Teun Koopmeiners Ungkap Pengalaman Jadi Bek Tengah saat Belanda Kalahkan Serbia

Teun Koopmeiners bermain sebagai bek tengah saat Belanda menang 2-1 atas Serbia. Ia juga mencetak gol pembuka melalui tendangan bebas.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 05 Oktober 2026, 09:40 WIB
Pemain Belanda Teun Koopmeiners (kiri) merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan UEFA Nations League melawan Serbia di Eindhoven, Belanda, Senin (5/10/2026). (AP Photo/Patrick Post)

Bola.com, Jakarta - Teun Koopmeiners menjalankan tugas berbeda ketika Belanda menghadapi Serbia dalam lanjutan UEFA Nations League. Tidak bermain di posisi utamanya, ia dipercaya mengisi lini belakang dan berduet dengan Virgil van Dijk.

Belanda berhasil mengamankan kemenangan 2-1 dalam pertandingan Grup A2 yang berlangsung di Philips Stadium, Senin (5/10/2026). Koopmeiners membuka skor pada menit ke-31 melalui eksekusi tendangan bebas sebelum Serbia membalas lewat Mihajlo Cvetkovic.

Advertisement

Kedudukan imbang tidak bertahan hingga akhir karena Joshua Zirkzee mencetak gol penentu kemenangan Belanda pada menit ke-71. Tambahan tiga poin membuat De Oranje mengoleksi delapan poin dan memimpin klasemen Grup A2.

Koopmeiners pun memiliki kontribusi langsung dalam hasil tersebut melalui gol pembuka. Setelah pertandingan, ia menceritakan pengalamannya menjalankan peran sebagai bek tengah sekaligus menjelaskan proses di balik golnya.


Koopmeiners Siap Mengisi Posisi Bek Tengah

Bek Timnas Belanda, Virgil van Dijk, menggenggam jersey yang menandai 100 caps internasionalnya bersama de Oranje saat Timnas Belanda menghadapi Serbia di UEFA Nations League 2026/2027 di Eindhoven, Senin (5/10/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Patrick Post)

Koopmeiners mendapat kepercayaan untuk mengisi jantung pertahanan Belanda bersama Van Dijk. Meski lebih identik sebagai gelandang, ia tidak merasa terlalu asing dengan tugas tersebut karena pernah bermain sebagai bek tengah kiri.

Menurut Koopmeiners, kesiapan pemain untuk menjalankan peran berbeda tidak terlepas dari pola latihan yang sudah dilakukan bersama tim. Ia menyebut seluruh pemain memahami tugas masing-masing, sehingga perubahan posisi tidak membuatnya kehilangan arah.

"Kami berlatih bagaimana kami ingin menyerang, tetapi juga bagaimana kami bertahan. Semua orang tahu apa yang harus dilakukan di lapangan, jadi tidak masalah apakah Anda sudah tahu akan menjadi starter sehari sebelumnya atau baru mengetahuinya pada hari pertandingan. Jadi, saya sudah siap," kata Koopmeiners kepada UEFA.

"Saya pernah bermain di kedua posisi dalam karier saya: nomor 10 dan juga sebagai bek tengah kiri. Namun, cukup lucu bisa menjalankan keduanya dalam satu pertandingan. Kadang situasinya sedikit rumit, tetapi saya harus fokus terhadap apa yang terjadi di lapangan," ujar Koopmeiners.


Koopmeiners Harus Cermat Membaca Permainan

Bek Timnas Belanda, Virgil van Dijk dan Jan Paul van Hecke, melakukan aplaus kepada suporter setelah pertandingan melawan Serbia di UEFA Nations League yang berlangsung di Rajko Mitic stadium, Minggu (27/9/2026) malam WIB. (Pedja Milosavljevic / AFP)

Bermain di lini belakang membuat Koopmeiners harus lebih memperhatikan pergerakan rekan setim dan ruang yang tersedia. Ia menyadari tugas tersebut membutuhkan konsentrasi karena dirinya harus memastikan tidak salah mengambil posisi.

Meski sempat merasakan situasi yang rumit, Koopmeiners tetap menikmati pengalaman tersebut. Ia menilai kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting ketika seorang pemain harus menjalankan instruksi yang berbeda dari biasanya.

"Anda tidak bisa berlari membabi buta ke kedua posisi untuk melihat apa yang dilakukan pemain lain dan di mana ruang yang tersedia. Tetapi itu menyenangkan," lanjut Koopmeiners.


Koopmeiners Jelaskan Gol Pembuka Belanda

Pemain Belanda Joshua Zirkzee merayakan gol kedua timnya setelah mencetak gol dalam pertandingan UEFA Nations League melawan Serbia di Eindhoven, Belanda, Senin (5/10/2026). (AP Photo/Patrick Post)

Selain tampil di lini pertahanan, Koopmeiners menjadi pencetak gol pertama Belanda. Tendangan bebasnya diarahkan ke area depan gawang dan akhirnya membawa De Oranje unggul atas Serbia.

Koopmeiners menjelaskan bahwa eksekusi tersebut memang dirancang untuk menghasilkan situasi sulit bagi kiper. Bola yang dikirim dengan keras tetap berpotensi menjadi ancaman meski tidak ada pemain yang menyentuhnya.

"Anda harus mengirim umpan silang keras ke depan gawang, yang membuatnya sangat sulit bagi kiper jika seseorang menyentuh bola. Tetapi hampir mustahil juga untuk menyelamatkannya jika tidak ada yang menyentuh bola, jadi itu sempurna," ujar Koopmeiners.

Berita Terkait