belakang Manchester City.

Posisi tersebut membuat Chelsea kehilangan kesempatan tampil di Liga Champions pada musim berikutnya. Mereka juga kalah dari City pada Community Shield 2012.


7. Sunderland

Sunderland memiliki kisah yang berbeda. Mereka kalah 1-3 dari Manchester City pada final Piala Liga Inggris 2014.

Kekalahan tersebut membuat Sunderland gagal mengangkat trofi dan berpotensi kehilangan peluang mendapatkan pendapatan dari perjalanan lebih jauh di kompetisi Eropa. Beberapa tahun kemudian, Sunderland bahkan harus terdegradasi hingga akhirnya bermain di League One.


8. Stoke City

Stoke City menjadi klub lainnya yang disebut terdampak. Mereka kalah dari Manchester City pada final Piala FA 2011.

Meski tetap mendapatkan tiket Liga Europa setelah mencapai final, kekalahan tersebut membuat Stoke kehilangan peluang mengangkat trofi sekaligus tambahan hadiah uang yang diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta poundsterling.

 

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait