Bola.com, Jakarta - Dewan FIFA akan mempertimbangkan usulan pembayaran tambahan bagi 211 asosiasi anggota pada pertemuan 15 Oktober 2026. Presiden FIFA Gianni Infantino mengisyaratkan dukungan untuk peningkatan pendanaan yang substansial.
Pernyataan itu hadir jelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027, dengan Infantino telah dipastikan kembali mencalonkan diri. Isu pendanaan pun menjadi salah satu fokus menjelang agenda besar tersebut.
Pada 18 September 2026, Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Presiden CONCACAF Victor Montagliani mengusulkan agar tiap asosiasi anggota menerima setidaknya USD 10 juta pada siklus 2027–2030, memanfaatkan cadangan FIFA sekitar USD 6 miliar. Usulan ini muncul setelah Infantino menarik gagasan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).
Janji Pendanaan dan Cadangan FIFA
Sejak terpilih kembali pada Maret 2023, Gianni Infantino berjanji meningkatkan pendanaan secara signifikan bagi setiap asosiasi anggota. Ia menyatakan siklus berikutnya akan menyaksikan investasi pengembangan sepak bola global hingga tujuh kali lipat dibandingkan periode sebelum ia pertama kali terpilih.
Infantino menegaskan cadangan FIFA telah mencapai hampir USD 4 miliar, yang membuka ruang injeksi dana lebih besar untuk pengembangan. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa "uang FIFA adalah uang Anda."
Pada Januari 2023, FIFA meluncurkan FIFA Forward 3.0 yang menaikkan investasi pengembangan hampir 30% untuk siklus hingga akhir 2026. Kenaikan itu dimungkinkan oleh tata kelola yang diperkuat dan kondisi keuangan FIFA sejak 2016.
Program tersebut dirancang untuk menyediakan dukungan yang lebih komprehensif terhadap proyek pengembangan di seluruh dunia. Cakupannya meliputi infrastruktur, pembinaan, tim nasional, kompetisi, sepak bola akar rumput, dan sepak bola wanita.
Kontroversi Rencana Komersial FFE
Pada 28 Juli 2026, FIFA mengumumkan usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), anak perusahaan komersial. FFE dirancang mengelola operasi komersial dan acara FIFA, termasuk hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi.
Inisiatif ini menargetkan investasi jangka panjang dan peningkatan pendapatan untuk mendukung program FIFA Forward. Jika disetujui, pendanaan untuk asosiasi anggota direncanakan naik dari USD 8 juta menjadi USD 20 juta pada siklus 2027–2030, dengan total alokasi lebih dari USD 4 miliar untuk 211 asosiasi anggota.
Sebagai bagian dari FFE, FIFA juga akan membentuk FIFA Fast Forward Programme (FFFP) yang memungkinkan asosiasi memperoleh pendanaan tambahan hingga USD 20 juta untuk proyek khusus. Dengan demikian, potensi total pendanaan bisa mencapai USD 40 juta per asosiasi pada siklus 2027–2030.
Namun, usulan tersebut memicu kontroversi internasional yang signifikan. Kekhawatiran mengemuka terkait komersialisasi kompetisi FIFA, keterlibatan investasi swasta, serta isu tata kelola, transparansi, dan konsultasi yang disuarakan konfederasi dan liga.
UEFA dan CONCACAF menjadi pengkritik utama rencana itu. Menyusul penolakan keras, termasuk dari UEFA, Gianni Infantino menarik usulan FFE dan menyebut proyek itu menimbulkan perpecahan yang tidak sejalan dengan tujuan awal memperkuat pengembangan dan persatuan sepak bola. Ia menjelaskan usulan komersial tersebut pada dasarnya dimaksudkan agar FIFA dapat berinvestasi lebih banyak dalam sepak bola.
Opsi Pendanaan Alternatif dan Agenda Dewan
Menanggapi usulan dari UEFA dan CONCACAF, Infantino menyatakan siap mendukung "tingkat pendanaan tambahan terbesar yang dapat diberikan secara bertanggung jawab" melalui proses tata kelola FIFA yang tepat. Sikap ini menegaskan kesiapan mencari jalur non-komersial untuk memperkuat pendanaan.
Ia menekankan setiap keputusan harus melewati tata kelola yang benar, pemeriksaan keuangan, serta prosedur yang transparan dan dapat diaudit. Akuntabilitas menjadi prasyarat sebelum tambahan dana digelontorkan.
Rangkaian usulan tersebut akan masuk agenda pembahasan dalam pertemuan Dewan FIFA pada 15 Oktober 2026. Keputusan dewan akan menjadi penentu arah pendanaan pada siklus berikutnya.