Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (28/9/2026) malam WIB, Garuda dipaksa bertahan sepanjang sebagian besar pertandingan setelah kehilangan satu pemain sejak babak pertama.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal dengan kedua tim terlibat duel ketat di lini tengah. Situasi berubah drastis pada menit ke-38 ketika Thom Haye menerima kartu merah, membuat Indonesia harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Malaysia untuk meningkatkan tekanan. Namun, John Herdman mampu mengorganisasi lini belakang Indonesia dengan disiplin sehingga berbagai serangan Harimau Malaya tidak berujung gol.
Hasil imbang membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Malaysia berhak menempati puncak klasemen karena memiliki keunggulan selisih gol, sementara satu poin menjadi modal penting bagi Indonesia dalam persaingan Grup A.
Dominasi Harimau Malaya dan Tembok Garuda
Bermain dengan 10 pemain membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan dan harus merelakan penguasaan bola kepada Malaysia. Garuda hanya mencatatkan 30 persen penguasaan bola, sedangkan Malaysia mendominasi dengan 70 persen.
Tekanan Malaysia tercermin dari jumlah tembakan yang dilepaskan sepanjang pertandingan. Harimau Malaya mencatatkan 26 tembakan, termasuk delapan yang mengarah tepat ke gawang, sedangkan Indonesia hanya menghasilkan tujuh tembakan dengan satu di antaranya tepat sasaran.
Dominasi Malaysia juga terlihat dari distribusi bola yang jauh lebih aktif. Mereka membukukan 450 umpan sukses dari 502 percobaan dengan akurasi 90 persen, sementara Indonesia hanya mencatatkan 202 umpan akurat dari 274 percobaan atau 74 persen.
Di tengah tekanan tersebut, duet Justin Hubner dan Elkan Baggott menjadi bagian penting dari benteng pertahanan Indonesia. Keduanya mencatatkan total 17 clearances untuk menghalau ancaman Malaysia dari area pertahanan Garuda.
Aksi Maarten Paes dan Kedisiplinan Lini Belakang
Di belakang lini pertahanan, Maarten Paes tampil sebagai salah satu pemain paling krusial bagi Indonesia. Kiper utama Garuda itu mencatatkan delapan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap tidak kebobolan.
Refleks Paes menjadi faktor penting ketika Malaysia mendapatkan peluang di depan gawang. Berulang kali penjaga gawang Indonesia tersebut mampu menggagalkan upaya para pemain Harimau Malaya untuk memecah kebuntuan.
Soliditas pertahanan Indonesia juga terlihat dari statistik tekel sepanjang pertandingan. Garuda mencatatkan 20 tekel sukses dari 29 percobaan, jauh lebih tinggi dibandingkan Malaysia yang hanya membukukan enam tekel sukses dari 14 upaya.
Pertandingan berjalan keras dengan total 11 pelanggaran yang dilakukan masing-masing tim. Indonesia menerima dua kartu kuning melalui Elkan Baggott dan Justin Hubner, ditambah kartu merah Thom Haye, sedangkan Malaysia mendapat kartu kuning untuk Arif Aiman dan La'vere Corbin-Ong.
Pada akhirnya, disiplin lini belakang dan penampilan Maarten Paes menjadi kunci Indonesia mempertahankan skor 0-0. Dalam kondisi harus bermain dengan 10 pemain, Garuda berhasil mengamankan satu poin penting di hadapan pendukung sendiri.
Sumber data: LapangBola