Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan meladeni Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB.
Kedua tim punya misi berbeda dalam duel nanti. Timnas Bangladesh sudah dipastikan tersingkir dari persaingan lolos ke final FIFA ASEAN Cup, setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Malaysia (0-3) dan Singapura (0-1).
Adapun Timnas Indonesia mengalahkan Singapura 2-0 di pertandingan pertama, disusul hasil imbang 0-0 melawan Malaysia. Kevin Diks dan kawan-kawan masih berpeluang ke final jika berhasil menang atas Bangladesh, dan berharap Malaysia tertahan oleh Singapura.
Tidak ada salahnya mengulas fakta-fakta unik atau menarik Timnas Bangladesh yang wajib diwaspadai Timnas Indonesia di pertandingan nanti.
Yuk simak beberapa fakta Timnas Bangladesh yang dihimpun Bola.com berikut ini:
1. Bukan Lawan Asing bagi Timnas Indonesia
Bangladesh sudah sering bertemu dengan Timnas Indonesia dalam berbagai ajang. Kedua tim setidaknya sudah bertemu tujuh kali sepanjang sejarahnya, menurut data dari 11v11.
Dari ketujuh pertemuan, Timnas Indonesia boleh bangga karena unggul dalam head to head. Skuad Garuda mengoleksi empat kemenangan, dua laga berakhir imbang, dan hanya satu kali merasakan kekalahan dari Bangladesh.
Satu-satunya kemenangan Bangladesh atas Indonesia terjadi pada tahun 1985 dengan skor 2-1. Sementara empat kali mereka kalah masing-masing dengan skor 0-4 di Piala Merdeka 1975, 1-2 dalam uji coba tahun 1984, 0-1 di tahun 1985, dan 0-2 dalam uji coba di tahun 2008.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi dalam uji coba pada 1 Juni 2022, dan harus puas berbagi angka 0-0. Dengan demikian, Bangladesh cukup mengenal karakter permainan dari Timnas Indonesia.
2. Punya 5 Pemain Abroad
Timnas Indonesia memang punya belasan pemain yang berkarier di luar negeri, dan mayoritas di liga-liga Eropa. Bangladesh tak mau kalah, mereka punya lima pemain yang saat ini juga sedang abroad di luar negeri.
Kelima pemain itu adalah Hamza Choudhury, Samit Shome, Tariq Kazi, Zayyan Ahmed, dan Farhan Ali Wahid. Kondisi ini membuat Timnas Indonesia tetap wajib mewaspadai potensi dari Bangladesh.
Hamza Choudhury diketahui malang melintang di Liga Inggris dengan pernah bermain untuk Leicester City dan kini membela Sheffield United. Lalu ada Samit Shome bermain untuk New York Cosmos di Amerika Serikat.
Kemudian ada Tariq Kazi bermain di Paro FC (Liga Bhutan), Zayyan Ahmaed dari klub Uni Emirat Arab yakni Rimal Al-Sahra SC, sementara Farhaan Ali Wahid adalah pemain Boreham Wood.
3. Punya Pelatih Jempolan
Selain punya pemain berbakat, Timnas Bangladesh juga memiliki sosok pelatih bertangan dingin, yaitu Thomas Dooley. Nama besarnya di sepak bola tak dapat dikesampingkan.
Saat masih aktif sebagai pemain sepak bola, Thomas Dooley punya riwayat mentereng baik di level klub maupun Timnas. Dooley tercatat pernah menjuarai Bundesliga bersama Kaiserslautern, juara Piala UEFA atau sekarang bernama Liga Europa bersama FC Schalke.
Dooley juga banyak menghabiskan karier di MLS, dengan meraih kesuksesan saat membela Columbus Crew. Di level Timnas, ia menjadi tulang punggung Amerika Serikat, dengan meloloskan USNMT ke perempat final Piala Dunia 1994 dan menjadi kapten negaranya pada Piala Dunia 1998.
Bergeser dalam karier kepelatihan, Dooley berhasil meloloskan Filipina ke Piala Asia 2019 untuk pertama kali dalam sejarah. Kemudian yang masih membekas adalah Thomas Dooley pernah membawa Filipina menang telak 4-0 atas Indonesia di Piala AFF 2014 yang bersejarah.