Jose Mourinho Belum Menemukan Komposisi Double Pivot Terbaik Real Madrid

Real Madrid masih mencari pasangan ideal Federico Valverde di lini tengah. Jose Mourinho telah mencoba empat double pivot dalam delapan laga.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 02 Oktober 2026, 13:01 WIB
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kanan), menyambut Kylian Mbappe yang meninggalkan lapangan saat diganti pada laga kontra Inter Milan di Liga Champions, di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. (Thomas Coex/AFP)

Bola.com, Jakarta - Lini tengah menjadi salah satu pekerjaan rumah Real Madrid setelah delapan pertandingan musim ini. Jose Mourinho belum menemukan pasangan yang benar-benar cocok untuk mendampingi Federico Valverde dalam skema double pivot.

Valverde sejauh ini menjadi gelandang yang paling konsisten mendapat kepercayaan Mourinho. Namun, tujuh kombinasi lini tengah sudah dicoba dan belum ada satu pasangan yang mampu memberikan keseimbangan permainan secara meyakinkan.

Advertisement

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan masalah kreativitas Real Madrid ketika membangun serangan. Klub sebelumnya ingin mendatangkan gelandang yang bisa mengontrol tempo sekaligus mengarahkan permainan, tetapi kedatangan Bernardo Silva belum memberikan solusi menyeluruh.


Mourinho Masih Menguji Berbagai Kombinasi

Selebrasi Federico Valverde dalam laga Real Madrid vs Elche di Liga Spanyol, Minggu (15/3/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Dalam delapan pertandingan, Mourinho telah menggunakan empat pasangan berbeda dalam skema double pivot. Total tujuh susunan lini tengah bahkan sudah dicoba dengan memasukkan Trent Alexander-Arnold dalam salah satu kombinasi.

Valverde menjadi satu-satunya pemain yang tampaknya memiliki posisi relatif aman dalam persaingan tersebut. Persoalan justru muncul ketika Mourinho harus menentukan siapa yang paling tepat berada di sampingnya.

Aurelien Tchouameni memiliki kemampuan bertahan dan kekuatan fisik yang cukup menonjol. Namun, kemampuan mengontrol penguasaan bola serta membawa permainan ke depan bukan menjadi atribut terkuatnya sehingga kombinasi dengan Valverde belum sepenuhnya seimbang.


Bernardo Silva Belum Menjawab Kebutuhan

Pemain Real Madrid Bernardo Silva (kiri) dan Kylian Mbappe merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Eduardo Camavinga sebenarnya menawarkan karakter yang berbeda. Akan tetapi, Mourinho baru memberikan dua kesempatan sebagai starter kepada gelandang Prancis tersebut sepanjang musim ini sehingga tingkat kepercayaannya masih menjadi tanda tanya.

Bernardo Silva memiliki keunggulan dalam aspek teknik, visi permainan, dan kemampuan menemukan celah di antara lini lawan. Karakter tersebut secara teori dapat membantu Real Madrid meningkatkan kontrol serta kreativitas ketika menguasai bola.

Akan tetapi, peran double pivot menuntut kemampuan fisik yang tinggi dan kondisi tersebut membuat Bernardo tidak mudah beradaptasi. Ia juga belum menjadi pilihan reguler Mourinho sejak bergabung dengan Real Madrid.


Thiago Pitarch Menunggu Kesempatan

Thiago Pitarch Pinar dan Jeremy Doku berebut bola dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Real Madrid vs Manchester City di Santiago Bernabeu, 12 Maret 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Thiago Pitarch menjadi nama yang belum benar-benar diuji Mourinho. Gelandang muda tersebut belum tampil akibat cedera sehingga sang pelatih belum memiliki kesempatan melihat kemampuannya dalam pertandingan kompetitif.

Situasi itu membuat kembalinya Pitarch setelah jeda internasional menjadi menarik untuk dinantikan. Mourinho akan memiliki satu opsi tambahan dengan karakter yang belum diketahui dalam sistemnya.

Pitarch tentu belum bisa dianggap sebagai solusi pasti untuk persoalan lini tengah Real Madrid. Namun, ia setidaknya menawarkan kesempatan bagi Mourinho untuk menguji profil baru setelah tiga kandidat lainnya belum memberikan jawaban yang meyakinkan.

Sumber: Madrid Universal


Klasemen

Berita Terkait