Fred Kritik Keras Erik ten Hag Saat di Man United: Bagus secara Taktik, Buruk dalam Mengelola Skuad

Fred mengungkap pengalamannya bersama Erik ten Hag di Manchester United. Ia menilai Ten Hag hebat secara taktik, tetapi buruk mengelola skuad.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 03 Oktober 2026, 08:38 WIB
Pelatih Manchester United atau MU Erik ten Hag dan anggota tim berpose dengan trofi juara Carabao Cup 2022/2023 usai kalahkan Newcastle United pada partai final di Stadion Wembley, Senin dini hari WIB (27/2/2023). Ini adalah gelar pertama buat sang manajer Setan Merah Erik ten Hag. (AP Photo/Alastair Grant)

Bola.com, Jakarta - Fred mengungkap pengalaman yang ia rasakan selama memperkuat Manchester United, termasuk saat bekerja di bawah arahan Erik ten Hag. Mantan gelandang asal Brasil itu memberikan penilaian berbeda terhadap kemampuan taktik dan cara Ten Hag menangani para pemain.

Fred menghabiskan lima tahun di Old Trafford setelah bergabung dari Shakhtar Donetsk. Selama periode tersebut, ia ikut membantu Manchester United memenangkan Piala Liga dan mencapai final Piala FA pada musim 2022/2023.

Advertisement

Ten Hag mulai menangani Manchester United setelah sukses bersama Ajax. Ia membawa klub Belanda tersebut mencapai semifinal Liga Champions sebelum melanjutkan kariernya di Inggris.

Fred kemudian meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan Fenerbahce pada musim panas 2023. Ia kini menceritakan pengalamannya bekerja bersama Ten Hag serta memberikan pandangan mengenai Ole Gunnar Solskjaer dan Jose Mourinho.


Fred Soroti Hubungan Ten Hag dengan Pemain

Di akhir babak kedua, tepatnya pada menit ke-88 Manchester United mempunyai peluang emas untuk mencetak gol kemenangan. Edouard Mendy salah membuang bola dan jatuh ke kaki Fred. Fred langsung menchip bola, padahal Cristiano Ronaldo mempunyai ruang yang lebih terbuka. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Menurut Fred, Ten Hag memiliki kemampuan taktik yang sangat baik selama menangani Manchester United. Namun, ia menilai sang pelatih mengalami masalah ketika harus mengelola hubungan dengan para pemain di ruang ganti.

Fred mengaku dirinya juga pernah mengalami situasi tidak menyenangkan dengan Ten Hag. Ia menyebut beberapa pemain lain turut terlibat perselisihan dengan pelatih asal Belanda tersebut.

"Ten Hag sangat bagus secara taktik, tetapi dalam mengelola kelompok dia sangat buruk. Dia bertengkar dengan semua orang," kata Fred dalam Charla Podcast.

"Dia bertengkar dengan saya, dengan Cristiano, dengan Casemiro, dengan Rashford. Dia tidak mau memainkan saya, dan terkadang situasinya menjadi penuh tekanan," lanjut Fred.


Fred Klaim Ten Hag Utamakan Pemain Belanda

Manajer Manchester United, Erik ten Hag bersama Cristiano Ronaldo. (Adrian DENNIS / AFP).

Fred kemudian mengungkap penilaiannya mengenai pilihan pemain yang dibuat Ten Hag. Ia menilai pelatih tersebut cenderung memberikan kesempatan kepada pemain asal Belanda yang berada dalam skuad.

Mantan pemain Manchester United itu tetap mengakui kualitas Ten Hag dalam aspek taktik. Menurutnya, kemampuan tersebut membuat Ten Hag tetap masuk dalam daftar pelatih terbaik yang pernah bekerja dengannya.

"Dengan Ten Hag, hanya pemain-pemain Belandanya yang bermain. Dia adalah pelatih yang dipenuhi kelompok-kelompok tertentu. Tetapi secara taktik, dia adalah salah satu pelatih terbaik yang pernah bekerja dengan saya," ujar Fred.

"Dia ingin tim berlari, tetapi Cristiano sudah lebih tua. Dia mencadangkan Cristiano, lalu terjadilah perselisihan," sambung Fred.


Fred Beri Penilaian Positif untuk Solskjaer

Karakter Ole Gunnar Solskjaer yang dikenal dekat dengan pemain menjadi pertimbangan utama dirinya masuk dalam radar pelatih pengganti Thomas Tuchel di Bayern Munchen. Ia diharapkan mampu menjalin hubungan baik dengan para pemain Bayern Munchen. Selain itu, ia juga memiliki hubungan yang dekat dengan Direktur Olahraga Bayern Munchen saat ini, Christoph Freund. (AFP/Ian Kington)

Pengalaman Fred bersama Ole Gunnar Solskjaer memberikan kesan yang berbeda. Ia melihat Solskjaer memiliki kemampuan untuk menjaga hubungan antarpemain dan membuat suasana kelompok tetap bersatu.

Solskjaer menangani Manchester United sejak Desember 2018 setelah Jose Mourinho meninggalkan klub. Fred menjadi salah satu pemain yang merasakan langsung metode kepelatihan pria asal Norwegia tersebut.

"Solskjaer bagus dalam mengelola kelompok, tetapi dia dibantu oleh para asistennya dalam latihan. Dia mampu menyatukan kelompok," beber Fred.

"Mourinho adalah sosok yang hebat, dia lucu. Saya baru saja bersamanya di Fenerbahce dan dia yang membawa saya ke Manchester United," tambah Fred.


Fred Kenang Sosok Jose Mourinho

Manajer Manchester United asal Portugal, Jose Mourinho (tengah), memberikan instruksi kepada gelandang Manchester United asal Armenia, Henrikh Mkhitaryan (kiri), dalam pertandingan Piala Super UEFA antara Real Madrid dan Manchester United pada 8 Agustus 2017, di Philip II Arena, Skopje. (Nikolay DOYCHINOV/AFP)

Fred juga memiliki pengalaman khusus bersama Jose Mourinho karena pelatih asal Portugal tersebut merupakan sosok yang membawanya ke Manchester United. Keduanya kembali bekerja sama ketika Fred memperkuat Fenerbahce.

Mourinho juga sempat dikaitkan dengan posisi pelatih Timnas Brasil sebelum Carlo Ancelotti ditunjuk. Fred bahkan mengaku sempat menunjukkan rumor tersebut kepada Mourinho.

"Sebelum Carlo Ancelotti datang, nama Mourinho sempat disebut-sebut untuk menangani tim nasional. Jadi, saya menunjukkan rumor tersebut kepadanya dan dia berkata: 'Pergilah, saya tidak akan ke mana-mana. Saya akan menangani klub saya di sini.' Dia benar-benar sosok yang baik," pungkas Fred.

Sumber: ESPN


Persaingan di Liga Inggris

Berita Terkait