Pajar Ariana Ukir Sejarah, Sumbang Perak Pertama Indonesia dari Selancar Ombak di Asian Games 2026

Surfer Indonesia, I Made Pajar Ariana, berhasil menorehkan sejarah dengan meraih medali perak pada cabang olahraga selancar ombak Asian Games 2026.

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 29 September 2026, 19:35 WIB
Surfer Indonesia, I Made Pajar Ariana, berhasil menorehkan sejarah dengan meraih medali perak pada cabang olahraga selancar ombak Asian Games 2026. (PSOI)

Bola.com, Jakarta - Surfer Indonesia, I Made Pajar Ariana, berhasil menorehkan sejarah dengan meraih medali perak pada cabang olahraga selancar ombak Asian Games 2026.

Pajar Ariana menjadi runner-up nomor Men's Shortboard setelah kalah dari surfer tuan rumah Jepang, Kanoa Igarashi, pada final yang berlangsung di Pacific Long Beach, Tahara, Prefektur Aichi, Selasa (29/9/2026).

Advertisement

Dalam heat final tersebut, Pajar mengoleksi total skor 10,40 poin. Sementara Kanoa tampil lebih efektif dan mengumpulkan 12,87 poin untuk mengamankan medali emas.

Hasil tersebut membuat Pajar harus puas dengan medali perak. Meski gagal menjadi juara, pencapaian tersebut tetap terasa istimewa karena menjadi medali pertama Indonesia dari cabang selancar ombak di Asian Games.

Pelatih Timnas Surfing Indonesia, Arya Subyakto, menilai Pajar sebenarnya mampu memberikan perlawanan kepada Kanoa dari sisi kemampuan teknis.

Menurut Arya, perbedaan skor pada partai final lebih banyak dipengaruhi kondisi ombak yang kurang bersahabat serta kemampuan kedua surfer dalam memilih gelombang.

"Kita sebenarnya dari segi skill sangat bisa bersaing, walaupun lawannya Kanoa Igarashi yang merupakan atlet World Surf League Championship Tour dan masuk jajaran atlet top 10 dunia," ujar Arya saat dihubungi Bola.com, Selasa (29/9/2026).

 


Ombak Jadi Pembeda

Surfer Indonesia, I Made Pajar Ariana, berhasil menorehkan sejarah dengan meraih medali perak pada cabang olahraga selancar ombak Asian Games 2026. (PSOI)

Arya menjelaskan kondisi ombak di Pacific Long Beach pada final tidak terlalu konsisten. Gelombang datang dengan jeda cukup panjang sehingga para surfer harus cermat menentukan ombak yang akan diambil.

Dalam situasi tersebut, Kanoa dinilai lebih mampu memanfaatkan kesempatan. Sebagai surfer tuan rumah, Kanoa juga dianggap memiliki pemahaman lebih baik terhadap karakter ombak di lokasi pertandingan.

"Faktor keberuntungan sangat menentukan. Ombak yang datang agak jarang dan tidak konsisten. Di sinilah kepiawaian Kanoa terbukti," kata Arya.

"Seleksi ombaknya lebih baik dari Pajar, walaupun permainan Pajar juga sangat bagus," imbuhnya.

Kendati gagal membawa pulang medali emas, Arya tetap mengapresiasi perjuangan Pajar. Menurutnya, keberhasilan merebut perak merupakan pencapaian penting bagi perkembangan surfing Indonesia.

"Pajar bisa memberikan persaingan ketat. Kita tetap bangga dan sangat mengapresiasi Pajar yang bisa meraih perak. Ini suatu prestasi yang luar biasa," ujar Arya.

 


Jasmine Studer Gagal Raih Perunggu

Selain Pajar, Indonesia juga memiliki peluang meraih medali dari nomor putri melalui Jasmine Michelle Studer.

Namun, Jasmine harus mengakui keunggulan surfer Jepang, Minami Nonaka, dalam perebutan medali perunggu. Jasmine mengakhiri heat dengan skor 7,10 poin, sedangkan Minami mengumpulkan 9,06 poin.

Arya kembali menyebut kondisi ombak menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Jasmine.

Gelombang yang datang cenderung close out, yakni pecah hampir bersamaan sehingga ruang bagi surfer untuk melakukan manuver menjadi sangat terbatas.

"Begitu surfer take off, dia hanya bisa melakukan satu turn. Lagi-lagi faktor keberuntungan. Dari sisi skill sebenarnya sama-sama punya kesempatan," jelas Arya.

Menurut Arya, Jasmine sudah berusaha aktif mencari gelombang. Namun, kondisi laut membuat kemampuan memilih ombak menjadi sangat menentukan hasil akhir.

 


Bidik Tiket Olimpiade Los Angeles 2028

Setelah membawa pulang satu medali perak melalui Pajar, Timnas Surfing Indonesia langsung mengalihkan fokus ke agenda berikutnya.

Salah satu target utama adalah persaingan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Arya menyebut kualifikasi pertama dijadwalkan berlangsung di Peru pada November 2026.

Indonesia berharap bisa kembali mengirimkan wakil dan membuka peluang merebut tiket menuju pesta olahraga terbesar dunia tersebut.

"Semoga kita bisa mengirimkan atlet dan bisa berprestasi di sana, serta mendapatkan tiket Olimpiade," tutur Arya.

Berita Terkait