Presiden PSG, Nasser Al Khelaifi, Bela Petinggi Man City setelah Vonis Bersalah

Presiden PSG ikut bersuara soal vonis Man City, bela Ferran Soriano dan minta tunggu banding.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 September 2026, 22:30 WIB
Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, mengangkat trofi Liga Champions musim ini. PSG berhasil meraih gelar juara turnamen elite tersebut setelah membungkam Inter Milan dengan skor 5-0 di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Martin Meissner)

Bola.com, Jakarta - Presiden European Football Clubs (EFC), Nasser Al Khelaifi, menilai pihaknya belum berada dalam posisi untuk mengomentari putusan bersalah terhadap Manchester City terkait dugaan pelanggaran aturan keuangan Premier League.

Al Khelaifi, yang juga menjabat Presiden Paris Saint Germain (PSG), memilih menunggu proses banding sebelum memberikan penilaian.

Advertisement

Pada saat yang sama, ia memberikan pujian kepada CEO Man City, Ferran Soriano, yang berkomitmen melawan keputusan itu.

"Saya menegaskan, kami tidak berada di sini untuk menghakimi sesuatu yang masih belum menjadi keputusan final. Kedua, kami hadir untuk saling membantu dan mendukung," ujar Al Khelaifi dalam pertemuan umum ke-33 EFC di Kopenhagen, dikutip dari Liverpool Echo.

Man City dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas 114 dari 115 dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan.

Premier League menyebut Man City membuat kontrak "palsu" dengan sejumlah mitra komersial untuk meningkatkan pendapatan komersial secara artifisial hingga mendekati 900 juta paun pada periode 2009 hingga 2018.


Pengalihan Gelar

Manchester City. Serupa dengan Real Madrid, Manchester City sepanjang tahun 2022 juga berhasil mencetak 37 kemenangan dari total 54 laga di semua ajang domestik maupun Eropa. Klub asuhan Pep Guardiola tersebut hanya berhasil meraih satu trofi sepanjang tahun 2022, yaitu juara Premier League 2021/2022. (AFP/Oli Scarff)

Man City membantah seluruh dakwaan dan berencana mengajukan banding sebelum batas waktu pada Jumat.

Proses itu membuat pembahasan mengenai kemungkinan hukuman terus bergulir.

Salah satu kemungkinan sanksi adalah pemberian gelar kepada klub yang menjadi runner-up pada musim yang terdampak kasus tersebut.

Liverpool berpotensi mendapatkan gelar Premier League musim 2013/2014 serta trofi Carabao Cup yang gagal mereka menangi melalui adu penalti pada 2016.

Liverpool juga dua kali finis sebagai runner-up di bawah Manchester City pada 2019 dan 2022. Dalam dua musim itu, Liverpool tertinggal satu poin dari tim asuhan Pep Guardiola.

Namun, kedua musim itu tidak termasuk periode yang diselidiki berdasarkan bocoran surel yang dipublikasikan media Jerman, Der Spiegel, pada 2018.


Hormati Proses Hukum

Mantan Direktur Sepak Bola Manchester City, Txiki Begiristain (tengah), Chairman Manchester City asal Uni Emirat Arab, Khaldoon al-Mubarak (kiri), dan CEO Manchester City asal Spanyol, Ferran Soriano (kanan), terlihat di tribune saat pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Manchester United di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 14 September 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Al Khelaifi menegaskan proses hukum harus dihormati dan Man City memiliki hak untuk mengajukan banding. Ia juga mengatakan EFC bukan pihak yang berwenang untuk memberikan penilaian terhadap perkara itu.

"Kami tidak berada dalam posisi untuk mengatakan apa pun. Ini lebih merupakan urusan Premier League dan klub Inggris. Kita lihat bagaimana perkembangannya," kata Al Khelaifi.

Ia kemudian memberikan penilaian positif terhadap Soriano, yang tidak memberikan komentar ketika ditemui Sky News di Denmark.

"Ferran sangat baik bagi dewan. Dia merupakan aset besar yang memberikan nilai tambah melalui pengetahuannya. Kariernya luar biasa dan Manchester City juga melakukan banyak hal positif. Namun, saya tidak berada dalam posisi untuk menghakimi. Kami bukan hakim dan kami bukan pengadilan," ujarnya.

 

Sumber: Liverpool Echo


Persaingan Terkini

Berita Terkait